Judul KTI

Ads 468x60px

31 Desember, 2012

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Akseptor IUD

Sejak Pelita V Program Keluarga Berencana (KB) Adalah Gerakan masyarakat yang menghimpun dan mengajak segenap potensi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam melembagakan dan membudidayakan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS) dalam rangka meningkatkan mutu dan sumber daya manusia Indonesia. IUD (Intra Uterine Devices) adalah salah satu alat kontrasepsi jangka panjang yang sangat efektif untuk menjarangkan kelahiran anak. Berdasarkan data pra survey bahwa pemakaian KB IUD di Desa Rejo Binangun Kecamatan Raman Utara dibandingkan dengan data yang lainnya didapatkan KB IUD sebanyak 30 orang (5%).
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya akseptor IUD di Desa Rejo Binangun Kecamatan Raman Utara Lampung Timur dilihat dari usia, tingkat pendidikan, tingkat ekonomi, pekerjaan dan agama (diperbolehkan atau tidak diperbolehkan dalam penggunaan kontrasepsi IUD.
Jenis penelitian ini adalah deskriftif, populasinya adalah seluruh akseptor KB Non MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) seperti pil KB dan suntik sebanyak 266 orang, teknik pengambilan sampel dengan menggunakan Random Sampling diambil 25% dari total populasi sehingga didapatkan responden sebanyak 67 orang.
Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan alat ukur berupa kuesioner, analisis data pada penelitian menggunakan analisis univariate, dengan hasil ukur berupa persentase.
Hasil penelitian menunujukkan bahwa faktor–faktor yang mempengaruhi rendahnya akseptor IUD di Desa Rejo Binangun Kecamatan Raman Utara yang didapat dari 67 akseptor yaitu berdasarkan usia yang terbanyak pada usia lebih dari 30 tahun sebanyak 30 orang (56,72%), berdasarkan tingkat pendidikan ibu yang terbanyak adalah pendidikan dasar sebanyak 39 orang ( 58,21%), berdasarkan tingkat ekonomi yang terbanyak adalah ekonomi rendah sebanyak 50 orang (74,63%) berdasarkan pekerjaan ibu yang terbanyak adalah sebagai petani sebanyak 42 orang (62,69%), sedangkan berdasarkan agama tentang diperbolehkan atau tidak diperbolehkan dalam penggunaan kontrasepsi yang terbanyak adalah diperbolehkan dalam penggunaan IUD sebanyak 56 orang (83,58%).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor yang sangat mempengaruhi rendahnya akseptor IUD yang tertinggi adalah faktor ekonomi rendah ada 50 orang (74,63%) dan yang terendah adalah tingkat pendidikan dasar ibu ada 39 orang (55,23%)

Kata Kunci:Faktor-faktor, Rendahnya Akseptor IUD (Intra Uterine Devices).

Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas
ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Fans Page