<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398</id><updated>2012-01-29T17:59:06.695-08:00</updated><category term='Pay Per Clik'/><category term='Karya Tulis Ilmiah'/><category term='Artikel Kesehatan'/><category term='Judul KTI'/><category term='Buku Kebidanan'/><category term='Teori Kesehatan'/><category term='Info Kesehatan'/><category term='Kebidanan'/><category term='Perangkat KTI'/><category term='Bisnis'/><category term='Statistik'/><category term='Tips Kesehatan'/><category term='Askep Anak'/><category term='Keperawatan'/><category term='Motivasi'/><category term='AKBID dan AKPER'/><category term='Info Penyakit'/><title type='text'>Bascom World</title><subtitle type='html'>All about Healthy Education:
Karya Tulis Ilmiah, Asuhan Kebidanan, Asuhan Keperawatan, Teori Kesehatan, Kumpulan Tips Kesehatan, Bisnis Online, Leaflet Kesehatan, Info Penyakit, Obat Tradisional, informasi terbaru, free download dll.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>822</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-4368448195077450707</id><published>2011-12-11T09:35:00.001-08:00</published><updated>2011-12-11T09:35:51.411-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Kesehatan'/><title type='text'>Hipospadia</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Definisi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hipospadia adalah salah satu kelainan bawaan pada anak-anak yang sering ditemukan dan mudah untuk mendiagnosanya, hanya pengolahannya harus dilakukan oleh mereka yang betul-beul ahli supaya mendapatkan hasil yang memuaskan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hipospadia merupakan kelainan kelamian bawaan sejak lahir, cirinya, letak lubang uretra terdapat di penis bagian bawah, bukan di ujung penis. Menurut dokter bedah urologi RSU Dr Kariadi, dr Andi, S. SpBU, berat hipospadia bervarian, kebanyakan lubang uretra terletak di dekat ujung penis, yaitu pada glans penis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bentuk hipospadia yang lebih berat terjadi jika lubang uretra terdapat di tengah bantang penis atau pada pangkal penis dan kadang pad skrotum (kantung zakar) atau di bawah skrotum. Kelainan ini sering kali berhubungan dengan kardi, yaitu suatu jaringan fibrosa yang kencang yang menyebabkan penis melengkung ke bawah pada saat ereksi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada hipospadia muara orifisium uretra eksterna (lubang tempat air seni keluar) berada diproksimal dari normalnya yaitu pada ujung distal glans penis, sepanjang ventral batang penis sampai perineum. Jadi lubang saluran kencing letaknya bukan pada tempat yang semestinya dan terletak di sebelah bawah penis bahkan ada yang terletak di rentang kemaluan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hipospadia sering disertai kelainan bawaan yang lain, misalnya pada scrotum dapat berupa undescensus testis, meorchisdism, disgenesis testis dan hidrotole pada penis berupa propenil scrotum mikrophalasus &amp;nbsp;dari torsi penile. Sedang kelainan ginjal dan ureter berupa fused kidney, malrotasi, duplek dan refluk ureter.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Etiologi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Trend peningkatan jumlah penderita salah satunya disebabkan faktor lingkungan dan pola hidup yang kurang sehat, akibatnya marak penggunaan pestisida serta tinginya kandungan polusi di udara. Zat polutan dari pabrik, limbah dan menumpuknya sampah bisa menimbulkan hipospadia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari beberapa pasien yang ditangani ternyata mereka tinggal disekitar daerah pembuangan sampah. Ada pula yang berasal ari keluarga petani. Penderita hipospadia umumnya berasal dari keluarga kurang mampu. Akibatnya banyak diantara penderita tak bisa segera ditangani.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Angka kejadian penderita hipospadia di Indonesia belum diketahui secara pasti, tetapi dari hasil penelitian pakar kedokteran di sejumlah negara, kelainan ini terjadi pada satu dari 125 bayi laki-laki kelahiran hidup. Salah satu penyebab kelainan ini adalah karena keturunan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Penatalaksanaan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tindakan operasi harus dilakukan sebelum anak memasuki usia sekolah, diharapkan anak tidak malu dengan keadaanya setelah tahu bahwa anak laki-laki lain kalau BAK beriri sedangkan anak pengidap hipospadia harus jongkok seperti anak perempuan (karena lubang penisnya berada di bagian bawah penis).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu jika hipospadia tidk dioperasi maka setelah dewasa dia akan sulit untuk melakukan penetrasi/coitus , selain penis tidak dapat tegak dan lurus (pada hipospadia penis bengkok akibat adanya chordae), lubangkeluar sperma terletak di bagian bawah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Operasi hiposdia satu tahap (one stage urethra plasty) adalah tehnik operasi sederhana yang sering dapat digunakan terutama untuk hipospadia tipe distal. Tipe distal ini yang meatusnya letak anterior atau di middle. Meskipun hasilnya sering kurang begitu bagus untukkelainan yang berat sehingga banyak dokter lebih memilih untuk melakukan 2 tahap untuk tipe hipospadia proksimal yang disertai dengan kelainan yang jauh lebih berat maka one stage uretroplasty nyaris tidak dapat dilakukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tipe hipospadia yang sering kali diikuti dengan kelainn-kelainan yang berat seperti korda yang berat, globuler glans ygbengkok kearah ventral (bawah) dengan dorsal skinhood dan propenil bifid scrotum. Intinya tipe hipospadi yang letak lubang air seninya lebih kearah proksimal (jauh dari tempat semestinya) biasanya diikuti dengan penis yang bengkok dan kelainan lain diskrotum atau sisa kulit yang sulit ditarik pada sat dilakukan operasi pembuatan uretra.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelainan seperti ini biasanya harus dilakukan dengan 2 tahap yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahap 1:&amp;nbsp;Dilakukan untuk meluruskan penis supaya posisi meatus (lubang tempat keluar kencing) nantinya letaknya lebih proksimal (lebih mendekatiletak yang normal), memobilisasi kulit dan prepurium untuk menutup bagian ventral/bawah penis.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahap 2:&amp;nbsp;Dilakukan urethroplasty (pembuatan uretra) sesudah 6 bulan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan utama penanganan operasi hipospadia adalah merekonstruksi penismenjadi lurus dengan meatus uretra ditempat yang normal atau dekat normal sehingga aliran kencing arahnya kedepan dan dapat melakukan koitus dengan normal, prosedur operasi satutahap pada usia yang dini dengan komplikasi yang minimal. Penyempurnaan tehnik operasi danperawatan paska operasi menjadi prioritas utama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah operasi biasanya pad lubang kencingbaru (post uretroplasty) masih dilindungi dengan kateter sampai luka betul-betul menyembuh dan dapat dialiri air seni. Di bagian supra pubik (bawah perut) dipasang juga kateter yang langsung menuju kandung kemih untuk mengalirkan air seni. Tahap penyembuhan biasanya kateter diatas di non fungsikan terlebih dahulu sampai seorang dokter yakin betul bahwa hasil urethroplasty nya dapat difungsikan dengan baik, baru setelah itu kateter di lepas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Komplikasi paska operasi yang terjadi:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Edema/pembengkakan yang terjadi akibat reaksi jaringan, besarnya bervariasi, juga terbentuknya hematom/kumpulan darah dibawah kulit yang biasanya dicegah dengan balut tekan selama 2-3 hari pasca operasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fitula uretrokutan, merupakan komplikasi yang tersering dan ini digunakan sebagai parameter untuk menilai keberhasilan operasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Striktur, pada proksimal anastomosis, yang kemungkinan disebabkan oleh argulasi dari anestomosis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Divertikulum, terjadi pembentukan neuretra yang terlalu lebar, atau adanya srenosis meatal yang mengakibatkan dilatasi yang lanjut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Residual chordae/rekuren (hordoe, akibat dari rilis korde yang tidak sempurna, diman tidak melakukan ereksi artificial saat operasi atau pembentukan skor yang berlebihan di ventral penis walaupun sangat jarang&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rambut dalam uretra, yang dapat mengakibatkan infeksi saluran kencing berulang/pembentukan batu saat pubertas.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-4368448195077450707?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/4368448195077450707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=4368448195077450707&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/4368448195077450707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/4368448195077450707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/12/hipospadia.html' title='Hipospadia'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-5065813342565362225</id><published>2011-12-11T09:33:00.001-08:00</published><updated>2011-12-11T09:33:47.749-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Kesehatan'/><title type='text'>Fimosis</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Definisi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fimosis merupakan pengkerutan atau penciutan kulit depan penis. Fimosis merupakan suatu keadaan normal yang sering ditemukan pada bayi baru lahir atau anak kecit, dan biasanya pada masa pubertas akan menghilang dengan sendirinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada pria yang lebih tua, fimosis bisa terjadi akibat iritasi menzhun. Fimosis bisa mempengaruhi proses berkemih dan aktivitas seksual. Biasanya keadaan ini diatasi dengan melakukan penyunatan (sirkumsisi).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fimosis adalah penyempitan pada prepusium. Kelainan ini juga menyebabkan bayi/anak sukar berkemih. Kadang-kadang begitu sukar sehingga kulit prepu¬sium menggelembung seperti balon. Bayi/anak sering menangis keras sebelum urine keluar. Keadaan demikian lebih baik segera disunat, tetapi kadang orang tua tidak tega karena bayi masih kecil. Untuk menolongnya dapat dicoba dengan melebarkan lubang prepusium dengar, cara mendorong ke belakang kulit prepusium tersebut dan biasanyaa akan terjadi luka.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mencegah infeksi dan agar luka tidak merapat lagi pada luka tersebut dioleskan salep antibiotik. Tindakan ini mula-mula dilakukan oleh dokter. Selanjutrnya di rumah orang tua sendiri diminta tnelakukannya seperti y•ang dilakukan dokter (pada orang Barat, sunat dilakukan pada seorangbayi laki-laki ketika masih dirawat/ ketika baru lahir. Tindakan ini dimaksudkan untuk kebersihan/mencegah infeksi karena adanya smegma, bukan karena keagamaan).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adanya smegma pada ujung prepusium juga menyulitkan bayi berkemih maka setiap memandikan bayi hendaknya prepusium didorong ke belakang kemudian ujungnya dibersihkan dengan kapas yang telah dijerang dengan air matang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Etiologi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fimosis pada bayi laki-laki yang barn lahir terjadi karena ruang di antara kutup dan penis tidak berkembang dengan¬ baik. Kondisi ini menyebabkan kulup menjadi melekat pada kepala penis, sehingga sulit ditarik ke arah pangkal. Penyebabnya bisa dari bawaan dari lahir, atau didapat, misalnya karena infeksi atau benturan. Bagaimana gejalanya? Untuk menandai apakah anak memang mengalami funosis, orang tua sebaiknya mencermati beberapa gejala berikut : Kulit penis anak tak bisa ditarik ke arah pangkal ketika akan dibersihkan. Anak mengejan saat buang air kecil karena muara saluran kencing diujung tertutup. Biasanya ia menangis dan pada ujung penisnya tampak menggembung. Air seni yang tidak lancar, kadang-kadang menetes dan memancar dengan arah yang tidak dapat diduga. Kalau sampai timbul infeksi, maka si buyung akan mengangis setiap buang air kecil dan dapat pula disertai demam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika gejala-gejala di atas ditemukan pada anak, sebaiknya bawa ia ke dokter. Jangan sekali-kali mencoba membuka kulup secara paksa dengan menariknya ke pangkal penis. Tindakan ini berbahaya, karena kulup yang ditarik ke pangkal dapat menjepit batang penis dan menimbulkan rasa nyeri dan pembekakan yang hebat. Hal ini dalam istilah kedokteran disebut para Fimosis. Jika si Buyung mengalami kesulitan buang air kecil, dokter akan mencoba melebarkan kulit yang melekat, namun hal ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati oleh seorang dokter yang berpengalaman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika upaya ini gagal, maka tindakan sirkumsisi (sunat) adalah jaian keluarnya, apalagi jika fimosisnya menetap dan terjadi infeksi. Untuk melakukan sirkumsisi pada anak juga harus dipertimbangkan masalah pembiusannya karena jika si Buyung takut dan merasa sakit maka hal ini akan mempengaruhi kondisi kejiwaannya kelak kemudian hari. Selain itu jika si Buyung meronta-ronta karena taku[ atau sakit, mal:a tindakan sirkumsisi ini malah akan membahayakan, karena dapat melukai penisnya dan jahitan kulit penis tidak dapat dikerjakan secara sempurna (info-sehat.com)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Penatalaksanaan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fimosis didapat (fimosis patologik, fimosis yang sebenarnya, true phimosis) timbu! kemudian setelah lahir. Hal ini berkaitan dengan kebersihan (higiene) alat kelamin yang buruk, peradangan kronik gtans penis dan kulit preputium (balanoposthitis kronik), atau penarikan berlebihan kulit preputium (forceful retraction) pada fimosis kongenital yang akan menyebabkan pembentukkan jaringan ikat (fibrosis) dekat bagian kulit preputiurn yang membuka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fimosis kongenital seringkali menimbulkan fenomena ballooning, yakni kulit preputium mengembang saat berkemih karena desakan pancaran air seni tidak diimbangi besarnya tubang di ujung preputium. Fenomena ini akan hilang dengan sendirinya, dan tanpa adanya fimosis patologik, tidak selalu menunjukkan adanya hambatan (obstruks) air seni. Selama tidak terdapat hambatan aliran air seni, buang air kecil berdarah (hematuria), atau nyeri preputium, fimosis bukan merupakan kasus gawat darurat. Fimosis kongenital seyogyanya dibiarkan saja, kecuali bila terdapat alasan agama dan/atau sosial untuk disirkumsisi. Hanva diperlukan penjelasan dan pengertian mengenai fimosis kongenital yang memang normal dan lazim terjadi pada masa kanak¬-kanak serta menjaga kebersihan alat kelamin dengan secara rutin membersihkannya tanpa penarikan kulit preputium secara berlebihan ke belakang batang penis dan mengembalikan kembali kulit preputium ke depan batang penis setiap selesai membersihkan. Upaya untuk membersihkan alat kelamin dengan menarik kulit preputium secara berlebihan ke belakang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan luka, fimosis didapat, bahkan parafimosis. Seiring dengan berjalannya waktu, perlekatan antara lapis bagian dalam kulit preputium dan glans penis akan lepas dengan sendirinya. Walaupun demikian, jika fimosis menyebabkan hambatan aliran air seni, dipertukan tindakan sirkumsisi (membuang sebagian atau seluruh bagian kulit preputium) atau teknik bedah plastlk lainnya seperti preputioplasty (memperlebar bukaan kulit preputiurn tanpa memotongnya). Indikasi medis utama dilakukannya tindakan siricumsisi pada anak-anak adalah fimosis patotogik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penggunaan krim steroid topikal yang dioleskan pada kutit preputium 1 atau 2 kali sehari, selama 4-5 minggu, juga efektif dalam tatalaksana fimosis. Namun jika fimosis telah membaik, kebersihan atat ketamin tetap dijaga, kulit preputium harus ditarik dan dikembalikan lagi ke posisi semula pada saat mandi dan setelah berkemih untuk mencegah kekambuhan fimosis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-5065813342565362225?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/5065813342565362225/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=5065813342565362225&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/5065813342565362225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/5065813342565362225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/12/fimosis.html' title='Fimosis'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-8107535985810868395</id><published>2011-12-11T09:31:00.003-08:00</published><updated>2011-12-11T09:32:36.794-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Kesehatan'/><title type='text'>Ensefalokel</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Defenisi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ensefalokel adalah suatu kelainan tabung saraf yang ditandai dengan adanya penonjolan meningens (selaput otak) dan otak yang berbentuk seperti kantung melalui suatu lubang pada tulang tengkorak. Ensefalokel disebabkan oleh kegagalan penutupan tabung saraf selama perkembangan janin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Gejala&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gejalanya berupa :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Hidrosefalus&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;kelumpuhan keempat anggota gerak (kuadriplegia spastik)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;gangguan perkembangan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;mikrosefalus&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;gangguan penglihatan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;keterbeiakangan mental dan pertumbuhan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;ataksia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;kejang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa anak memiliki kecerdasan yang normal. ensefalokel seringkali disertai dengan kelainan kraniofasial atau kelainan otak lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Etiologi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada beberapa dugaan penyebab penyakit itu diantaranya, infeksi, faktor usia ibu yang tertaiu muda atau tua ketika hamil, mutasi genetik, serta pola makan yang tidak tepat sehingga mengakibatkan kekurangan asam folat. Langkah selanjutnya, sebelun hamil, ibu sangat disarankan mengonsumsi asam folat dalam jumlah cukup. Pemeriksaan laboratorium juga diperlukan untuk mendeteksi ada-tidaknya infeksi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Penatalaksanaan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mencegah Ensefalokel&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi ibu yang berencana hamil, ada baiknya mempersiapkan jauh jauh hari. Misalnya, mengonsumsi makanan bergizi serta menambah supfemen yang mengandung asam folat. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya beberapa kelainan yang bisa menyerang bayi_ Safah satunya, encephalocele atau ensefalokel. Biasanya dilakukan pembedahan untuk mengembalikan jaringan otak yang menonjol ke dalam tulang tengkorak, membuang kantung dan memperbaiki kelainan kraniofasial yang terjadi. Untuk hidrosefalus mungkin perlu dibuat suatu shunt. pengobatan lainnya bersifat, simtomatis dan suportif. Prognosisnya tergantung kepada jaringan otak yang terkena, lokasi kantung dan kelainan otak yang menyertainya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-8107535985810868395?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/8107535985810868395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=8107535985810868395&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/8107535985810868395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/8107535985810868395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/12/ensefalokel.html' title='Ensefalokel'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-1925509873108368342</id><published>2011-12-11T09:31:00.001-08:00</published><updated>2011-12-11T09:31:18.814-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Kesehatan'/><title type='text'>Meningokel</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meningokel merupakan penyakit kongenital dari kelainan embriologis yang disebut Neural tube defect (NTD). Meningokel disebabkan oleh banyak faktor dan metibatkan banyak gen (multifaktoral dan poligenik). Banyak sekali penetitian yang mengungkap bahwa sekitar tujuhpuluh persen kasus NTD dapat dicegah dengan suplementasi asam fclai, sehingga defisiensi asam folat dianggap sebagai salah satu faktor penting dalam teratogenesis meningokel. Basis molekut defisiensi asam folat adafah kurang adekuatnya enzim enzim yang mentransfer gugus, karbon dalam proses metiiasi protein dalam se1, baik dalam nukleus maupun mitokhondria, sehingga terjadi gangguan biosintesis DNA dan RNA. serta kenaikan kadar homosistein.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Defek tulang pada meningokel secara embriologis terjadi akibat gangguan proses neurulasi, yaitu tetap melekatnya ektoderm epidermis dengan ektoderm neural sehingga migrasi sei sel mesoderm pembentuk tulang ke tempat tersebut terhambat dengan akibat di area itu tidak terberttuk tuEang,(teari non separasi dari Stcmberg). Dalam proses ini, faktor pertumbuhan yang berfungsi memacu sintesis matriks tulang mungkin juga berperan. Terdapcit dua macarn faktor pertumbuhan dimaksud di atas yaitu TGF β (khususnya TGF, β1) dan IGF 1, yang dalam banyak penelitian telah dibuktikan aksinya pada pembentukan tulang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penelitian ini dilaksanakan untuk mengungkap korelasi defisiensi asam folat dengan kadar TGF, βl dan TGF 1 dalam serum maupun dalam tulang, serta korelasi kadar kedua faktor pertumbuhan tersebut dalam tulang kepala pasien meningokel dengan lebar defek. Bila kedua hal-Iadi teiah terungkap, maka proses teratogenesis meningokel menjadi lebih jelas. Penelitian ini menggunakan dua macam cara, sesuai dengan hipotesis yang hendak diuji, yaitu metode eks perimental laboratoris dengan hewan coba tikus dan metode observasional klinis pada pasien meningokel.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Derajat defisiensi asam folat dikelompokkan daiam kategori berat dan ringan sesuai dengan rangsum yang diberikan, yaitu rangsum sangat rendah folat dan rangsum rendah folat, sedangkan untuk kontrol adalah rangsum cukup folat. Komposisi rangsum dibuat sesuai dengan standar kandungan dan takaran purified diet yang selama ini telah digunakan, meliputi : glukosa, selulosa, casein non vitamin, sunflower oil, choline, mineral, vitamin tanpa folat dan trace element asam folat dengan tiga takaran yang berbeda untuk setiap kelompok hewan coba, diberikan lewat sonde oral. Enambelas minggu setelah pemberian diet, darah hewan coba diambil untuk pemeriksaan kadar asam folat, TGF β1 dan IGF I, Hewan kemudian dikawinkan, selelah janin lahir diambil tulang kepalanya untuk pemeriksaan kadar TGF 01 dan IGF 1. Pada pasien meningokel sewaktu operasi eksisi dengan metode standar, jaringan tulang tepi defek diambil sedikit untuk pemeriksaan TGF R1 dan IGF I, dan lebar defek diukur dengan antropometer Martin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan terdapat korelasi kadar-asam folat yang cukup kiuat dengan kadar TGF β1 dan IGF I, serta jumlah sel apoptosis dan nekrosis; demikian juga dengan proses terbentuknya defek tulang pada pasien meningokef. Hasi1 penelitian ini dapat memberikan sumbangan bagi ilmu pengetahuan tentang konsep baru terbentuknya defek tulang kepala pada meningokel yang dikaitkan dengan defisiensi asam fofat. Penefitian ini juga bermanfaat untuk memperluas aspek pencegahan bagi kasus meningokel dan kelainan neural tube defect pada umumnya, serta aspek pengobatan terhadap kasus defek tulang kepala, bahkan sejak pasien masih berada di dalam kandungan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-1925509873108368342?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/1925509873108368342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=1925509873108368342&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/1925509873108368342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/1925509873108368342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/12/meningokel.html' title='Meningokel'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-5874806253731067661</id><published>2011-12-11T09:29:00.001-08:00</published><updated>2011-12-11T09:30:02.254-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Kesehatan'/><title type='text'>Kelainan Kongenital</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelainan kongenital merupakan kelainan dalam pertumbuhan struktur bayi yang timbul sejak kehidupan hasil konsepsi sel telur. Kelainan kongenital dapat merupakan sebab penting terjadinya abortus, lahir mati atau kematian segera setelah lahir. Kematian bayi dalam bulan-bulan pertama kehidupannya sering diakibatkan oleh kelainan kongenital yang cukup berat, hal ini seakan-akan merupakan suatu seleksi alam terhadap kelangsungan hidup bayi yang dilahirkan. Bayi yang dilahirkan dengan kelainan kongenital besar, umumnya akan dilahirkan sebagai bayi berat lahir rendah bahkan sering pula sebagai bayi kecil untuk masa kehamilannya. Bayi berat lahir rendah dengan kelainan kongenital berat, kira-kira 20% meninggal dalam minggu pertama kehidupannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di samping pemeriksaan fisik, radiologik dan hboratorik untuk menegakkan diagnosis kelainan kongenital setela6 bayi lahir, dikenal pula adanya diagnosis pre/ante-natal kelainan kongenital dengan beberapa cara pemeriksaan tertentu misalnya pemeriksaan ultrasonografi, pemeriksaan air keruban dan darah janin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;A.&amp;nbsp;Faktor Etiologi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penyebab langsung kelainan kongenital sering kali sukar diketahui. Pertumbuhan embrional dan fetal dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti faktor genetik, faktor lingkungan atau kedua faktor secara bersaman. Beberapa faktor etiologi yang diduga dapu mempengaruhi terjadinya kelainan kongenital antara lain:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelainan genetik dan kromosom&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kelainan genetik pada ayah atau ibu kemungkinan besar akan berpengaruh atas kejadian kelainan kongenital pada anaknva. DI antara kelainan-kelainan ini ada yang mengikuti hukum Mendel biasa, tetapi dapat pula diwarisi oleh bayi yang bersangkutan sebagai unsur dominan ("dominant traits") atau kadang-kadang ,sebagai unsur resesif. Penyelidikan dalam hal ini se ring sukar, tetapi adanya kelainan sama dalam satu keturunan dapat membantu langkah-langkah kongenital yang selanjutnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan adanya kemajuan dalam bidang teknologi kedokteran, maka telah dapat diperiksa kemungkinan adanya kelainan kromosom selama kehidupan fetal serta telah dapat dipertimbangkan tindakan-tindakan seianjutnya. Beberapa contoh: kelainan kromosom autosomal trisomi 21 sebagai sindroma Down (mongolisme), kelainan pada kromosom kelamin sebagai sindroma Turner.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faktor mekanik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tekanan mekanik pada janin selama kehidupan intrauterin dapat menyebabkan kelainan bentuk organ tubuh hingga menimbulkan deformitas organ tersebut. Faktor predisposisi dalam penumbuhan organ itu sendiri akan memptrmudah terjadinya deformitas suatu organ. Sebagai contoh deformitas organ tubuh ialah kelainan talipes pada kaki seperti talipes varus, talipes valgus, talipes equinus dan talipes equinovarus. (clubfoot).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Faktor Infeksi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Infeksi yang dapat menimbulkan kelainan kongenital ialah infeksi yang terjadi pada periode organogenesis yakni dalam trimester pertama kehamilan. Adanya infeksi tertentu dalam periode organogenesis ini dapat menimbulkan gangguan dalam penumbuhan suatu organ tubuh. Infeksi pada trimester pertama di samping dapat menimbulkan kelainan kongenital dapat pula meningkatkan kemungkinan terjadinya abortus. Sebagai contoh infeksi virus pada trimester pertama ialah infeksi oleh virus Rubella. Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang menderita infeksi Rubella pada trimester pertama dapat menderita kelainan kongenital pada mata sebagai katarak, kelainan pada sistem pendengaran sebagai tuli dan ditemukannya kelainan jantung bawaan. Beberapa infeksi lain pada- trimester pertama yang dapat menimbulkan kelainan kongenital antara lain ialah infeksi virus sitomegalovirus, infeksi toksoplasmosis. Kelainan-kelainan kongenital yang mungkin dijumpai ialah adanya gangguan pertumbuhan pada sistem saraf pusat seperti hidrosefalus, mikrosefalus, atau mikroptalmia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Faktor obat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa jenis obat tertentu yang diminum wanita hamil pada trimester pertama kehamilan diduga sangat erat hubungannya dengan terjadinya kelainan kongenital pada bayinya. Salah satu jenis obat yang telah diketahui dapat menimbulkan kelainan kongenital ialah thalidomide yang dapat mengakibatkan terjadinya fokomelia atau mikromelia. Beberapa jenis jamu-jamuan yang diminum wanita hamil muda dengan tujuan yang kurang balk diduga erat pula hubungannya dengan terjadinya kelainan kongenital, walaupun hal MI secara laboratorik belum banyak diketahui secara pasti.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebaiknya selama kehamilan, khususnya trimester pertama, dihindari pemakaian obat-obatan yang tidak perlu sama sekali; walaupun hal in] kadang-kadang sukar dihindari karena calon ibu memang terpaksa harus minum obat. Hal ini misalnya pada pemakaian transkuilaiser untuk penyakit tertentu, pemakaian sitostatik atau preparat hormon yang tidak dapat dihindarkan; keadaan ini perlu dipertimbangkan sebaik-baiknya sebelum kehamilan dan akibatnya terhadap bayi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Faktor umur ibu&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Telah diketahui bahwa mongolisme lebih sering ditemukan pada bayi-bayi yang dilahirkan oleh ibu yang mendekati masa menopause. DI bangsal bayi baru lahir Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo pada tahun 1975-1979, secara klinis ditemukan angka kejadian mongolisme 1,08 per 100 kelahiran hidup dan citemukan risiko relatif sebesar 26,93 untuk kelompok ibu berumur 35 tahun atau lebih; angka kejadian yang ditemukan ialah 1 : 5500 untuk kelompok ibu berumur &amp;lt; 35 tahun, 1 : 600 untuk kelompok ibu berumur 35-39 tahun, 1 : 75 untuk kelompok ibu berumur 40-44 tahun dan 1 : 15 untuk kelompok ibu berumur 45 tahun atau lebih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Faktor hormonal&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faktor hormonal diduga mempunyai hubungan pula dengan kejadian kelainan kongenital. Bayi yang dilahirkan oleh ibu hipotiroidisme atau ibu penderita diabetes mellitus kemungkinan untuk mengalami gangguan pertumbuhan lebih besar bila dibandingkan dengan bayi yang normal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Faktor radiasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Radiasi pada permulaan kehamilan mungkin sekali akan dapat menimbulkan kelainan kongenital pada janin. Adanya riwayat radiasi yang cukup besar pada orang tua dikhawatirkan akan dapat mengakihatkan mutasi pada gene yang mungkin sekali dapat menyebabkan kelainan kongenital pada bayi yang dilahirkannya. Radiasi untuk keperluan diagnostik atau terapeutik sebaiknya dihindarkan dalam masa kehamilan, khususnya pada hamil muda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Faktor gizi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada binatang percobaan, kekurangan gizi berat dalam masa kehamilan dapat menimbulkan kelainan kongenital. Pada manusia, pada penyelidikan-penyelidikan menunjukkan bahwa frekuensi kelainan kongenital pada bayi-bayi yang dilahirkan oleh ibu yang kekurangan makanan lebih tinggi bila dibandingkan dengan bayi-bayi yang lahir dari ibu yang balk gizinya. Pada binatang percobaan, adanya defisiensi protein, vitamin A riboflavin, folic acid, thiamin dan lain-lain dapat menaikkan kejadian kelainan kongenital&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-5874806253731067661?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/5874806253731067661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=5874806253731067661&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/5874806253731067661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/5874806253731067661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/12/kelainan-kongenital.html' title='Kelainan Kongenital'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-6882544705632758585</id><published>2011-12-11T09:23:00.001-08:00</published><updated>2011-12-11T09:24:29.030-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Kesehatan'/><title type='text'>Proses Manajemen Keperawatan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;A.&amp;nbsp;Pengkajian - Pengumpulan Data&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahap ini seorang manager dituntut tidak hanya mengumpulkan informasi tentang keadaan pasien, melainkan juga mengenai institusi (Rumah Sakit/Puskesmas), tenaga keperawatan, administrasi, dan bagian keuangan yang akan mempengaruhi fungsi keperawatan secara keseluruhan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manajer perawat yang efektif harus mampu memanfaatkan proses manajemen dalam mencapai suatu tujuan melalui usaha orang lain. Bila ia memimpin anggota staf, maka manajer harus bertindak secara terencana dan efektif serta mampu menjalankan pekerjaan bersama dengan para perawat dari beberapa &amp;nbsp;level hirarki &amp;nbsp;serta didasarkan pada informasi penuh dan akurat tentang apa yang perlu dan harus diselesaikan, dengan cara dan alasan apa, tujuan dan sumber daya apa yang tersedia untuk melaksanakan rencana itu. Selanjutnya, manajer yang efektif harus mampu mempertahankan suatu level yang tinggi bagi efesiensi pada salah satu bagian dengan cara menggunakan ukuran pengwasan untuk mengidentifikasi masalah dengan segera, dan setelah mereka terbentuk kemudian dievaluasi apakah rencana tersebut perlu diubah atau prestasi karyawan yang perlu dikoreksi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proses adalah suatu rangkaian tindakan yang mengarah pada suatu tujuan. Di dalam proses keperawatan, bagian akhir mungkin berupa sebuah pembebasan dari gejala, eliminasi resiko, pencegahan komplikasi, argumentasi pengetahuan atau keterampilan kesehatan dan kemudahan dari kebebasan maksimal. Di dalam proses manajemen keperawatan, bagian akhir adalah perawatan yang efektif dan ekonomis bagi semua kelompok pasien.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;B.&amp;nbsp;Diagnosa Keperawatan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diagnosa keperawatan adalah menganalisis data subjektif dan objektif untuk membuat diagnosa keperawatan. Diagnosa keperawatan melibatkan proses berpikir kompleks tentang data yang dikumpulkan dari klien, keluarga, rekam medik, dan pemberi pelayanan kesehatan yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The North American Nursing Diagnosis Association (NANDA, 1992) mendefinisikan diagnosa keperawatan semacam keputusan klinik yang mencakup klien, keluarga, dan respon komunitas terhadap sesuatu yang berpotensi sebagai masalah kesehatan dalam proses kehidupan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dalam membuat diagnosa keperawatan dibutuhkan ketrampilan klinik yang baik, mencakup proses diagnosa keperawatan dan perumusan dalam pembuatan pernyataan keperawatan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Proses diagnosa keperawatan dibagi menjadi kelompok interpretasi dan menjamin keakuratan diagnosa dari proses keperawatan itu sendiri. Perumusan pernyataan diagnosa keperawatan memiliki beberapa syarat yaitu mempunyai pengetahuan yang dapat membedakan antara sesuatu yang aktual, risiko, dan potensial dalam diagnosa keperawatan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;C.&amp;nbsp;Intervensi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Intervensi keperawatan adalah preskripsi untuk perilaku spesifik yang diharapkan dari pasien dan/atau tindakan yang harus dilakukan oleh perawat. Intervensi dilakukan untuk membantu pasien dalam mencapai hasil yang diharapkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Intervensi keperawatan harus spesifik dan dinyatakan dengan jelas. Pengkualifikasian seperti bagaimana, kapan, di mana, frekuensi, dan besarnya memberikan isi dari aktivitas yang direncanakan. Intervensi keperawatan dapat dibagi menjadi dua yaitu mandiri yaitu dilakukan oleh perawat dan kolaboratif yaitu yang dilakukan oleh pemberi perawatan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;D.&amp;nbsp;Implementasi&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Implementasi keperawatan adalah kategori dari perilaku keperawatan dimana tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan dan hasil yang diperkirakan dari asuhan keperawatan dilakukan dan diselesaikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Implementasi mencakup melakukan, membantu atau mengarahkan kinerja aktivitas kehidupan sehari-hari, memberikan arahan keperawatan untuk mencapai tujuan yang berpusat pada klien, dan mengevaluasi kerja anggota staf, dan mencatat serta melakukan pertukaran informasi yang relevan dengan perawatan kesehatan berkelanjutan dari klien.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;E.&amp;nbsp;Evaluasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Evaluasi mengacu kepada penilaian, tahapan, dan perbaikan. Pada tahap ini perawat menemukan penyebab mengapa suatu proses keperawatan dapat berhasil atau gagal. (Alfaro-LeFevre, 1994)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perawat menemukan reaksi klien terhadap intervensi keperawatan yang telah diberikan dan menetapkan apa yang menjadi sasaran dari rencana keperawatan dapat diterima.Perencanaan merupakan dasar yang mendukung suatu evaluasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menetapkan kembali informasi baru yang diberikan kepada klien untuk mengganti atau menghapus diagnosa keperawatan, tujuan, atau intervensi keperawatan. Menentukan target dari suatu hasil yang ingin dicapai adalah keputusan bersama antara perawat dank lien (Yura &amp;amp; Walsh, 1988)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Evaluasi berfokus pada individu klien dan kelompok dari klien itu sendiri. Proses evaluasi memerlukan beberapa keterampilan dalam menetapkan rencana asuhan keperawatan., termasuk pengetahuan mengenai standar asuhan keperawatan, respon klien yang normal terhadap tindakan keperawatan, dan pengetahuan konsep teladan dari keperawatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-6882544705632758585?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/6882544705632758585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=6882544705632758585&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/6882544705632758585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/6882544705632758585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/12/proses-manajemen-keperawatan.html' title='Proses Manajemen Keperawatan'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-6312033453260168919</id><published>2011-12-11T09:20:00.001-08:00</published><updated>2011-12-11T09:20:49.776-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Kesehatan'/><title type='text'>Penanganan Nyeri Pada Kanker Serviks</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kanker serviks masih merupakan masalah kesehatan perempuan karena insiden dan angka kematiannya yang tinggi. Kanker serviks adalah penyebab kematian kedua tersering pada wanita umur 15-34 tahun dan merupakan penyebab utama kematian pada wanita umur 35-54 tahun.1 Angka kematian yang tinggi berhubungan dengan keterbatasan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, pengetahuan/pendidikan masyarakat, dan kebudayaan kesehatan. Akan tetapi faktor yang paling menonjol adalah keterlambatan diagnosis kanker serviks dimana sebagian besar terdiagnosis pada stadium invasif, stadium lanjut, bahkan stadium terminal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penanganan Nyeri Pada Kanker Serviks Stadium Lanjut&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Obat-obatan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Analgesik merupakan pendekatan utama dalam penanganan nyeri kanker. Dengan koordinasi terapi primer seperti kemoterapi, radioterapi dan pembedahan, farmakoterapi dengan opioid, nonopioid dan analgesik ajuvan dilakukan per individu untuk mendapatkan keuntungan dan keseimbangan antara hilangnya nyeri dan tidak timbulnya efek samping.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;WHO pada tahun 1986 mempublikasikan buku kecil dengan penuntun untuk pemberian obat untuk penderita dengan nyeri kanker. Penuntun ini memformulasikan mengenai konsep tangga analgesik (analgesik ladder). Tangga analgesik ini telah diuji di banyak negara baik negara maju dan negara yang sedang berkembang dengan hasil dapat mengobati lebih dari 80% penderita. Di negara yang sedang berkembang, tantangannya terletak pada pendidikan dan implementasi prinsip-prinsip dasar di balik tangga analgesik ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;WHO Three Step ladder adalah sebagai berikut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Step I:&amp;nbsp;Penderita dengan nyeri kanker ringan sampai sedang harus diobati dengan analgesik nonopioid, yang harus dikombinasikan dengan obat-obat tambahan jika ada indikasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Step II: Penderita yang relatif tidak toleran dan menderita nyeri sedang sampai berat, atau yang gagal mendapatkan perbaikan setelah percobaan dengan analgesik nonopioid harus diobati dengan opioid konvensional yang digunakan untuk nyeri sedang (opioid lemah). Yang termasuk dalam golongan ini adalah kodein, hidrokodon, dihidrokodein, oksikodon profoksifen. Obat-obatan ini umumnya dikombinasikan dengan nonopioid dan bisa diberikan bersama-sama dengan analgesik ajuvan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Step III: Penderita yang menderita nyeri berat, atau gagal mendapatkan perbaikan yang adekuat setelah pemberian obat pada tangga kedua, harus menerima opioid konvensional yang digunakan untuk nyeri berat (opioid kuat). Yang termasuk obat-obatan ini ialah morfin, oksikodon, hidromorfon, metadon, levofanol, fentanil. Obat-obatan ini bisa dengan petunjuk dosis yang sesuai, pengobatan ini memberikan kesembuhan pada 70-90% penderita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Analgesik Nonopioid&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prostaglandin dibentuk dalam jaringan rusak dan tampaknya terlibat dalam mensensitisasi nosiseptor perifer terhadap rangsang nyeri. Pengaruh NSAID adalah untuk menghambat enzim siklooksigenase dan akibatnya akan menghambat sintesa prostaglandin. Prostaglandin merupakan mediator inflamasi yang mensensitisasi nosiseptor perifer. Prostaglandin, leukotriene dan tromboksan semuanya merupakan derivat asam arakhidonat yang teroksigenasi, suatu lemak poly unsatturated essensial. NSAID membuat siklooksigenase tidak aktif, dimana tugas siklooksigenase ini adalah mengkatalisa pembentukan siklik endoperoksida dari asam arakhidonat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Analgesik Opioid&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Opioid merupakan bahan yang paling efektif dalam mengobati komponen nosiseptor dari nyeri akut. Namun banyaknya pandangan keliru seputar penggunaan opioid, telah menghasilkan kecenderungan menggunakan dosis yang tidak adekuat pada jangka waktu lama. Sekali telah dibuat keputusan untuk menggunakan obat-obatan opioid, maka harus menggunakan dosis obat efektif yang logik dan essensial.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kodein&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kodein merupakan analgesik opioid yang paling sering digunakan untuk&amp;nbsp;menangani nyeri ringan sampai sedang. Paling sering digunakan dalam kombinasi&amp;nbsp;dengan aspirin atau asetaminofen. Waktu paruh plasma dan lama kerjanya&amp;nbsp;biasanya berkisar antara 2-4 jam. 1,3,5&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hidrokodon&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merupakan analgesik oral yang poten yang kira-kira potensinya setengahdari morfin oral.1&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dihidrokodein&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merupakan analog kodein yang ekuianalgesik.1&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oksikodon&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oksikodon oral memiliki bioavailabilitas yang tinggi (60%) dan potensi&amp;nbsp;analgesik yang dapat disamakan dengan morfin. Oksikodon yang digabungkan&amp;nbsp;dengan aspirin atau asetaminofen berguna untuk nyeri sedang pada tangga II&amp;nbsp;analgesic ladder. 1,3,5&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Profoksifen&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Profoksifen dimetabolisme menjadi non profoksifen yang mempunyai waktu paruh lama dan disertai dengan efek eksitasi, termasuk gemetar dan kejang. Efek ini tergantung dosis dan bukan merupakan masalah pada dosis profoksifen yang diberikan untuk nyeri sedang pada penderita non toleran.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Morfin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan pada availabilitasnya, morfin dirancang sebagai preparat dasar untuk tangga III dari analgesik ladder. Preparatnya tersedia untuk penggunaan oral, rektal, parental dan pemberian intra spinal. Memiliki waktu paruh dan lama kerja 2-4 jam. Morfin mengalami glukoronidasi di hepar dan metabolitnya diekskresikan melalui ginjal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hidromorfon&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merupakan opioid dengan waktu paruh pendek. Dapat diberikan melalui oral, rektal, parenteral dan intra spinal. Kelarutannya, tingginya bioavailabilitasnya dan availabilitasnya pada preparat berkonsentrasi tinggi (10 mg/cc), membuatnya sesuai untuk infus subkutan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meperidin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meperidin merupakan agonis opioid dengan waktu paruh pendek dengan efek sampingnya yang luas, sehingga penggunaannya dibatasi. Meperidin imetabolisme di hati menjadi normeperidin, yang merupakan metabolit aktif yang potensinya dua kali konvulsan. Akumulasi normeperidin setelah pemberian berulang ditandai dengan tremor, mioklonus multifokal dan kadang-kadang kejang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fentanil&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merupakan opioid semisintetik yang ditandai dengan potensinya yang tinggi,lipofilik, dan waktu paruhnya setelah pemberian bolus pendek. Perkembangannya sebagai sistem analgesik transdermal telah memperluas kegunaan klinisnya untuk menatalaksanakan nyeri kanker. Fentanil juga digunakan sebagai premedikasi untuk tindakan-tindakan yang menimbulkan nyeri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oksimorfon&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merupakan kelompok morfin dengan waktu paruh singkat yang tersedia dalam bentuk injeksi dan formula rektal. Oksimorfon kurang sering melepaskan histamin daripada morfin dan mungkin berguna untuk penderita yang mengalami gatal sebagai respon terhadap opioid.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Metadon&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Metadon merupakan opioid sintetik dengan waktu paruh plasma yang sangat lama, kira-kira mencapai 24 jam (rentang waktu antara 13-100 jam). Walaupun memiliki waktu paruh lama,beberapa penderita memerlukan dosis pada interval 4-8 jam untuk mempertahankan efek analgesik. Tersedia dalam bentuk oral dan parenteral.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Levorfanol&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mempunyai waktu paruh lama (12-16 jam) yang tersedia dalam bentuk oral dan parenteral. Umumnya digunakan sebagai pilihan kedua pada penderita nyeri kanker kronik yang tidak dapat diatasi dengan morfin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cara Pemberian Opioid&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Oral&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemberian opiod oral tetap merupakan pemberian paling penting dan paling sesuai dalam praktek klinis. Pemberian oral memiliki onset kerja yang lebih lama dan waktu puncak dicapai lebih lama daripada parenteral. Pemberian opioid secara oral tidak sesuai untuk penderita yang mengalami kesulitan menelan atau menderita obstruksi gastrointestinal, dan untuk penderita yang memerlukan onset analgesik yang cepat. Pada pemberian oral, opioid diabsorbsi dari saluran cerna langsung ke sirkulasi portal, dimana kemudian diangkut ke liver. Obat ini dimetabolisme menjadi produk inaktif sebelum mencapai sirkulasi sistemik yang dikenal sebagai hepatic first pass effect. Efek ini menyebabkan timbul persepsi bahwa pemberian opioid oral tidak efektif.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Rektal&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cara pemberian melalui rektal merupakan pilihan noninvasif pada penderita yang tidak mungkin menggunakan opioid oral. Potensi yang dicapai oleh opioid per rektal kira-kira sama dengan yang dicapai dengan pemberian oral. Pemberian opioid rektal telah diajukan pada penderita yang tidak dapat menelan, atau mereka yang sering sekali mengalami mual dan muntah setelah pemberian oral. Pada beberapa penelitian, bioavailabilitas pemberian per rectal serupa dengan pemberian oral.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Transdermal&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tersedia formula transdermal dari fentanil yang dapat mengeluarkan atau 100 µg per jam. Indikasi pemberian secara transdermal ialah toleransi obat oral, gagal dipenuhinya efek analgesik dengan pemberian oral.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sublingual&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemberian sublingual terutama berguna pada penderita-penderita yang mengeluh mual, muntah, dan disfagi, yang tidak dapat mentoleransi pemberian oral. Secara teori, pemberian ini memberikan keuntungan absorbsi sistemik daripada yang melalui portal. Absorbsi sublingual dari metadon, fentanil, dan bufrenorfin dari larutan alkalin telah menunjukkan pencapaian efek analgesic yang sangat cepat. Absorbsi sublingual dapat terjadi pada setiap opioid, tetapi bioavailabilitasnya sangat jelek pada obat yang tidak bersifat lipofilik seperti morfin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Parenteral&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dipilih untuk penderita yang memerlukan onset analgesik segera dosis yang sangat tinggi atau penderita yang tidak bisa menelan atau terdapat obstruksi gastrointestinal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-6312033453260168919?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/6312033453260168919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=6312033453260168919&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/6312033453260168919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/6312033453260168919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/12/penanganan-nyeri-pada-kanker-serviks.html' title='Penanganan Nyeri Pada Kanker Serviks'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-7589880772391975512</id><published>2011-12-11T09:18:00.001-08:00</published><updated>2011-12-11T09:19:14.273-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Kesehatan'/><title type='text'>Seputar Nyeri Pinggang</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anatomi Pinggang&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum membicarakan lebih lanjut tentang nyeri pinggang atau LBP, ada baiknya kita lihat dulu susunan normal/anatomi yang membentuk pinggang . Struktur penting yang membentuk pinggang antara lain : tulang belakang (vertebra), sendi tulang belakang, ligamentum yang mengikat tulang belakang, serat saraf, otot, organ dalam perut dan pelvis serta kulit yang menutupi daerah pinggang. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tulang belakang diciptakan sedemikian rupa sehingga mampu bergerak sesuai kehendak sembari melindungi serat saraf yang ada di dalamnya. Dibagian belakang setiap tulang, terbentuk tonjolan khusus yang disebut prosesus spinosus yang salah satu fungsinya adalah melindungi serat saraf yang lewat di depannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diskus atau piringan sendi adalah bagian atas dan bawah dari tulang belakang yang menghubungkan antara satu tulang dengan tulang yang lain. Selain memudahkan pergerakan, diskus ini juga berfungsi untuk meminimalisasi tekanan yang terjadi pada rongga serat saraf.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ligamentum adalah jaringan ikat yang sangat kuat guna memegang tulang belakang agar tidak terlepas satu dengan yang lainnya. Serat saraf yang lewat melalui tulang belakang berfungsi untuk menghantarkan rasangan sensoris maupun motoris ke organ yang ada di bawahnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fungsi Pinggang&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Daerah pinggang mempunyai fungsi yang sangat penting pada tubuh manusia. Fungsi penting tersebut antara lain, membuat tubuh berdiri tegak, pergerakan, dan melindungi beberapa organ penting.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat kita berdiri, pinggang berfungsi sebagai penyangga sebagian besar berat badan. Saat kita menggoyangkan pinggul, pinggang akan ikut membantu pergerakan. Sehingga untuk mendeteksi kelainan pada pinggang dapat dilakukan dengan menyuruh pasien berdiri tegak atau menggoyangkan pinggulnya. Fungsi terpenting dari semuanya adalah sebagai pelindung susunan saraf yang melintas sepanjang tulang belakang dan organ yang terdapat di dalam rongga perut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penyebab Tersering Nyeri Pinggang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut adalah beberapa penyebab tersering dari nyeri pinggang atau low back pain (LBP).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peregangan Tulang Pinggang (akut, khronis)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peregangan tulang pinggang adalah cidera regangan pada ligamentum, tendon dan otot pinggang. Regangan akan menyebabkan luka yang sangat kecil pada organ tersebut. Cidera yang paling sering menjadi biang kerok dari nyeri pinggang ini, disebabkan oleh beberapa hal antara lain, pergerakan yang berlebihan, pergerakan yang tidak benar atau trauma. Disebut akut bila keadaan ini berlangsung dalam beberapa hari atau minggu, dan disebut khronis bila keadaan ini berlangsung lebih dari 3 bulan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peregangan tulang pinggang sering terjadi pada orang yang berumur diatas 40 tahun. Terkadang keadaan ini bisa menyerang tanpa batasan usia. Gejala yang timbul dari keadaan ini antara lain adanya rasa tidak nyaman atau nyeri pada pinggang setelah pinggang mengalami tekanan mekanis. Derajat nyeri sangat tergantung dari seberapa banyak otot yang mengalami cidera.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diagnosis peregangan pinggang ditegakan melalui wawancara untuk mengetahui riwayat trauma yang terjadi, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan rontgen.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penanganan nyeri pinggang oleh karena peregangan yang paling utama adalah mengistirahatkan pingang agar tidak terjadi cidera ulangan. Obat obatan diperlukan untuk meredakan nyeri dan melemaskan otot yang kaku. Bisa pula dilakukan pemijatan, penghangatan dan penguatan otot pinggang, namun tetapi harus dilakukan secara hati hati.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Iritasi saraf&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Serat serat saraf yang terbentang sepanjang tulang belakang dapat mengalami iritasi oleh karena pergeseran mekanis atau oleh penyakit. Keadaan ini termasuk penyakit diskus lumbar (radikulopathy), gangguan tulang, dan peradangan saraf akibat infeksi virus.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Radikulopathy lumbar&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Radikulopathy lumbar adalah iritasi saraf yang disebabkan oleh karena rusaknya diskus antara tulang belakang. Kerusakan ini terjadi akibat dari adanya degenerasi dari cincin luar diskus, dan trauma atau kombinasi antara keduanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penanganan penyakit ini memerlukan pengobatan konservatif dengan obat obatan atau bila keadaan parah bisa dilakukan tindakan pembedahan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kondisi tulang dan sendi&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kondisi tulang dan sendi yang bisa menyebabkan nyeri pinggang antara lain gangguang kongenital (bawaan), gangguan akibat proses degeneratif dan peradangan yang terjadi pada sendi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penyebab Lain Nyeri Pinggang&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penyebab lain dari nyeri pinggang antara lain :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gangguan ginjal&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gangguan ginjal yang sering dihubungkan dengan nyeri pinggang antara lain infeksi ginjal, batu ginjal, dan perdarahan pada ginjal akibat trauma. Diagnosa ditegakan berdasarkan pemeriksaan kencing, dan pemeriksaan radiologi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kehamilan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wanita hamil sering mengalami nyeri pinggang sebagai akibat dari tekanan mekanis pada tulang pinggang dan pengaruh dari posisi bayi dalam kandungan. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masalah pada organ peranakan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa masalah pada organ peranakan perempuan yang dapat menimbulkan nyeri pinggang antara lain kista ovarium, tumor jinak rahim dan endometriosis.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tumor&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nyeri pinggang bisa pula disebabkan oleh karena tumor, baik tumor jinak maupun ganas. Tumor dapat terjadi lokal pada tulang pinggang atau terjadi di tempat lain tetapi mengalami metastase atau penyebaran ke tulang pinggang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Penanganan Nyeri Pinggang&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti telah dijelaskan diatas, penanganan nyeri pinggang sangat terggantung dari penyebab nyeri itu. Setiap kasus harus ditangani secara individual untuk mengetahui latar belakang dari keluhannya sehingga dapat dikelola dengan tepat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prinsip utama penanganan nyeri pinggang adalah mengatasi nyerinya terlebih dahulu, setelah itu baru dicari penyebab dari nyeri pinggangnya.Sayangnya keluhan ini bisa kambuh kambuhan sehingga sangat menjengkelkan bagi beberapa pasien, untuk itu perlu dijelaskan dengan baik tentang kemungkinan kemungkinan yang terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-7589880772391975512?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/7589880772391975512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=7589880772391975512&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/7589880772391975512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/7589880772391975512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/12/seputar-nyeri-pinggang.html' title='Seputar Nyeri Pinggang'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-1547547804232861651</id><published>2011-12-11T09:15:00.003-08:00</published><updated>2011-12-11T09:17:39.481-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Kesehatan'/><title type='text'>Penanganan Nyeri Pada Bayi</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada zaman dulu, bayi, terutama yang baru dilahirkan, seringkali dianggap belum mampu memberikan respons nyeri. Hal ini disebabkan, untuk dapat bereaksi terhadap nyeri atau rasa sakit, diperlukan susunan saraf yang sudah terbentuk dengan baik dan adanya pengalaman awal terhadap nyeri sehingga nyeri dapat diinterpretasikan dengan baik. Bayi yang baru dilahirkan dianggap belum memiliki sistem persarafan yang sempurna sehingga dianggap belum mampu merespons nyeri yang diterima dengan baik.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prosedur medis yang dilakukan di rumah sakit sering bersifat invasif dan dilakukan tanpa mempertimbangkan rasa nyeri yang mungkin dialami. Sampai akhir tahun 1980-an, operasi yang dilakukan pada bayi sering tanpa mempergunakan obat-obatan anestesi yang memadai. Demikian pula bayi-bayi prematur (kurang bulan) yang dirawat di ruangan intensif sering menerima perlakuan yang menimbulkan nyeri tanpa mendapatkan obat yang dapat mengurangi rasa nyeri. Perlakuan yang dimaksud adalah prosedur medis rutin yang harus dilakukan untuk mempertahankan stabilitas fisiknya seperti pengambilan darah, pemasangan infus, ataupun pemberian tranfusi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penelitian-penelitian yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa terdapat suatu fenomena baru mengenai nyeri, yaitu:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Telah mulai dikenali secara luas bahwa pada bayi yang baru dilahirkan baik bayi yang cukup bulan (bayi yang dilahirkan pada saat kehamilan berusia lebih atau sama dengan 37 minggu) ataupun kurang bulan (bayi yang dilahirkan pada saat kehamilan berusia kurang dari 37 minggu), telah memiliki kemampuan untuk mengantarkan nyeri dengan sempurna. Hal ini disebabkan sistem persarafan dan hormonal yang terlibat dalam proses pengantaran respons nyeri telah terbentuk sempurna pada akhir trisemester kedua kehamilan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terdapat beberapa metode penanganan nyeri yang cukup mudah dilaksanakan sehingga pada akhirnya penanganan nyeri dapat dikerjakan dengan cara yang praktis dan tidak menimbulkan efek samping. Penanganan nyeri ini dikenal dengan metode yang tidak mempergunakan obat-obat antinyeri (non farmakologi) yang terutama diperuntukkan bagi rasa nyeri yang ditimbulkan tindakan medis minimal. Metode ini dianggap mampu mengurangi respons nyeri secara optimal dan dalam pelaksanaannya tidak memerlukan pengawasan yang intensif.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiga Kelompok Nyeri pada Bayi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nyeri yang dialami bayi dapat menimbulkan efek yang tidak saja akan dialami pada masa sekarang, namun juga berdampak di masa kehidupannya mendatang. Pada dasarnya pengaruh nyeri terbagi menjadi tiga kelompok yaitu efek segera, efek jangka pendek, dan efek jangka panjang. Masing-masing kelompok menimbulkan efek yang berbeda-beda.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Efek segera: menimbulkan rasa ketakutan, kegelisahan, gangguan waktu tidur dan bangun, penurunan jumlah konsumsi makanan, peningkatan jumlah produksi asam lambung.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Efek jangka pendek: gangguan imunologis (pertahanan tubuh), keterlambatan penyembuhan, gangguan pembentukan emosi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Efek jangka panjang: terbentuknya ingatan terhadap nyeri, retardasi pertumbuhan, perubahan dalam merespons nyeri. Nah, melihat respons terhadap nyeri yang dijelaskan di atas, mungkinkah efek nyeri dapat menjadi sedemikian luasnya? Jawabannya, mungkin, tergantung dari sisi mana kita memandang. Nyeri yang dapat menimbulkan efek seperti di atas adalah nyeri yang dialami berulang-ulang dan dalam intensitas yang cukup kuat. Namun bagaimana pun, intensitas nyeri yang dialami akan terekam dalam ingatan bayi sehingga di masa mendatang akan terjadi perubahan memori terhadap nyeri dan menyebabkan makin rendahnya nilai ambang terhadap nyeri. Pada beberapa bayi, sering terlihat reaksi ketakutan dan kegelisahan terhadap situasi dimana dia harus mengalami rasa nyeri ini. Di mata kita, terlihat sebagai respons yang dianggap "biasa", padahal dalam kenyataannya jika hal ini dialami berulangkali akan menimbulkan efek seperti yang telah dijelaskan di atas.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penanganan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbagai macam pertanyaan dapat muncul berkaitan dengan respons nyeri dan efeknya di masa mendatang. Tetapi ada beberapa prinsip yang bisa dipakai pegangan dalam menjawab sejumlah pertanyaan tersebut yaitu:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pada dasarnya, semua bentuk rasa nyeri yang diterima oleh bayi sebaiknya dihindari, jika tidak memungkinkan dapat dipakai beberapa cara penanganan nyeri secara praktis.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Makin dini penanganan nyeri dilakukan, makin baik hasil yang akan diperoleh. Hal ini disebabkan oleh adanya rekaman terhadap rasa nyeri yang akan sangat berpengaruh terhadap bagaimana respons nyeri bayi Anda di masa mendatang. Penanganan nyeri dengan tidak memakai obat-obatan merupakan metode yang praktis, tidak menimbulkan efek samping dan mudah untuk dilaksanakan. Metode ini digunakan untuk penanganan nyeri yang disebabkan oleh prosedur medis minimal yang telah dijelaskan di atas. Penelitian yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir ini telah membuktikan bahwa pemberian larutan gula dan menyusui mampu menurunkan respons nyeri dengan optimal pada bayi. Sayangnya penelitian yang sama pada anak belum pernah dilakukan, sehingga belum dapat dijelaskan kegunaannya pada media ini.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Berikut penjelasan selengkapnya:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pemberian larutan gula Larutan gula yang mampu menurunkan respons nyeri berkisar antara 12-50% (di pasaran Indonesia dijual dalam kemasan 5%, 10%, 40%). Respons terhadap nyeri didapat oleh karena sensasi rasa manis pada larutan guna dapat merangsang munculnya opiate endogen dalam tubuh (zat analgesik alamiah yang terdapat dalam tubuh). Metode pemberiannya adalah dengan memberikan larutan ini melalui semprit 2-3 menit sebelum melakukan imunisasi, pengambilan infus, dll. Respons nyeri yang dapat diturunkan cukup besar yaitu berkisar 50% dari respons nyeri yang sesungguhnya.&amp;nbsp;Larutan gula merupakan teknik penanganan nyeri yang dapat dilaksanakan di rumah sakit, termasuk di ruangan intensif dimana prosedur medis minimal ini sering dikerjakan. Permasalahannya, bagaimana jika nyeri ini juga dialami di luar rumah sakit atau di tempat-tempat yang tidak memiliki cukup perawat terlatih untuk mengerjakannya? Ambillah contoh pemberian imunisasi yang merupakan program rutin yang dapat dilakukan di mana saja seperti Posyandu, tempat praktik bidan, dokter, ataupun Puskesmas pembantu.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyusui,&amp;nbsp;Menyusui merupakan proses alamiah yang dapat dikerjakan oleh semua ibu yang memiliki bayi. Telah dikenal secara luas berbagai manfaat yang didapat dari ASI dan proses menyusui itu sendiri. Kini, manfaat itu bertambah lagi dengan ditemukannya efek analgesik dari menyusui. &amp;nbsp;Seperti yang telah dijelaskan, efek analgesik dapat muncul dari sensasi rasa manis (terdapat pada ASI), efek ini dapat diperkuat dengan proses mengisap. Berdasarkan penelitian beberapa tahun terakhir didapatkan bahwa menyusui dapat menurunkan respons nyeri 3/4 dari respons semula. Sungguh suatu angka yang mengejutkan karena respons analgesiknya hampir menyerupai respons obat-obatan. Tekniknya hampir sama dengan pemberian larutan gula, namun menyusui dilanjutkan 2-3 menit setelah perlakuan yang menimbulkan nyeri diberikan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kini, terdapat suatu metode yang sebenarnya sudah sangat familiar dengan kehidupan kita yang dapat dipergunakan untuk menurunkan respons nyeri dan mencegah efek yang merugikan di masa yang mendatang. Kebiasaan membiarkan bayi merasakan nyeri tanpa intervensi apapun, sebaiknya mulai dihilangkan, mengingat berbagai efek nyeri yang dapat muncul di masa mendatang. Pada bayi, menyusui dapat menjadi suatu alternatif yang mudah dilaksanakan dan dapat dilakukan di mana saja.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan pada anak, penanganan nyeri dapat dilakukan dengan pemberian obat yang bersifat lokal pada lokasi di mana perlakuan nyeri itu dikerjakan. Obat-obatan ini telah tersedia beberapa di apotek, namun sayang sekali belum banyak yang menggunakannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penanganan nyeri dalam bentuk apapun, dalam bentuk intervensi obat atau tanpa obat-obatan akan sangat berguna dalam mencegah efek nyeri di masa mendatang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-1547547804232861651?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/1547547804232861651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=1547547804232861651&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/1547547804232861651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/1547547804232861651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/12/penanganan-nyeri-pada-bayi.html' title='Penanganan Nyeri Pada Bayi'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-9096677289764206927</id><published>2011-12-11T09:15:00.001-08:00</published><updated>2011-12-11T09:15:06.594-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Kesehatan'/><title type='text'>Penanganan Nyeri Akut</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nyeri Akut&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adalah suatu keadaan dimana individu mengalami dan melaporkan adanya rasa ketidaknyamanan yang hebat atau sensasi yang tidak menyenangkan selama enam bulan atau kurang. (Carpenito, 1998: 55)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Batasan Karakteristik :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Subjektif : Komunikasi (verbal atau penggunaan kode) tentang nyeri dideskripsikan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Objektif :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Perilaku sangat berhati-hati&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Memusatkan diri&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Fokus perhatian rendah (perubahan persepsi waktu, menarik diri dari hubungan sosial, gangguan proses fikir)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Perilaku distraksi (mengerang, menangis dll)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Raut wajah kesakitan (wajah kuyu, meringis)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Perubahan tonus otot&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Respon autonom (diaforesis, perubahan tekanan darah dan nadi, dilatasi pupil, penurunan atau peningkatan frekuensi pernafasan).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nyeri Kronis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yaitu : keadaan dimana seseorang individu mengalami nyeri yang menetap atau intermiten dan berlangsung lebih dari enam bulan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Batasan Karakteristik :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mayor (Harus Terdapat)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Individu melaporkan bahwa nyeri telah ada lebih dari 6 bulan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Minor (Mungkin Terdapat)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt; Ketidaknyamanan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Marah, frustasi, depresi karena situasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Raut wajah kesakitan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Anoreksia, penurunan berat badan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Insomnia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Gerakan yang sangat berhati-hati&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Spasme otot&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kemerahan, bengkak, panas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Perubahan warna pada area terganggu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Abnormalitas refleks.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diagnosa Tambahan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kecemasan yang berhubungan dengan hilangnya kontrol&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Ketakutan yang berhubungan dengan nyeri&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kelemahan yang berhubungan dengan pengobatan pada penyakit&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Perubahan Penampilan Peran yang berhubungan dengan perubahan status kesehatan dan kerusakan koping&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Perubahan Pola Sexualitas yang berhubungan dengan kesakitan dan nyeri&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kerusakan Mobilitas Fisik yang berhubungan dengan nyeri dan ketidaknyamanan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Aktifitas Intoleran yang berhubungan dengan nyeri dan/atau depresi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Gangguan Pola Tidur yang berhubungan dengan nyeri&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kurang Perawatan Diri (total atau sebagian) yang berhubungan dengan nyeri&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Perubahan Pemeliharaan Kesehatan yang berhubungan dengan persaan tak berdaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rencana Tindakan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan dari rencana tindakan untuk mengatasi nyeri antara lain :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Meningkatkan perasaan nyaman dan aman individu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Meningkatkan kemampuan individu untuk dapat melakukan aktifitas fisik yang diperlukan untuk penyembuhan (misal; batuk dan nafas dalam, ambulasi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Mencegah timbulnya gangguan tidur&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Intervensi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara umum intervensi yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri dibagi menjadi 2 bagian besar, yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Non Farmakologik intervention : Distraksi, Relaksasi, Stimulasi Kutaneus&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Farmakologi Intervention&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Distraksi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa teknik distraksi, antara lain :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Nafas lambat, berirama&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Massage and Slow, Rhythmic Breathing&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Rhytmic Singing and Tapping&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Active Listening&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Guide Imagery&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Relaksasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teknik relaksasi terutama efektif untuk nyeri kronik dan memberikan beberapa keuntungan, antara lain :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Relaksasi akan menurunkan ansietas yang berhubungan dengan nyeri atau stress&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt; Menurunkan nyeri otot&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt; Menolong individu untuk melupakan nyeri&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Meningkatkan periode istirahat dan tidur&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Meningkatkan keefektifan terapi nyeri lain&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Menurunkan perasaan tak berdaya dan depresi yang timbul akibat nyeri&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Stewart (1976: 959), menganjurkan beberapa teknik relaksasi berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Klien menarik nafas dalam dan menahannya di dalam paru&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Secara perlahan-lahan keluarkan udara dan rasakan tubuh menjadi kendor dan rasakan betapa nyaman hal tersebut&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Klien bernafas dengan irama normal dalam beberapa waktu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Klien mengambil nafas dalam kembali dan keluarkan secara perlahan-lahan, pada saat ini biarkan telapak kaki relaks. Perawat minta kepada klien untuk mengkonsentrasikan fikiran pada kakinya yang terasa ringan dan hangat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Ulangi langkah 4 dan konsentrasikan fikiran pada lengan, perut, punggung dan kelompok otot-otot lain&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Setelah klien merasa relaks, klien dianjurkan bernafas secara perlahan. Bila nyeri menjadi hebat klien dapat bernafas secara dangkal dan cepat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Stimulasi Kulit (Cutaneus)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa teknik untuk stimulasi kulit antara lain :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kompres dingin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Analgesics ointments&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Counteriritan, seperti plester hangat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Contralateral Stimulation, yaitu massage kulit pada area yang berlawanan dengan area yang nyeri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Farmakologik Agent&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Analgesics&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Obat golongan analgesik akan merubah persepsi dan interpretasi nyeri dengan jalan mendepresi Sistem Saraf Pusat pada Thalamus dan Korteks Cerebri. Analgesik akan lebih efektif diberikan sebelum klien merasakan nyeri yang berat dibandingkan setelah mengeluh nyeri. Untuk alasan ini maka analgesik dianjurkan untuk diberikan secara teratur dengan interval, seperti setiap 4 jam (q 4h) setelah pembedahan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terdapat dua klasifikasi mayor dari analgesik, yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Narcotic (Strong analgesics)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Termasuk didalamnya adalah : derivat opiate seperti morphine dan codein.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Narkotik menghilangkan nyeri dengan merubah aspek emosional dari pengalaman nyeri (misal : persepsi nyeri). Perubahan mood dan perilaku dan perasaan sehat membuat seseorang merasa lebih nyaman meskipun nyerinya masih timbul.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Nonnarcotics (Mild analgesics)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mencakup derivat dari : Asam Salisilat (aspirin); Para-aminophenols (phenacetin); Pyrazolon (Phenylbutazone).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meskipun begitu terdapat pula obat analgesik kombinasi, seperti kombinasi dari analgesik kuat (strong analgesics) dengan analgesik ringan (mild analgesics), contohnya : Tylenol #3, merupakan kombinasi dari acetaminophen sebagai obat analgesik nonnarkotik dengan codein, 30mg.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Plasebo&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Plasebo merupakan jenis dari tindakan, seperti pada intervensi keperawatan yang menghasilkan efek pada klien dikarenakan adanya suatu kepercayaan daripada kandungan fisik atau kimianya (McCaffery, 1982:22). Pengobatannya tidak mengandung komponen obat analgesik (seperti : gula, larutan garam/normal saline, atau air) tetapi hal ini dapat menurunkan nyeri. Untuk memberikan plasebo ini perawat harus mempunyai izin dari dokter.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Medical Interventions&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Blok Saraf (Nerve Block)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Electric Stimulation&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Acupunture&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Hypnosis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Surgery/Pembedahan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Biofeedback&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-9096677289764206927?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/9096677289764206927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=9096677289764206927&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/9096677289764206927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/9096677289764206927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/12/penanganan-nyeri-akut.html' title='Penanganan Nyeri Akut'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-1107782485845700170</id><published>2011-12-11T04:13:00.001-08:00</published><updated>2011-12-11T04:23:42.159-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karya Tulis Ilmiah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Judul KTI'/><title type='text'>Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anemia merupakan masalah gizi di dunia, terutama di negara berkembang termasuk Indonesia. Angka &amp;nbsp;anemia gizi besi di Kabupaten Lampung Timur sebanyak 72,3%. Kekurangan besi pada remaja mengakibatkan pucat, lemah, letih, pusing, dan menurunnya konsentrasi belajar. Penyebabnya, antara lain: tingkat pendidikan orang tua, tingkat ekonomi, tingkat pengetahuan tentang anemia dari remaja putri, konsumsi Fe, Vitamin C, dan lamanya menstruasi. Angka prevalensi anemia di Indonesia, &amp;nbsp;yaitu pada remaja wanita sebesar 26,50%, pada wanita usia subur sebesar 26,9%, pada ibu hamil sebesar 40,1% dan pada balita sebesar 47,0%. Hasil pra survei terhadap 15 remaja putri &amp;nbsp;yang diperiksa Hb diperoleh hasil sebanyak 12 remaja putri (80%) mengalami anemia. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah faktor-faktor yang berhubungan &amp;nbsp;dengan &amp;nbsp;kejadian &amp;nbsp;anemia &amp;nbsp;pada &amp;nbsp;remaja putri kelas VII dan VIII di SMP. Tujuan penelitian adalah diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penelitian ini &amp;nbsp;merupakan penelitian analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasinya adalah semua remaja putri kelas VII dan VIII di SMP yang berjumlah 220 orang, sedangkan sampel penelitian berjumlah 142 responden yang diperoleh berdasarkan teknik random sampling, dengan menggunakan alat ukur angket. Selanjutnya dianalisis menggunakan analisis univariat untuk mengetahui presentase dan analisis bivariat dengan uji chi square.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat kejadian anemia sebesar 65%, persentase lama menstruasi yang lebih dari 7 hari sebanyak 48,6%, persentase pengetahuan yang kurang sebanyak 45,8%, dan persentase pendidikan ibu yang rendah sebanyak 43,7%. Terdapat hubungan antara lama menstruasi dengan kejadian anemia dengan nilai X2 hitung (10,8) &amp;gt; X2 tabel (3,481), Ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian anemia dengan nilai X2 hitung (14,9) &amp;gt; X2 tabel (3,481), Ada hubungan antara pendidikan ibu dengan kejadian anemia dengan nilai X2 hitung (9,7) &amp;gt; X2 tabel (3,481).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesimpulan penelitian membuktikan adanya hubungan antara lama menstruasi, pengetahuan dan pendidikan ibu dengan kejadian anemia. Hal ini berarti menunjukkan bahwa faktor lama menstruasi, pengetahuan dan pendidikan ibu merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri. Berdasarkan hasil penelitian agar diupayakan untuk program penanggulangan anemia pada remaja putri kelas VII dan VIII di SMP, yaitu melalui UKS dengan cara menganjurkan guru BP agar bekerjasama dengan puskesmas untuk memberikan tablet Fe pada remaja putri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata Kunci &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; : Lama Menstruasi, Pengetahuan, Pendidikan ibu, Kejadian Anemia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Daftar Bacaan &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&amp;nbsp;: 37 (1972 – 2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tertarikUntuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas&lt;br /&gt;ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.bascommetro.com/2009/12/cara-pemesanan-karya-tulis-ilmiah.html"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/Szn4NhJaI3I/AAAAAAAAAOg/r6tUTngaVqY/s1600/icon+pesan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-1107782485845700170?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/1107782485845700170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=1107782485845700170&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/1107782485845700170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/1107782485845700170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/12/faktor-faktor-yang-berhubungan-dengan.html' title='Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/Szn4NhJaI3I/AAAAAAAAAOg/r6tUTngaVqY/s72-c/icon+pesan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-8744570221276656551</id><published>2011-12-11T03:53:00.001-08:00</published><updated>2011-12-11T03:57:02.836-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Kesehatan'/><title type='text'>Teori tentang Kecemasan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Pengertian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Atkinson dkk. (1991) mendefinisikan kecemasan sebagai emosi yang tidak menyenangkan yang ditandai dengan rasa khawatir, keprihatinan dan rasa takut yang kadang-kadang dalam, dan dalam tingkat yang berbeda. Frued (dalam Atkinson dkk. 1991) mengatakan kecemasan sebagai suatu keadaan tegang. Sedangkan menurut Wolman dan Stricker (1994) kecemasan adalah keadaan yang tidak menyenangkan dan &amp;nbsp;menegangkan akan bencana yang tidak diharapkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harriman (1995) memberikan pengertian bahwa kecemasan adalah ketakutan &amp;nbsp;yang dirasakan karena ancaman berbahaya. Calhoum dan Acocella (1995) dan Kartono &amp;nbsp;(1997) menyebutkan bahwa kecemasan adalah ketakutan yang tidak nyata, suatu &amp;nbsp;perasaan terancam sebagai tanggapan terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak &amp;nbsp;mengancam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Steman (1994) mengatakan kecemasan sebagai suatu tanda dari adanya hal-hal &amp;nbsp;yang mengganggu ego. Menurut Sullivan (dalam Hall dan Lindzey 1994), kecemasan sebagai ketegangan akibat ancaman nyata dari luar yang membayangi keadaan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caplin (1997) mengatakan kecemasan dalam berbagai arti, yang pertama adalah perasaan campuran berisikan ketakutan dan keprihatinan mengenai masa-masa mendatang tanpa sebab khusus untuk ketakutan tersebut. Kedua, rasa takut atau &amp;nbsp;kekhawatiran kronis pada tingkat yang ringan. Ketiga, kekhawatiran atau ketakutan yang &amp;nbsp;kuat dan meluap. Keempat, adalah dorongan sekunder mencakup suatu reaksi penghindaran yang dipelajari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hawari (2001) pada individu yang cemas, gejalanya didominasi oleh &amp;nbsp;keluhan psikis (ketakutan dan kekhawatiran), tetapi dapat pula disertai keluhan somatis (fisik). Adapun gejala pada individu yang mengalami kecemasan adalah cemas, khawatir, bimbang, firasat buruk, takut akan pikirannya sendiri dan mudah tersinggung; merasa tegang, tidak tenang, gelisah, gerakan sering serba salah dan mudah terkejut; takut sendirian, takut keramaian dan banyak orang; gangguan pola tidur, mimpi-mimpi yang menegangkan; gangguan konsentrasi dan daya ingat; keluhan somatik seperti rasa sakit pada otot dan tulang, pendengaran berdengung (tinitus), berdebar-debar, sesak nafas, gangguan pencernaan, sakit kepala dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Secara klinis, gejala cemas yang biasa disertai dengan kecemasan yang &amp;nbsp;menyeluruh dan menetap (paling sedikit berlangsung selama 1 bulan) dapat dikategorikan sebagai respon psikologis, dan respon psikos. Respon psikologis terdiri dari ketegangan motorik/alat gerak (gemetar, tegang, nyeri oto, letih, tidak dapat santai, kelopak mata bergetar, kening berkerut, muka tegang, gelisah, tidak dapat diam, dan muka kaget), hiperaktivitas saraf otonom (simpatis/parasimatetis, yang terdiri dari berkeringat berlebihan, jantung berdebar-debar, telapak tangan/kaki basah, muka kering, pusing, kepala terasa ringan, kesemutan, rasa mual, rasa aliran panas/dingin, sering buang air seni, diare, rasa tidak enak di hulu hati, kerongkongan tersumbat, muka merah atau pucat, dan denyut nadi dan nafas cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Respon psikis merupakan rasa khawatir berlebihan tentang hal-hal yang akan &amp;nbsp;datang, dan kewaspadaan berlebihan. Rasa khawatir berlebihan bisa dalam bentuk cemas, khawatir, takut, bimbang, membayangkan akan datangnya kemalangan terhadap dirinya atau orang lain, berfirasat buruk. Kewaspadaan berlebihan bisa dalam bentuk mengalami lingkungan secara berlebihan sehingga mengakibatkan perhatian mudah teralih, sukar berkonsentrasi, gerakan serba salah, sukar tidur, merasa grogi, mudah tersinggung, dan tidak sabar.&lt;br /&gt;Menurut Ramaiah (2003), gejala kecemasan paling lazim adalah kejengkelan umum (seperti rasa gugup, jengkel, tegang dan rasa panik), sakit kepala (seperti ketegangan otot khususnya kepala, di daerah lengkuk dan di tulang punggung, menyebabkan sakit kepala atau rasa tidak enak (denyut kesakitan), gemetaran pada sekujur tubuh, khusunya lengan dan tangan, aktivitas sistem motorik. Menurut Blakburn dan Davidson (1990), ada beberapa gejala kecemasan, di antaranya adalah suasana hati, pikiran, motivasi, perilaku gelisah, reaksi biologis, ketakutan, ketegangan, dan &amp;nbsp;kekhawatiran. Menurut Sue dkk. (dalam Haber dan Runyon, 1984) ada empat cara untuk mengetahui ada tidaknya kecemasan, yaitu secara koginitif, motorik, somatik, dan afeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara kognitif, kecemasan dimanifestasikan ke dalam pikiran individu. Gejala yang tampak dalam diri individu menjadi cemas, sulit untuk berkonsentrasi, sulit untuk tidur, sulit untuk membuat keputusan, dan terlalu terpaku pada bahaya yang tidak jelas asalnya. Secara motorik, kecemasan dimanifesatikan ke dalam perilaku motorik seperti gerakan tidak beraturan, gerakan yang tidak terarah, yang bermula pada gemetaran secara halus kemudian meningkat intensitasnya. Secara somatic, kecemasan dimanifestasikan ke dalam reaksi fisik dan biologis. Perubahan somatik dapat dilihat dari pernafasan tidak teratur, dahi berkerut, muka pucat, berdebar-debar, tangan dan kaki dingin, mulut kering, sesak nafas, gangguan pencernaan dan sebagainya. Secara afeksi kecemasan dimanifestasikan pada perasaan emosi individu seperti adanya bahaya yang mengancam dan menimpa dirinya sehingga individu merasa tidak nyaman dan sangat khawatir dan &amp;nbsp;gelisah yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kecemasan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menurut Iskandar (1998), faktor yang memengaruhi kecemasan dibagi menjadi dua (2) yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal dari kecemasan berangkat dari pandangan psikoanalisis yang berpendapat bahwa sumber dari kecemasan itu bersifat internal dan tidak disadari. Menurut Freud (dalam Atkinson 1993), kecemasan merupakan akibat dari konflik yang tidak disadari antara implus dengan kendala yang ditetapkan oleh ego dan superego. Menurut Atkinson (1993) kecemasan lebih ditimbulkan oleh faktor eksternal dari pada faktor intrenal. Seorang yang mengalami kecemasan merasa bahwa dirinya tidak dapat mengendalikan situasi kehidupan yang bermacam-macam sehingga perasaan cemas hampir selalu hadir.&lt;br /&gt;Penyebab kecemasan menurut Hardjana (1994) adalah keluarga, lingkungan sosial, bertambah atau berkurangnya anggota keluarga, dan perubahan kebiasaan. Menurut Thomas (1994), terdapat faktor potensial yang dapat membuat individu secara potensial mengalami kecenderungan untuk cemas secara umum, yaitu pewaris genetik, trauma mental, pikiran, dan kurang efektifnya mekanisme penyesuaian diri. Di samping faktor predisposisi, terdapat pula faktor terendap yang dapat menimbulkan kecemasan pada individu (Freeman dan Tomasso, 1994). Faktor tersebut adalah masalah fisik, penyebab eksternal, dan kepekaan emosional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rentang Respon Kecemasan&lt;br /&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kecemasan ringan&lt;br /&gt;Kecemasan ini berhubungan dengan ketegangan dalam kehidupan sehari-hari dan menyebabkan seseorang menjadi waspada dan meningkatkan lahan persepsinya. Kecemasan dapat memotivasi belajar dan menghasilkan pertumbuhan dan kreatifitas.&lt;br /&gt;Respon fisiologis dari kecemasan ringan ditandai dengan : sesekali napas pendek, nadi dan tekanan darah naik, gejala ringan pada lambung, muka berkerut dan bibir bergetar. Respon kognitif ditandai dengan : lahan persepsi meluas, mampu menerima rangsangan yang kompleks, konsentrasi pada masalah, dan dapat menyelesaikan masalah secara efektif. Respon perilaku dan emosi ditandai dengan : tidak dapat duduk dengan tenang, tremor halus pada tangan, dan suara kadang-kadang meninggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kecemasan sedang&lt;br /&gt;Kecemasan sedang memungkinkan seseorang untuk memusatkan perhatiannya pada hal yang menurutnya penting dan mengesampingkan yang lain. Sehingga seseorang mengalami perhatian yang selektif namun dapat melakukan sesuatu yang lebih terarah. Respon fisiologis pada tingkat kecemasan sedang adalah sering napas pendek, nadi ekstra sistole, tekanan darah naik, mulut kering, anoreksia, diare atau kosntipasi dan gelisah. Respon kognitif ditandai dengan : lahan persepsi menyempit, rangsang luar tidak mampu diterima, dan hanya berfokus pada apa yang menjadi perhatiannya. Respon perilaku dan emosi ditandai dengan gerakan tersentaksentak (meremas tangan), bicara banyak dan lebih cepat, susah tidur, perasaan tidak aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kecemasan berat&lt;br /&gt;Kecemasan berat sangat mengurangi lahan persepsi seseorang. Seseorang cenderung untuk memusatkan pada sesuatu yang terinci dan spesifik dan tidak dapat berpikir tentang hal lain. Semua perilaku ditujukan untuk mengurangi ketegangan. Orang tersebut memerlukan banyak pengarahan untuk dapat memusatkan pada suatu area lain.&amp;nbsp;Respon fisiologisnya adalah napas pendek, nadi dan tekanan darah naik, berkeringat dan sakit kepala, penglihatan kabur, ketegangan. Respon kognitif ditandai dengan lapang persepsi sangat sempit, dan tidak mampu menyelesaikan masalah. Respon perilaku dan emosi : perasaan ancaman meningkat, vervalisasi cepat dan blockiing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;Panik&lt;br /&gt;Panik berhubungan dengan terperangah, ketakutan dan teror. Rincian terpecah dari proporsinya. Karena mengalami kehilangan kendali, orang yang mengalami panik tidak mampu melakukan sesuatu walaupun dengan pengarahan. Panik melibatkan diorganisasi kepribadian, terjadi peningkatan aktivitas motorik, menurunnya kemampuan berhubungan dengan orang lain, persepsi yang menyimpang, dan kehilangan pemikiran yang rasional. Respon fisiologis pada tingkat ini adalah napas pendek, rasa tercekik dan palpitasi, sakit dada, pucat, hipotensi, koordinasi dan motorik rendah. Respon kognitif ditandai dengan lahan persepsi sangat sempit dan tidak dapat berpikir logis. Respon perilaku dan emosi : agitasi, mengamuk dan marah, ketakutan, berteriak-teriak, blocking, kehilangan kendali atau kontrol diri, dan persepsi kacau.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-8744570221276656551?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/8744570221276656551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=8744570221276656551&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/8744570221276656551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/8744570221276656551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/12/teori-tentang-kecemasan.html' title='Teori tentang Kecemasan'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-9202561091718188945</id><published>2011-11-19T22:58:00.001-08:00</published><updated>2011-11-19T23:02:54.269-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karya Tulis Ilmiah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Judul KTI'/><title type='text'>Gambaran Kecemasan terhadap Perubahan Fisik Wanita Usia 40-45 Tahun dalam Menghadapai Menopause</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Premenopause merupakan suatu fase seorang wanita akan mengalami kekacauan pola menstruasi, rasa panas, kekeringan liang senggama, perubahan kulit, pengeroposan tulang dan perubahan payudara. Perubahan psikologis atau kejiwaan yang terjadi pada pre menopasue seperti takut tua, mudah tersinggung, mudah kaget sehingga jantung mudah berdebar-debar dan terjadi perubahan fisik akan berlangsung selama 4-5 tahun pada usia antara 48-55 tahun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Subjek dalam penelitian ini adalah semua wanita usia 40-45 tahun yang berada di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo Kecamatan Metro Utara tahun 2009. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Teknik analisa data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah analisa data secara univariat, yaitu data yang mendeskripsikan atau menggambarkan data tersebut dalam prosentase yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. populasi dalam penelitian ini adalah semua wanita usia 40-45 tahun yang berada di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo Kecamatan Metro Utara tahun 2009 sejumlah 83 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling (seluruh populasi dijadikan sampel) yang berjumlah 83 orang. Teknik analisa data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah analisa data secara univariat, yaitu data yang mendeskripsikan atau menggambarkan data tersebut dalam prosentase yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Pengolahan dan analisa data dilakukan secara manual dengan menggunakan rumus: f/N.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden gelisah dengan tanda-tanda fisik ketidakteraturan haid (41,0%), sebagian besar responden gelisah dengan tanda-tanda fisik gelora panas dan berkeringat (38,6%), sebagian besar responden gelisah dengan tanda-tanda fisik kekeringan vagina (39,8%), sebagian besar responden gelisah dengan tanda-tanda fisik perubahan kulit (33,7%) dan sebagian besar responden gelisah dengan tanda-tanda kerapuhan tulang (38,6%)..&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kepustakaan: 15 (1992-2005).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata Kunci:&amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px;"&gt;Kecemasan, Perubahan Fisik, Pra &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; text-align: left;"&gt;Menopause&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 16px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.bascommetro.com/2009/12/cara-pemesanan-karya-tulis-ilmiah.html" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/Szn4NhJaI3I/AAAAAAAAAOg/r6tUTngaVqY/s1600/icon+pesan.jpg" style="background-color: #066caa; border-bottom-style: none; border-color: initial; border-color: initial; border-color: initial; border-left-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-width: initial; border-width: initial; border-width: initial; color: #2277dd; font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; font-style: normal; line-height: 18px; text-align: center;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-9202561091718188945?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/9202561091718188945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=9202561091718188945&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/9202561091718188945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/9202561091718188945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/11/gambaran-kecemasan-terhadap-perubahan.html' title='Gambaran Kecemasan terhadap Perubahan Fisik Wanita Usia 40-45 Tahun dalam Menghadapai Menopause'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/Szn4NhJaI3I/AAAAAAAAAOg/r6tUTngaVqY/s72-c/icon+pesan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-4980120509459087552</id><published>2011-10-27T22:56:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T22:56:35.929-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebidanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Penyakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AKBID dan AKPER'/><title type='text'>Persalinan dengan Kala III Memanjang</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kala III dimulai segera setelah lahir sampai lahirnyanya plasenta, yang berlangsung tidak lebih dari 30 menit. Waktu yang paling kritis untuk mencegah perdaraan post partum adalah ketika plasenta lahir. Ketika plasenta terlepas atau sepenuhnya terlepas atau tidak keluar, maka perdarahan terjadi di belakang plasenta sehingga uterus tidak dapat sepenuhnya berkontraksi karena plasenta masih di dalam. Kontraksi pada otot uterus merupakan mekaniske fisiologi yang menghentikan perdarahan. Manajemen aktif pada kala III persalinan mempercepat kelahiran plasenta dan dapat mencegah atau mengurangi perdarahan post partum.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tanda-Tanda Lepasnya Plasenta&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanda-tanda lepasnya plasenta menurut Buku Asuhan Persalinan Normal dan Inisiasi Menyusui Dini (2008 : 124) yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Perubahan bentuk dan tinggi fundus&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah bayi lahir dan sebelum miometrium mulai berkontraksi, uterus berbentuk bulat penuh dan tinggi fundus biasanya di bawah pusat. Setelah uterus berkontraksi dan plasenta terdorong ke bawah, uterus berbentuk segitiga atau seperti buah pear atau alpukat dan fundus berada di atas pusat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tali pusat memanjang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tali pusat terlihat menjulur melalui vulva&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Semburan darah mendadak dan singkat&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Darah yang terkumpul di belakang plasenta akan membantu mendorong plasenta keluar dibantu oleh gaya gravitasi. Apabila kumpulan darah dalam ruang didalam dinding uterus dan permukaan dalam plasenta melebihi kapasitas tampungnya maka darah tersembur keluar dari tepi plasenta yang terlepas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Manajemen Aktif Kala III&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan manajemen aktif kala tiga adalah menghasilkan kontraksi uterus yang lebih efektif sehingga dapat mempersingkat waktu, mencegah perdarahan dan mengurangi kehilangan darah kala tiga persalinan jika dibandingkan dengan penatalaksanan fisiologi. Sebagian besar besar kasus kesakitan dan kematian ibu di Indonesia disebabkan oleh perdarahan pasca persalinan dimana sebagian besar disebabkan oleh atonia uteri dan retensio plasenta yagn sebenarnya dapat dicegah dengan melakukan manajemen aktif kala tiga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keuntungan-Keuntungan Manajemen Aktif Kala III&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Persalinan kala tiga yang lebih singkat&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Mengurangi jumlah kehilangan darah&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Mengurangi kejadian retensio plasenta&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manajemen Aktif Kala III terdiri dari tiga langkah utama, yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pemberian suntikan oksitosin dalam 1 menit pertama setelah bayi lahir&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Melakukan penegangan tali pusat terkendali&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Masase fundus uteri&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pemberian Suntikan Oksitosin&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Serahkan bayi yang telah terbungkus kain pada ibu untuk diberi ASI&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Letakkan kain bersih di atas perut ibu&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Periksa uterus untuk memastikan tidak ada bayi yang lain&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Beritahu ibu bahwa ia akan disuntik&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Segera (dalam 1 menit pertama setelah bayi lahir) suntik oksitosin 10 unit IM pada 1/3 bagian atas paha bagian luar (aspektus lateralis)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Penegangan Tali Pusat Terkendali&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Berdiri disamping ibu&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pindahkan klem (penjepit untuk memotong tali pusat saat kala dua) pada tali pusat sekitar 5-20 cm dari vulva&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Letakkan tangan yang lain pada abdomen ibu (beralaskan kain) tepat di atas simfisis pubis. Gunakan tangan ini untuk meraba kontraksi uterus dan menekan uterus pada &amp;nbsp;saat melakukan penegangan pada tali pusat. Setelah terjadi kontraksi yang kuat, tegangkan tali pusat dengan satu tangan dan tangan yang lain (pada dinding abdomen) menekan uterus ke arah luma dan kepala ibu (dorso-kranial). Lakukan secara hati-hati untuk mencegah terjadi inversio uteri&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bila plasenta belum lepas, tunggu hingga uterus berkontraksi kembali (sekitar dua atau tiga menit berselang) untuk mengulangi kembali penegan tali pusat terkendali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Saat mulai kontraksi (uterus menjadi bulat) atau tali pusat menjulur) tegangkan tali pusat ke arah bawah, lakukan tekanan dorso-kranial hingga tali pusat makin menjulur dan korpus uteri bergerak ke atas yang menandakan plasenta telah lepas dan dapat dilahirkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;f.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt; Tetapi jika langkah 5 di atas tidak berjalan sebagaimana mestinya dan plasenta tidak turun setelah 30-40 detik dimulainya penegangan tali pusat dan tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan lepasnya plasenta, jangan teruskan penegangan tali pusat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pegang klem dan tali pusat dengan lembut dan tunggu sampai kontraksi berikutnya. Jika perlu, pindahkan klem lebih dekat ke perineum pada saat tali pusat memanjang. Pertahankan kesabaran pada saat melahirkan plasenta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pada saat kontraksi berikutnya terjadi, ulangi penegangan tali pusat terkendali dan tekanan dorso-kranial pada korpus uteri secara serentak. Ikuti langkah-langkah tersebut pada setiap kontraksi hingga terasa plasenta terlepas dari dingin uterus.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;g.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Setelah plasenta terpisah, anjurkan ibu untuk meneran agar plasenta terdorong keluar melalui introitus vagina. Tetap tegangkan tali pusat dengan arah sejajar lantai (mengikuti poros jalan lahir).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;h.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pada saat plasenta terlihat pada introitus vagina, lahirkan plasenta dengan mengangkat tali pusat ke atas dan menopang plasenta dengan tangan lainnya untuk diletakkan dalam wadah penampung. Karena selaput ketuban mudah robek, pegang plasenta dengan kedua tangan dan secara lembut putar plasenta hingga selaput ketuban terpilin menjadi satu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;i.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Lakukan penarikan dengan lembut dan perlahan-lahan untuk melahirkan selaput ketuban&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;j.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Jika selaput ketuban robek dan tertinggal di jalan lahir saat melahirkan plasenta, dengan hati-hati periksa vagina dan serviks dengan seksama. Gunakan jari-jari tangan anda atau klem DTT atau streil atau forsep untuk keluarkan selaput ketuban yang teraba.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika plasenta belum lahir dalam waktu 15 menit, berikan 10 unit oksitosin IM dosis kedua. Periksa kandung kemih, jika ternyata penuh, gunakan teknik aseptik untuk memasukkan kateter Netalon disinfeksi tingkat tinggi atau steril untuk mengosongkan kandung kemih. Ulangi kembali penegangan tali pusat dan tekanan dorso kranial seperti yang diuraikan di atas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah lahirnya plasenta harus diperiksa kelengkapannya dan masase uterus dilakukan untuk merangsang kontraksi uterus serta periksa perineum dari perdarahan aktif. Pada prinsipnya pencegahan perdarahan postpartum yaitu dengan meningkatkan kontraksi uterus dan mempercepat kala III persalinan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-4980120509459087552?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/4980120509459087552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=4980120509459087552&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/4980120509459087552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/4980120509459087552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/10/persalinan-dengan-kala-iii-memanjang.html' title='Persalinan dengan Kala III Memanjang'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-345282998225299217</id><published>2011-10-27T22:55:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T22:55:30.695-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebidanan'/><title type='text'>Persalinan dengan kala II Memanjang</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;A. &amp;nbsp;Pengertian&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persalinan kala II memanjang (prolonged expulsive phase) atau disebut juga partus tak maju adalah suatu persalinan dengan his yang adekuat namun tidak menunjukkan kemajuan pada pembukaan serviks, turunnya kepala dan putaran paksi selama 2 jam terakhir. Biasanya persalinan pada primitua dapat terjadi lebih lama.&amp;nbsp;Menurut Harjono, persalinan kala II memanjang merupakan fase terakhir dari suatu partus yang macet dan berlangsung terlalu lama sehingga timbul gejala – gejala seperti dehidrasi, infeksi, kelelahan ibu serta asfiksia dan kematian janin dalam kandungan (IUFD).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;B. Etiologi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sebab – sebab terjadinya yaitu multikomplek atau bergantung pada pengawasan selagi hamil, pertolongan persalinan yang baik dan penatalaksanaannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Faktor – faktor penyebabnya adalah :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kelainan letak janin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kelainan – kelainan panggul&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kelainan his dan mengejan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pimpinan partus yang salah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Janin besar atau ada kelainan kongenital&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Primitua&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Perut gantung atau grandemulti&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Ketuban pecah dini&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;C. &amp;nbsp;Gejala Klinik&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pada ibu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;Gelisah, letih, suhu badan meningkat, berkeringat, nadi cepat, pernafasan cepat. Di daerah lokal sering dijumpai : Ring v/d Bandl, edema vulva, edema serviks, cairan ketuban berbau dan terdapat mekonium.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt; Pada janin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;- Denyut jantung janin cepat/hebat/tidak teratur bahkan negatif.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;- Air ketuban terdapat mekonium, kental kehijau-hijauan dan berbau&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;- Caput Succedeneum yang besar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;- Moulage kepala yang hebat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;- IUFD (Intra Uterin Fetal Death)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;D. Penatalaksanaan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Penatalaksanaan yang dilakukan pada ibu dengan kala II memanjang yaitu dapat dilakukan partus spontan, ekstraksi vakum, ekstraksi forceps, sectio caesaria, dan lain-lain. Penatalaksanaannya yaitu sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tetap melakukan Asuhan Sayang Ibu, yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Anjurkan agar ibu selalu didampingi oleh keluarganya selama proses persalinan dan kelahiran bayinya. Dukungan dari suami, orang tua dan kerabat yang disukai ibu sangat diperlukan dalam menjalani proses persalinan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Alasan : Hasil persalinan yang baik ternyata erat hubungannya dengan dukungan dari keluarga yang mendampingi ibu selama proses persalinan (Enkin, et al, 2000).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Anjurkan keluarga ikut terlibat dalam asuhan, diantaranya membantu ibu untuk berganti posisi, melakukan rangsangan taktil, memberikan makanan dan minuman, teman bicara dan memberikan dukungan dan semangat selama persalinan dan melahirkan bayinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Penolong persalinan dapat memberikan dukungan dan semangat kepada ibu dan anggota keluarganya dengan menjelaskan tahapan dan kemajuan proses persalinan atau kelahiran bayi kepada mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tentramkan hati ibu dalam menghadapi dan menjalani kala II persalinan. Lakukan bimbingan dan tawarkan bantuan jika diperlukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bantu ibu memilih posisi yang nyaman saat meneran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Setelah pembukaan lengkap, anjurkan ibu hanya meneran apabila ada dorongan kuat dan spontan untuk meneran. Jangan menganjurkan untuk meneran berkepanjangan dan menahan nafas. Anjurkan ibu untuk beristirahat diantara kontraksi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alasan : Meneran secara berlebihan menyebabkan ibu sulit bernafas sehingga terjadi kelelahan yang tidak perlu dan meningkatkan resiko asfiksia pada bayi sebagai akibat turunnya pasokan oksigen melalui plasenta (Enkin, et al, 2000).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Anjurkan ibu untuk minum selama kala II persalinan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alasan : Ibu bersalin mudah sekali mengalami dehidrasi selama proses persalinan dan kelahiran bayi. Cukupnya asupan cairan dapat mencegah ibu mengalami hal tersebut (Enkin, et al, 2000).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Adakalanya ibu merasa khawatir dalam menjalani kala II persalinan. Berikan rasa aman dan semangat serta tentramkan hatinya selama proses persalinan berlangsung. Dukungan dan perhatian akan mengurangi perasaan tegang, membantu kelancaran proses persalinan dan kelahiran bayinya. Beri penjelasan tentang cara dan tujuan dari setiap tindakan setiap kali penolong akan melakukannya, jawab aetiap pertanyaan yang diajukan ibu, jelaskan apa yang dialami oleh ibu dan bayinya dan hasil pemeriksaan yang dilakukan (misalnya TD, DJJ, periksa dalam).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Mendiagnosa kala II persalinan dan memulai meneran :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Cuci tangan (Gunakan sabun dan air bersih yang mengalir)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pakai sarung tangan DTT/steril untuk periksa dalam&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Beritahu ibu saat, prosedur dan tujuan periksa dalam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Lakukan periksa dalam (hati-hati) untuk memastikan pembukaan sudah lengkap (10cm) lalu lepaskan sarung tangan sesuai prosedur PI&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Jika pembukaan belum lengkap, tentramkan ibu dan bantu ibu mencari posisi nyaman (bila ingin berbaring) atau berjalan-jalan disekitar ruang bersalin. Ajarkan cara bernafas selama kontraksi berlangsung. Pantau kondisi ibu dan bayinya dan catatkan semua temuan dalam partograf&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Jika ibu merasa ingin meneran tapi pembukaan belum lengkap, beritahukan belum saatnya untuk meneran, beri semangat dan ajarkan cara bernafas cepat selama kontraksi berlangsung. Bantu ibu untuk memperoleh posisi yang nyaman dan beritahukan untuk menehan diri untuk meneran hingga penolong memberitahukan saat yang tepat untuk itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Jika pembukaan sudah lengkap dan ibu merasa ingin meneran, bantu ibu mengambil posisi yang nyaman, bimbing ibu untuk meneran secara efektif dan benar dan mengikuti dorongan alamiah yang terjadi. Anjurkan keluarga ibu untuk membantu dan mendukung usahanya. Catatkan hasil pemantauan dalam partograf. Beri cukup minum dan pantau DJJ setiap 5-10 menit. Pastikan ibu dapat beristirahat disetiap kontraksi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Jika pembukaan sudah lengkap tapi ibu tidak ada dorongan untuk meneran, bantu ibu untuk memperoleh posisi yang nyaman (bila masih mampu, anjurkan untuk berjalan-jalan). Posisi berdiri dapat membantu penurunan bayi yang berlanjut dengan dorongan untuk meneran. Ajarkan cara bernafas selama kontraksi berlangsung. Pantau kondisi ibu dan bayi dan catatkan semua temuan dalam partograf.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Berikan cukup cairan dan anjurkan / perbolehkan ibu untuk berkemih sesuai kebutuhan. Pantau DJJ setiap 15 menit, stimulasi puting susu mungkin dapat meningkatkan kekuatan dan kualitas kontraksi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Jika ibu tidak ada dorongan untuk meneran setelah 60 menit pembukaan lengkap, anjurkan ibu untuk mulai meneran disetiap puncak kontraksi. Anjurkan ibu mengubah posisinya secara teratur, tawarkan untuk minum dan pantau DJJ setiap 5-10 menit. Lakukan stimulasi puting susu untuk memperkuat kontraksi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Jika bayi tidak lahir setelah 60 menit upaya tersebut diatas atau jika kelahiran bayi tidak akan segera terjadi, rujuk ibu segera karena tidak turunnya kepala bayi mungkin disebabkan oleh disproporsi kepala-panggul (CPD).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Upaya mengedan ibu menambah resiko pada bayi karena mengurangi jumlah oksigen ke plasenta. Dianjurkan mengedan secara spontan (mengedan dan menahan nafas terlalu lama, tidak dianjurkan)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Jika malpresentasi dan tanda-tanda obstruksi bisa disingkirkan, berikan infus oksitosin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Jika tidak ada kemajuan penurunan kepala :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Jika kepala tidak lebih dari 1/5 di atas simfisis pubis atau bagian tulang kepala di stasion (O), lakukan ekstraksi vakum atau cunam&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Jika kepala diantara 1/5-3/5 di atas simfisis pubis, atau bagian tulang kepala di antara stasion (O)-(-2), lakukan ekstraksi vakum&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Jika kepala lebih dari 3/5 di atas simfisis pubis atau bagian tulang kepala di atas stasion (-2) lakukan seksio caesarea.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-345282998225299217?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/345282998225299217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=345282998225299217&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/345282998225299217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/345282998225299217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/10/persalinan-dengan-kala-ii-memanjang.html' title='Persalinan dengan kala II Memanjang'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-3316187379150027283</id><published>2011-10-27T22:53:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T22:53:11.420-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku Kebidanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebidanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Penyakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AKBID dan AKPER'/><title type='text'>Kehamilan dengan Molahidatidosa</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;A.Pengertian&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Molahidatidosa adalah kehamilan abnormal dimana hampir seluruh vili korialisnya mengalami perubahan hidrofik. Uterus dan berkembang lebih cepat dari usia gestasi yang normal, tidak dijumpai adanya janin, kavum uteri hanya terisi oleh jaringan seperti rangkaian buah anggur (Arif Mansjoer, Kapita Selekta Kedokteran Jilid I, 2000 dan Unpad, Obstetri Patologi, 1984)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;B.Etiologi&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belum diketahui pasti ada yang menyatakan akibat infeksi, defisiensi makanan dan genetik. Faktor risiko terdapat pada golongan sosioekonomi rendah, usia di bawah 20 tahun dan paritas tinggi (Arif Mansjoer, Kapita Selekta Kedokteran Jilid I, 2000).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;C.Patogenesis&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagian dari villi berubah menjadi gelembung-gelembung berisi cairan jernih biasanya tidak ada janin, hanya pada molapartialis kadang-kadang ada janin. Gelembung itu sebesar butir kacang hijau sampai sebesar buah anggur gelembung ini dapat mengisi seluruh cavum uteri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di bawah mikroskop nampak degenerasi hydropik dari stroma jonjot, tidak adanya pembuluh darah dan proliferasi trofoblast. Pada pemeriksaan chromosom didapatkan poliploid dan hampir pada semua kasus mola susunan sek chromatin adalah wanita. Pada mola hidatidosa, ovaria dapat mengandung kista lutein. Kadang-kadang hanya pada satu ovarium kadang pada keduanya (UNPAD, Obstetri Patologi, 1984).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;D.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Manifestasi klinis&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Aminore dan tanda – tanda kehamilan&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perdarahan kadang-kadang sedikit, kadang-kadang banyak, karena perdarahan ini pasien biasanya anemis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perbesaran uterus lebih besar dari usia kehamilan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak teraba adanya janin, tidak adanya balloment, tidak ada bunyi jantung anak dan tidak nampak rangka janin pada rotgen foto.&amp;nbsp;Pada mola partialis, keadaan yang jarang terjadi, dapat di ketemukan janin&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hiperemisis lebih sering terjadi, lebih keras dan dan lebih lama.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pre eklampsi atau eklamsi yang terjadi sebelum kehamilan 24 minggu&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gejala klinik mirip dengan kehamilan muda dan abortus imminens, tetapi gejala mual dan muntah berat.&amp;nbsp;(Arif Mansjoer, Kapita Selekta Kedokteran Jilid I, 2000)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;E.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pemeriksaan penunjang&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pemeriksaan sonde uterus (hanifa)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tes acorta sison dengan tang abortus, gelembung mols dapat dikeluarkan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Peningkatan kadar beta HCG darah atau urin&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Ultrasonografi menunjukkan gambaran badai salju (snow flake pattern)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Foto torake ada gembaran emboli udara&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pemeriksana T3 dan T4 bila ada gejala hiotoksikosis&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Arif Mansjoer, Kapita Selekta Kedokteran Jilid I, 2000)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;F.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Diagnosis&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Anamnesis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perdarahan pervaginam / gambaran NOK, gejala toksemia pada trimester I dan &amp;nbsp;II, hipermisis gravidarum, gejala tirotoksikosis dan gejala emboli paru&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pemeriksaan fisik&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Uterus lebih besar dari usia kehamilan, kista lotein balotemen negatif denyut jantung janin negatif&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pemeriksaan penunjang &amp;nbsp;(Arif Mansjoer, Kapita Selekta Kedokteran Jilid I, 2000)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;G.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Diagnosis Banding&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hampir 20% molahidatidosa komplet berlanjut menjadi choriocarcinoma. Sedangkan molahidatidosa parsial jarang. Mola yang terjadi berulang disertai tirotoksikosi atau kista lutein memiliki kemungkinan menjadi ganas lebih tinggi (Arif Mansjoer, Kapita Selekta Kedokteran Jilid I, 2000).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;H.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Penatalaksanaan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Perbaiki keadaan umum&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keluarkan jaringan mola dengan vakum kuretas dilanjutkan dengan kuret tajam. Lakukan kuretas bila tinggi fundus uterus lebih dari 20 minggu sesudah hari ketujuh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk memperbaiki kontraksi, sebumnya berikan uterotonik (20-40 unit oksitosin dalam 250 cc/50 unit oksitosin dalam 500 ml NaCl 0,9%) bila tidak dilakukan vakum kuretase, dapat diambil tindakan histerotomi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;His teroktomi perlu dipertimbangkan pada wanita yang telah cukup umur dan cukup anak. Batasan yang dipakai ialah umur 35 tahun dengan anak hidup tiga&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terapi proflaksis dengan sitostatik metroteksat atau aktinomisin D pada kasus dengan resiko keganasan tinggi seperti umur tua dan paritas tinggi&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemeriksaan ginekologi, radiologi dan kadar Beta HCG lanjutan untuk deteksi dini keganasan. Terjadinya proses keganasan bisa berlangsung antara 7 hari sampai 3 tahun pasca mola. Yang paling banyak dalam 6 bulan pertama, pemeriksaan kadar Beta HCG tiap minggu sampai kadar menjadi negatif selama 3 minggu lalu tiap bulan selama 6 bulan pemeriksaan foto toraks tiap bulan sampai kadar Beta HCG negatif (Taber Benzlon, Kapita Selekta Kedaruratan Obstetri Dan Ginekologi, 1994)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-3316187379150027283?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/3316187379150027283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=3316187379150027283&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/3316187379150027283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/3316187379150027283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/10/kehamilan-dengan-molahidatidosa.html' title='Kehamilan dengan Molahidatidosa'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-3505659052614302066</id><published>2011-10-27T22:50:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T22:50:35.880-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebidanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AKBID dan AKPER'/><title type='text'>Heating Perineum</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Robekan jalan lahir selalu memberikan perdarahan dalam jumlah yang bervariasi banyaknya. Perdarahan yang berasal dari jalan lahir selalu harus dievaluasi, yaitu sumber dan jumlah perdarahan sehingga dapat diatasi. Sumber perdarahan dapat bersal dari perineum vagina, servik dan robekan uterus. Perdarahan dapat dalam bentuk hematoma dan robekan jalan lahir dengan perdarahan yang bersifat arteril atau pecahnya pembuluh darah vena. Untuk dapat menetapkan sumber perdarahan dapat dilakukan dengan pemeriksaan dalam atau spekulum.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perdarahan karena robekan jalan lahir banyak dijumpai pada pertolongan persalinan. Jika perlukaan hanya mengenai bagian luar (superfisial) saja atau jika perlukaan tersebut idak mengeluarkan darah, biasanya tidak perlu dijahit. Hanya perlukaan yang lebih dalam dimana jaringannya tidak bisa didekatkan dengan baik atau perlukaan yang aktif mengeluarkan darah memerlukan suatu penjahitan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan dari pejahitan perlukaan perineum / episiotomi adalah :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Untuk mendekatkan jaringan-jaringan agar proses penyembuhan bisa terjadi, proses penyembuhan itu sendiri bukanlah hasil dari penjahitan tersebut tetapi hasil dari pertumbuhan jaringan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Untuk menghentikan perdarahan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Robekan perineum dibagi 4 tingkat :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tingkat I &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;: robekan terjadi pada selaput lendir vagina dengan atau tanpa kulit perineum&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tingkat II &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;: robekan mengenai selaput lendir vagina &amp;nbsp;dan otot pernei aransersalis, tetapi tidak mengenai otot sfingerani&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tingkat III : robekan mengenai perineum sampai dengan otot sfingerani&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tingkat IV : robekan mengenai perineum sampai dengan otot sfingterani dan mukosa rektum&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Langkah-langkah pejahitan robekan perineum (Rasionalisasi)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Persiapan Alat&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Siapkan peralatan untuk melakukan penjahitan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Wadah berisi :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sarung tnagna, pemegang jarum, jarum jahit, benang jahit, kasa steril, pincet&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kapas DTT&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Buka spuit sekali pakai 10 ml dari kemasan steril, jatuhkan dalam wadah DTT&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Patahkan ampul lidokain&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Atur posisi bokong ibu pada posisi litotomi di tepi tempat tidur&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pasang kain bersih di bawah bokong ibu&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Atur lampu sorot atau senter ke arah vulva / perineum ibu&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pastikan lengan / tangan tidak memakai perhiasan, cuci tangan dengan sabun dan air mengeliar&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pakaian satu sarung tangan DTT pada tangan kanan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Ambil spuit dengan tangan yang berasarung tangan, isi tabung suntik dengan lidokain dan letakkan kembali ke dalam wadah DTT&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Lengkapi pemakaian sarunga tangan pada tangan kiri&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bersihkan vulva dan perineum dengan kapas DTT dengan gerakan satu arah dari vulva ke perineum&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;10.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Periksa vagina, servik dan perineum secara lengkap, pastikan bahwa laserasi hanya merupakan derajat satu atau dua.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Anestesi Lokal&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Beritahu ibu tentang apa yang akan dilakukan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tusukkan jarum suntik pada daerah kamisura posterior yaitu bagian sudut bahwa vulva.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Lakukan aspirasi untuk memastikan tidak ada darah yang terhisap&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Suntikan anestesi sambil menarik jarum suntik pada tepi luka daerah perineum&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tanpa menarik jarum suntik keluar dari luka arahkan jarum suntik sepanjang luka pada mukosa vagina&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Lakukan langkah 2-5 diatas pada kedua tepi robekan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tunggu 1-2 menit sebelum melakukan penjahitan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Penjahitan Laserasi pada Perineum&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Buat jahitan pertama kurang lebih 1 cm diatas ujung laserasi di mukosa vagina. Setelah itu buat ikatan dan potong pendek benang dari yang lebih pendek. Sisakan benang kira-kira 1 cm.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tutup mukosa vagina dengan jahitan jelujur, jahit ke bawah ke arah cincin himen&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tepat sebelum cincin himen, masukkan jarum ke dalam mukosa vagina lalu ke belakang cincin himen sampai jarum ada di bawah laserasi kemudian ditarik keluar pada luka perineum&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Gunakan teknik jelujur saat menjahit lapisan otot. Lihat kedalam luka untuk mengetahui letak ototnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Setelah dijahit sampai ujung luka, putarlah jarum dan mulailah menjahit kearah vagina dengan menggunakan jahitan subkutikuler&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pidahkan jahitan dari bagian luka perineum kembali ke vagina di belakang cincin hymen untuk diikat dengan simpul mati dan dipotong benangnya&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Masukkan jari ke dalam rektum&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Periksa ulang kembali pasa luka&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Cuci daerah genital dengan lembut kemudian keringkan. Bantu ibu mencari posisi yang diinginkan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;10.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Nasehat iibu untuk :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Menjaga perineum selalu bersih dan kering&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Hindari penggunaan obat-obatan tradisional pada perineumnya&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Cuci perineum dengan sabun dan air bersih yang mengalir 3-4 x per hari&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kembali dalam seminggu untuk memeriksa luka&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;MACAM – MACAM JAHITAN&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Jahitan Kulit&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Jahitan interrupted :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Jahitan simple interrupted (Jahitan satu demi satu)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merupakan jenis jahitan yang paling dikenal dan paling banyak digunakan. Jarak antara jahitan sebanyak 5-7 mm dan batas jahitan dari tepi luka sebaiknya 1-2 mm. Semakin dekat jarak antara tiap jahitan, semakin baik bekas luka setelah &amp;nbsp;penyembuhan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Jahitan Matras&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a) Jahitan matras vertikal&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jahitan jenis ini digunakan jika tepi luka tidak bisa dicapai hanya dengan menggunakan jahitan satu demi satu. Misalnya di daerah yang tipis lemak subkutisnya dan tepi satu demi satu. Misalnya di daerah yang tipis lunak subkutisnya dan tepi luka cenderung masuk ke dalam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Jahitan matras horizontal&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jahitan ini digunakan untuk menautkan fasia dan aponeurosis. Jahitan ini tidak boleh digunakan untuk menjahit lemak subkutis karena membuat kulit diatasnya terlihat bergelombang&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Jahitan Continous&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Jahitan jelujur : lebih cepat dibuat, lebih kuat dan pembagian tekanannya lebih rata bila dibandingkan dengan jahitan terputus. Kelemahannya jika benang putus / simpul terurai seluruh tepi luka akan terbuka.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Jahitan interlocking, feston&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Jahitan kantung tembakau (tabl sac)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Jahitan Subkutis&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Jahitan continous : jahitan terusan subkutikuler atau intrademal. Digunakan jika ingin dihasilkan hasil yang baik setelah luka sembuh. Juga untuk menurunkan tengan pad aluka yang lebar sebelum dilakukan penjahitan satu demi satu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Jahitan interrupted dermal stitch&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Jahitan Dalam&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada luka infeksi misalnya insisi abses, dipasang dren. Dren dapat dibuat dari guntingan sarunga tangan fungsi dren adalah mengelirkan cairan keluar berupa darah atau serum.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Penanganan Komplikasi&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Jika terdapat hematoma, darah dikeluarkan. Jika tidak ada tanda infeksi dan perdarahan sudah berhenti, lakukan penjahitan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Jika terdapat infeksi, buka dan drain luka&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Lalu berikan terapi ampisilin 500 mg per oral 4 x sehari selama 5 hari&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dan metronidazol 400 mg per oral 3 x sehari selama 5 hari&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Perawatan Pasca Tindakan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Apabila terjadi robekan tingkat IV (Robekan sampai mukosa rektum), berikan anti biotik profilaksis dosis tunggal&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Ampisilin 500 mg per oral&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dan metronidazol 500 mg per oral&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Observasi tanda-tanda infeksi&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Jangan lakukan pemeriksaan rektal atau enam selama 2 minggu&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Berikan pelembut feses selama seminggu per oral&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-3505659052614302066?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/3505659052614302066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=3505659052614302066&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/3505659052614302066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/3505659052614302066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/10/heating-perineum.html' title='Heating Perineum'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-5182187371334159837</id><published>2011-10-27T22:47:00.001-07:00</published><updated>2011-10-27T22:47:50.843-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebidanan'/><title type='text'>Tehnik Insersi dan Pengeluaran Implant</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tehnik Insersi Implant&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemasangan dilakukan pada bagian dalam lengan atas atau lengan bawah kira-kira 6-8 cm diatas /bawah siku, melalui insisi tanggal dalam bentuk kpas dan di masukan tepat di bawah kulit, perhatikan aseptis dan anti septis untuk memasang Implant (norplant)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Cuci daerah insersi dengan alcohol dan anti septic dan tutup sekotar daerah insersi dengan kain steril&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lakukan anesrtesi local (lidocain 1%) pada daerah insersi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan pisan scalpel di buat insisi 3 mm sejajar dengan tekanan ke atas dan tanpa merubah sudut pemasukan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masukkan ujung torcar melalui insisi sambil melakukan tekanan keatas dan tanpa merubah sudut pemasukan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masukan Implant kedalam trocarnya dengan batang pendorong Implant di dorong perlahan-lahan keujung trocar sampai treasa adanya tahunan, kemudian trocar perlahan-lahan di tarik kembali sampai garis batas dekat uung trocar terlihat pada insisi dan terasa implant keluar dari trocarnya. Raba lengan dengan jari untuk memastikan implant sudah berada pada tempatnya dengan baik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ubah arah trocar sehingga implant berikutnya berada 15o dari implant sebelumnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah semua implant terpasang lakukan penekanan pada tempat luka insisi dengan kasa steril untuk mengurangi perdarahan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Luka insisi ditutup dengan kopres kering lalu lengan di balut dengan kasa untuk mencegah perdarahan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teknik pengeluaran Implan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Up implant umumnya lebih sulit dari insersi personal dapat timbul bila implant di pasang terlalu dalam atau bila timbul jaringan fibrous sekeliling implant.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk Mengeluarkan Implant :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Cuci tangan akseptor dengan aseptis dan anti septis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Ttuka lokasi dari implant dengan jari-jari tangan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Suntikan anestasi local di bawah implant&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Buat satu insisi 4 mm sedekat mungkin pada ujung-ujung implant pada daerah alat kipas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;keluarkan implant pertama yang terletak paling dekat ke insisi atau yang treletak paling dekat ke permukaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;lakukan up implant dengan cara pop out/standard&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;berikan anestesi lagi bila di perluka untuk mengluarkan implant yang lain&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;tutup dan bungkus luka insisi seperti pada aat insersi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;up im;ant di batasi sampai wkatu 45 menit&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;10.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;setelah selesai up implant, rendam semua alat-alat yang sudah terpakai dalam cairan klorin 0,5% untuk dekontaminasi alat-alat tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4 (Empat) cara pengeluaran UP Implant (Norplant)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Cara Pop Out&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dorong ujung kapsul (arah bahu) kearah distal dengna ibu jaring sehingga mendekati lubang insisi, sementara jari telunjuk menahan bagian tengah kapsul sehingga ujung distal kapsul mendalam kulit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Cara Standard&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jepit ujung distal kapsul dengan klem mosguito sampai kira-kira 0,5-1 cm dan ujung klemnya masuk di bawah kulit melalui lubang insisi, putar klem pada posisi 180 derajat di sekitar sumbu utamanya mengarah ke bahu akspetor&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berihksan jaringan-jaringan yang menempel di sekeliling klem dan kapsul dengan scalpel atau kasa steril sampai kapsul terlihat dengan klem circle, lepaskan klem mosquito dan keluarkan kapsul dengan klem circle.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Cara "U"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dibuat insisi memanjang selebar 4 mm kira-kira 5 mm proksimal porksimal dari ujung kapsul ketiga dan ke empat. Kapsulnya yang akan di cabut di fiksasi dengna melatakkan jari telunjuk tangan kiri sejajar di samping kapsul-kapsul dipegang dengan klem lebih kurang 5 mm dari ujung distalnya kemudian di putar kearah pangkal atas bahu akspetor sehingga jaringan yang menyelubungi dengna memakia scalple untuk sterusnya di cabut keluar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Cara tusuk "MA"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memakai alat Bantu kawat atau jari roda sepada, satu ujung di lengkungkan sepanjang 0,5-1,5 mm sudut 90o dan di perkecil serta di runcingkan, sedang ujung yang lain di lengkungkan dalam satu bidang dengan lengkungan runcing tadi di pakai untuk pegangan operator, setelah kapsul di jept dngan pinset/klem arteri, jaringan ikat di bersihkan dengna pisau sampai kpasul tampak putih kemudian alat tusuk "MA" di tusukkan pada kapsul serta terus di kait keluar atua setelah kapsul di jepit dengan pinset/klem arteri, alat tusuk "MA" di tusukkan kedalam kapsul sambil di ungkit kearah luka insisi lalu pinset/kelm arteri, di lepaskan dan dengan pisau kapsul di bebaskan dari jaringan ikat, lalu di ungkit keluar dari luka insisi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-5182187371334159837?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/5182187371334159837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=5182187371334159837&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/5182187371334159837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/5182187371334159837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/10/tehnik-insersi-dan-pengeluaran-implant.html' title='Tehnik Insersi dan Pengeluaran Implant'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-5514267697848549909</id><published>2011-10-27T22:44:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T22:44:26.798-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebidanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Penyakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AKBID dan AKPER'/><title type='text'>Bayi dengan Fraktur Klavicula</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;A.Pengertian&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fraktur atau patah tulang ialah terputusnya kontinuitas jaringan tulang dan atau tulang rawan yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa.(Mansjoer; Suprohaita; Wardhani; Setiowulan, 2000: 346) Fraktur klafikula adalah patahnya tulang klavikula pada saat proses persalinan biasanya kesulitan melahirkan bahu pada letak kepala dan melahirkan lengan pada prosentase bokong karena adanya penekanan pada lengkung bahu selama persalinan berlangsung terdapat 1,5 – 3% dari persalinan pervaginam fractur klavikula ini merupakan trauma lahir pada tulang yang tersering ditemukan dibanding dengan trauma tulang lainnya. . (Wahab, 1995: 1209). Jenis fraktur pada trauma lahir ini umumnya jenis fraktur freenstick, walaupun kadang-kadang dapat juga terjadi suatu fraktur total, fraktur ini sering ditemukan 1 – 2 minggu kemudian setelah teraba adanya pembentukan kalus. http://ayurai.wordpress.com/2009/04/10/askeb-neo-trauma-kelahiran-pada-bayi-baru-lahir/. Penyembuhan sempurna terjadi setelah 7-10 hari dengan imobilisasi dengan posisi abduksi 60 derajat dan fleksi 90 derajat dari siku yang tertekan.(Wiknjosastro, 2005: 720) Pembentukan kalus bertambah beberapa bulan ( 6 – 8 minggu ) terbentuk tulang normal.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;B.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Etiologi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Persalinan letak sungsang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Persentasi verteks dengan kesukaran mengeluarkan bahu dan pundak (distosia). (Markum, 1981: 158)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;C.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Faktor predisposisi fraktur klavikula adalah :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bayi yang berukuran besar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Distosia bahu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Partus dengan letak sungsang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Persalinan traumatic&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Gejala (a. samik wahab, 2000)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;D.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Diagnosis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Diagnosis pasti dibuat dengan palpasi serta rontgen (American College Of Surgenons, 1983)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Diagnosis pasti dengan jalan melakukan palpasi untuk menemukan letak fraktur dan melakukan foto rontgen (Manuaba, 1998: 321).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;E.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tanda dan Gejala terjadinya Fraktur Klavikula&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fraktur klavikula merupakan trauna lahir yang terjadi selama proses persalinan yang insidennya adalah 2-7 per 1000 kelahiran hidup. Bayi akan mengalami salah satu keadaan sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Gerakan abnormal/ posisi asimetris dengan lengan /tungkai&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bengkak pada daerah tulang yang terkena&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Menangis apabila lengan, kaki atau bahu di gerakkan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Terdapat perubahan bentuk atau deformitas (http://www.bedahtkv.com/indek.php?/e-Education/Toraks/Trauma-Toraks-II-Kelainan-Spesifik.html)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Hilangnya fungsi anggota gerak dan persendian yang terdekat ( paralisis )&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Reflek moro negatif pada sisi yang terkena.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pemeriksaan diagnostik &amp;nbsp;foto sinar X dari ekstremitas yang sakit atau lokasi fraktur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bayi secara khas tidak menggerakkan lengan secara bebas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pada palpasi teraba ketidakteraturan tulang dan krepitasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;10.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt; (Wahab, 2000: 581)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;11.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Hilangnya lengkung supraklavikula pada sisi fraktur.&amp;nbsp;(Cunningham, dkk: 2005)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jenis fraktur pada trauma lahir ini umumnya jenis fraktur greenstick, walau kadang-kadang dapat juga terjadi suatu fraktur total secara klinis fraktur jenis greenstick sering tidak diketahui segera setelah bayi lahir, tetapi baru ditemukan 1 – 2 mg kemudian setelah teraba adanya pembentukan kalus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;F.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Beberapa gejala klinis fractur klavicula greenstick :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Gerakan tangan kanan dan kiri tidak sama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Refleks moro asimetris.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bayi akan menangis pada perabaan kalvicula.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Gerakan pasif tangan yang sakit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Riwayat persalinan yang sukar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;G.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Jenis fraktur klavicula yang sakit :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Adanya crepitasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Deformitas pada tulang klavikula yang sakit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;http://stasiunbidan.blogspot.com/2009/05/askeb-patologis-pada-bayi-baru-lahir.html&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;H.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt; Konseling yang harus diberikan pada ibu dan keluarga yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bayi jangan sering diangkat &amp;nbsp;atau digerakkan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Imobilisasi lengan dan bahu pada sisi yang sakit&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Rawat bayi dengan hati – hati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Nutrisi yang adekuat ( pemberian ASI yang adekuat dengan cara mengajarkan kepada ibu cara pemberian ASI dengan posisi tidur, dengan sendok atau pipet)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bila mengganti popok, usahakan seminimal mungkin mengangkat bayi terutama extrimitas atas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Rujuk kerumah sakit / pelayanan kesehatan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;I.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Komplikasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Timbul penekanan pleksus brakhialis dan pembuluh darah subklavia yaitu pembuluh darah yang berada diantara klavikula dan iga pertama. (http://www.bedahtkv.com/indek.php?/e-Education/Toraks/Trauma-Toraks-II-Kelainan-Spesifik.html)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;J.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Penatalaksanaan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Fraktur klavikula dapat di atasi dengan pemasangan balutan klavikula berbentuk angka delapan. dengan cara dari pundak kanan pembalut di silangkan dari punggung ketiak kiri, selanjutnya dari ketiak kiri ke depan dan ke atas pundak kiri. Dari pundak kiri disilangkan lagi ke ketiak kanan lalu ke pundak kiri. Demikian seterusnya dan akhirnya dengan sebuah peniti di kaitkan di ujung pembalut pada bagian bawahnya. Bentuk ini akan mengekstensikan bahu dan meminimalkan besarnya tumpang tindih fragmen fraktur.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(http://www.bedahtkv.com/indek.php?/e-Education/Toraks/Trauma-Toraks-II-Kelainan-Spesifik.html&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Imobilisasi bayi dan informasikan keluarga atau orang tua untuk tidak sering mengangkat bayi teutama ekstrmitas atas untuk mencegah komplikasi. (Aston, 1983: 66)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bayi tetap di berika ASI yang dapat di lakukan dengan berbaring.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;K.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pengobatan trauma lahir fraktur tulang kavikula&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Imobilisasi lengan untuk mengurangi rasa sakit dan mempercepat pembentukan kalus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Lengan difiksasi pada tubuh anak dalam posisi abduksi 600 dan fleksi pergelangan siku 900.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Umumnya dalam waktu 7 – 10 hari rasa sakit telah berkurang dan pembentukan kalus telah terjadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-5514267697848549909?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/5514267697848549909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=5514267697848549909&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/5514267697848549909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/5514267697848549909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/10/bayi-dengan-fraktur-klavicula.html' title='Bayi dengan Fraktur Klavicula'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-50946872691603293</id><published>2011-10-27T22:42:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T22:42:06.337-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Penyakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AKBID dan AKPER'/><title type='text'>Gastroenteritis pada Balita</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.1&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Definisi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gastroenteritis berasal dari kata gaster = lambung dan entera = usus Gastroenteritis adalah radang dari lambung dan usus dimana didapatkan gejala diare dengan atau tanpa muntah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gastroenteritis adalah pengeluaran tinja yang encer dengan frekuensi lebih dari 4x / hari, dapat atau tidak disertai perubahan warna, darah dan lendir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.2&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Etiologi&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Etiologi diare dapt di bagi dalam beberapa faktor, yaitu :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Faktor Infeksi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Infeksi Enteral yaitu infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyakit utama diare pada anak. Inflasi enternal ini meliputi :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Infeksi bakteri : Vigrio, E.coli, Salmonella, Shigella, Compylobacter, Yersnia, Aeromonas dan sebagainaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Infeksi virus &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;: Enteroovirus, (Virus echo, Coxsackie, Poliamyelitis) Adenovirus, Rotavirus, Astrovirus, dan lain-lain&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Infeksi Parenteral yaitu infeksi di bagian tubuh lain di luar alat pencernaan seperti Otitis Media Akut (OMA), Tonsilofaringitis, Bronkopneumonia, Ensefalitis, dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Faktor Mal aborsi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Malabsorbsi karbohidrat &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;: Disakarida &amp;nbsp; (intoleransi &amp;nbsp;lactosa, &amp;nbsp;maltosa &amp;nbsp;dan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sukrosa) monosakarida (intoleransi glukosa, fruktosa, dan galaktosa) pada bayi dan anak-anak yang terpenting dan tersering ialah intoleransi laktrosa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Malabsorbsi lemak&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Malabsorbsi protein&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Faktor makanan &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;: Makanan basi, beracun, alergi terhadap&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; makanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Faktor psikologis &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;: Rasa takut dan cemas, walaupun jarang dapat&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menimbulkan diare terutama pada anak yang lebih besar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Patogenesis diare akut&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Masuknya jasad renik yang masih hidup kedalam usus halus setelah berhasil melewati rintangan asam lambung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Jasad renik tersebut berkembang biak di dalam usus halus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Oleh jasad renik dikeluarkan toksin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Akibat toksin tersebut terjadi hipersekresi yang selanjutnya akan menimbulkan diare.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Potogenesis diare kronis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih kompleks dan faktor-faktor yang menimbulkannya ialah infeksi bakteri, parasit, malabsorbsi malnutrisi, dan lain-lain&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Patofisiologis diare akut maupun kronis akan terjadi :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kehilangan air dan elektrolit, yang mengakibatkan terjadinya ganguan keseimbangan asam basa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Gangguan gizi sebagai akibat kelaparan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Hipoglikemia&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Gangguan sirkulasi darah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.3&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Gejala / Tanda-tanda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Mula-mula cengeng dan gelisah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Suhu tubuh biasanya naik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Anoreksia&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Timbul diare yaitu tinja cair dan mungkin disertai lendir dan atau darah&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Timbul muntah dapat terjadi sebelum atau sesudah diare.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sekitar anus dapat menjadi lecet karena seringnya defekasi dan tinja yang &amp;nbsp;asam, dan timbullah keadaan yang disebut dengan dehidrasi dengan tanda-tanda :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Mata cekung&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Turgor kulit jelek&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;BB menurun&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kencing sedikit&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Selaput lendir bibir, mulut dan kulit kering&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;f.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Timbul demam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemeriksaan laboraturium.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pemeriksaan tinja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Makroskopis dan Mikroskopis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;PH dan kadar gula dalam tinja dengan kertas lakmus dan tablet clinetest.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bila perlu dilakukan pembikan dan uji resitensi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pemeriksaan gangguan keseimbangan asam basa dalam darah&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pemiriksaan kadar ureum dan kreatinin untuk mengetahui faat ginjal&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pemeriksaan elektrolit terutama kadar natrium, kalium, kalsium dan posfor dalam serum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pemeriksaan intubasi duodenum untuk mengetahui jenis jasad renik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Komplikasi&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai akibat kehilangan cairan dan elektrolit secara mendadak, dapat terjadi berbagai macam komplikasi seperti :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dehidrasi (ringan, sedang, berat, hipotonik, isotonik, atau hipertonik).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Renjatan hipovolemik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Hipokalsemia (dengan gejala meteorismus, hipotoni otot, lemah, bradikardi)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Hipoglikemia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Intoleransi laktosa sekunder&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kejang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Malnutrisi energi protein, karena selain diare dan muntah, penderita juga mengalami kelaparan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.4&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pengobtan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dasar pengobatan diare ialah :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pemberian cairan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dietetik (pemberian makanan)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Obat-obatan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Education = Pendidikan kesehatan untuk ibu-ibu tentang anak-anak yang &amp;nbsp; sehat atau makanan untuk anak diare.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prinsip pengobatan diare adalah menggantikan cairan yang hilang melalui tinja dengan atau tanpa muntah, dengan cairan yang mengandung elektrolit dan glukosa atau karbohidrat lain (gula, air tajin, tepung besar, dan lain-lain).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PENATALAKSANAAN&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Atasi Dehidrasi&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Oralit&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada dehidrasi ringan diberikan oralit atau pengganti oralit sesering mungkin. Contoh pengganti oralit :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;~ Air teh + 1 sendok gula + seujung sendok garam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;~ Air tajin + gula + garam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau anak masih muntah diberikan oralit sedikit-dikit tapi sering kalau tidak bisa di kirim ke RS.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pemberian Makanan Semula&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kembali makanan semula secara bertahap, setelah dehidrasi hilang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Misal : SGM diencerkan 1/3 takaran semula, biasanya makan nasi tim di ganti bubur dahulu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Keperluan cairan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dehidrasi ringan &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;: 150 cc / kg BB / hari&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dehidrasi sedang &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;: 200 cc / kg BB / hari&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dehidrasi berat &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;: infus RL, nacl, D10 %.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Therapi&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prinsip pengobatan diare adalah menggantikan cairan yang hilang dengan cairan yang mengandung elektrolit dan glukosa atau karbohidarat lain (gula, air, tajin, dan lain-lain).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Obat-obatan Anti Sekresi&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;o&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Asetosal dosis 25 mg / hari dengan dosis minimal 30 mg.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;o&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Klorpromazin dosis 0,5 – 1 mg / kg BB / hari&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Obat Spasmolitik&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Umumnya obat spasmolitik seperti papaverin, tidak boleh di gunakan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Obat Antibiotik&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Umumnya antibiotik tidak diberikan bila tidak ada penyebab yang jelas. Bila penyebab yang jelas. Bila penyebabnya kolera diberikan tetrasiklin 25-50 mg / kg BB / hari. Antibiotik juga diberikan bila terdapat penyakit penyerta, spt : OMA, faringitis, bronkitis atau bronkopneumonia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-50946872691603293?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/50946872691603293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=50946872691603293&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/50946872691603293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/50946872691603293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/10/gastroenteritis-pada-balita.html' title='Gastroenteritis pada Balita'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-354239756593064080</id><published>2011-10-27T22:39:00.000-07:00</published><updated>2011-10-27T22:39:22.864-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keperawatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebidanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Penyakit'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AKBID dan AKPER'/><title type='text'>Fibris (Demam)</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;A.&amp;nbsp;&lt;b&gt;Definsi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demam (badan panas) ialah kenaikan suhu tubuh di atas normal (37ºC aksila; 37,2-37,5ºC rektal) (Markum, 1981).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;B.&amp;nbsp;&lt;b&gt;Dasar&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demam adalah sebab tersering bagi orang tua untuk membawa anak ke dokter, suatu hal yang darurat. Orang tua pada umumnya mengira bahwa lebih tinggi suhu badan lebih berat penyakitnya, yang sebetulnya tidak benar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suhu di daerah dubur (temperatur rektal) paling mendekati suhu tubuh sebenarnya (core body temperature). Suhu di daerah mulut atau ketiak (aksila) sekitar 0,5 sampai 0,8 derajat lebih rendah dari suhu rectal, dengan catatan setelah pengukuran selama minimal 1 menit. Tidak dianjurkan mengukur (menebak) suhu tubuh berdasarkan perabaan tangan (tanpa menggunakan termometer).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demam biasanya terjadi akibat tubuh terpapar infeksi mikroorganisme (virus, bakteri, parasit). Demam juga bisa disebabkan oleh faktor non infeksi seperti kompleks imun, atau inflamasi (peradangan) lainnya. Ketika virus atau bakteri masuk ke dalam tubuh, berbagai jenis sel darah putih atau leukosit melepaskan “zat penyebab demam (pirogen endogen)” yang selanjutnya memicu produksi prostaglandin E2 di hipotalamus anterior, yang kemudian meningkatkan nilai ambang temperature dan terjadilah demam. Selama demam, hipotalamus cermat mengendalikan kenaikan suhu sehingga suhu tubuh jarang sekali melebihi 41ºC.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;C.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Dampak Demam&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dampak Positif&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa bukti penelitian “in-vitro” (tidak dilakukan langsung terhadap tubuh manusia) menunjukkan fungsi pertahan tubuh manusia bekerja baik pada temperature demam, dibandingkan suhu normal. Pirogen endogen lainnya akan “mengundang’ lebih banyak leukosit dan meningkatkan aktifitas mereka dalam menghambat &amp;nbsp;pertumbuhan mikroorganisme. Demam juga memicu pertambahan jumlah leukosit serta meningkatkan produksi/fungsi interferon (zat yang membantu leukosit memerangi mikroorganisme).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dampak Negatif&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kemungkinan dehidrasi (kekurangan cairan tubuh). Ketika mengalami demam, terjadi peningkatan penguapan cairan tubuh sehingga anak bisa kekurangan cairan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kekurangan oksigen. Saat demam, nak dengan penyakit paru-paru atau penyakit jantung-kelainan pembuluh darah bisa mengalami kekurangan oksigen sehingga panyakit paru-paru atau kelainan jantungnya semakin berat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Demam di atas 42ºC bisa menyebabkan kerusakan neurologis (saraf), meskipun sangat jarang terjadi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Anak di bawah usia 5 tahun (balita), terutama pada umur di antara 6 bulan sampai 3 tahun, berada dalam resiko kejang demam (febrile convulsion), khususnya pada temperature rectal di atas 40ºC. kejang demam biasanya hilang dengan sendirinya, dan tidak menyebabkan gangguan neurologis (kerusakan saraf).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;D.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Penatalaksanaan Demam&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pengobatan dengan Antipiretik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mekanisme Kerja&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Parasetamol, aspirin, dan obat anti inflamasi non steroid (OAINS) lainnya adalah antipiretik yang efektif. Bekerja dengan cara menghambat produksi prostaglandin E2 di hipotalamus anterior (yang meningkat sebagai respon adanya pirogen endogen).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Parasetamol&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Parasetamol adalah obat pilihan pada anak-anak, dosisnya sebesar 10-15 mg/kg/kali. Parasetamol dikonjugasikan di hati menjadi turunan sulfat dan glukoronida, tetapi ada sebagian kecil dimetabolisme membentuk intermediet aril yang hepatotoksik (menjadi racun untuk hati) jika jumlah zat hepatotoksik ini melebihi kapasitas hati unutk memetabolismenya dengan glutation atau sulfidril lainnya (lebih dari 150 mg/kg). Maka sebaiknya tablet 500 mg tidak diberikan pada anak-anak (misalnya pemberian 3 kali tablet 500 mg dapat membahayakan bayi dengan berat badan di bawah 10 kg). Kemasan berupa sirup 60 ml lebih aman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Aspirin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merupakan antipiretik yang efektif namun penggunaannya pada nak dapat menimbulkan efek samping yang serius. Aspirin bersifat iritatif terhadap lambung sehingga meningkatkan resiko ulkus (luka) lambung, perdarahan, hingga perforasi (kebocoran akibat terbentuknya lubang di dinding lambung). Aspirin juga dapat menghambat aktifitas trombosit (berfungsi dalam pembekuan darah) sehingga dapat memicu resiko perdarahan. Pemberian aspirin pada anak dengan infeksi virus terbukti meningkatkan resiko Syndrom Reye, sebuah penyakit yang jarang (insidennya sampai tahun 1980 sebesar 1-2 per 100 ribu anak per tahun), yang ditandai dengan kerusakan hati dan ginjal. Oleh karena itu, tidak dianjurkan untuk anak berusia &amp;lt; 16 tahun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jenis OAINS yang paling sering digunakan pada anak adalah ibuprofen. Dosis sebesar 5-10 mg/kg/kali mempunyai efektifitas antipiretik yang setara dengan aspirin atau parasetamol. Sama halnya dengan aspirin dan OAINS lainnya, ibuprofen bisa menyebabkan ulkus lambung, perdarahan, dan perforasi meskipun komplikasi ini jarang pada nak-anak. Ibuprofen juga tidak direkomendasikan untuk anak demam yang mengalami diare dengan atau tanpa muntah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Terapi Suportif&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Upaya Suportif yang Direkomendasikan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tingkatkan asupan cairan (ASI, susu, air, kuah sup, atau jus buah)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Hindari makanan berlemak atau yang sulit dicerna karena demam menurunkan aktivitas lambung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kenakan pakaian tipis dalam ruangan yang baik ventilasi udaranya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Mengompres anak dengan air hangat. Umumnya mengompres dapat menurunkan demamnya dalam 30-45 menit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Upaya Suportif yang Tidak Direkomendasikan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Mengompres dengan alkohol&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Melepaskan pakaian anak&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika nilai-ambang hipotalamus sudah direndahlan terlebih dahulu dengan obat, melepaskan pakaian anak atau mengompresnya dengan air dingin justru akan membuatnya menggigil (dan tidak nyaman), sebagai upaya tubuh dalam menjaga temperatur pusat berada &amp;nbsp;pada nilai-ambang yang telah disesuaikan. Selain itu alkohol dapat pula diserap melalui kulit, masuk ke dalam peredaran darah, dan adanya resiko toksisitas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-354239756593064080?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/354239756593064080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=354239756593064080&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/354239756593064080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/354239756593064080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/10/fibris-demam.html' title='Fibris (Demam)'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-7580632843223080066</id><published>2011-10-05T19:09:00.001-07:00</published><updated>2011-10-05T19:11:00.356-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Judul KTI'/><title type='text'>Gambaran Tingkat Kecemasan Siswi Kelas VIII Menjelang Menarche di SMP</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Latar Belakang :&amp;nbsp;Salah satu masalah kesehatan yang dialami wanita adalah perubahan fungsi "alat reproduksi" ketika menginjak usia remaja dan berhenti setelah mengalami masa menopause, maka pada setiap fase perubahan tersebut muncul gangguan kesehatan reproduksi yang perlu mendapat perhatian. Masa remaja atau pubertas adalah usia antara 10 sampai 19 tahun dan merupakan peralihan dari masa kanak-anak menjadi dewasa, peristiwa terpenting yang terjadi pada gadis remaja adalah datangnya haid pertama yang disebut menarche&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan penelitian : untuk gambaran tingkat kecemasan siswi kelas VIII menjelang menarche di SMPN &amp;nbsp;14 Bandar Lampung tahun 2010.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;metode penelitian: yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas VIII yang akan mengalami menstruasi kedua di SMPN 14 Bandar Lampung tahun 2010 sebesar 34 orang, besar sampel menggunakan total populasi. Alat pengumpul data lembar kuesioner. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat dengan bantuan program komputer.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasil uji statistik univariat Kecemasan siswi Kelas VIII setelah mengalami menarche lebih tinggi pada kategori kecemasan sedang yaitu sebesar 13 orang (38,2%). Diharapkan petugas UKS di SMPN &amp;nbsp;14 Bandar Lampung dapat bekerja sama dengan guru dan orang tua di rumah untuk mensosialisasikan dan menjelaskan menstruasi dan penatalaksanaan gangguan-gangguan saat menstruasi secara jelas sehingga remaja lebih tenang dalam menghadapi menarche.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesimpulan : Kecemasan siswi Kelas VIII di SMPN &amp;nbsp;14 Bandar Lampung tahun 2010 setelah mengalami menarche lebih tinggi pada kategori kecemasan sedang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata Kunci&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;		&lt;/span&gt;: Pengetahuan, Menstruasi, Kecemasan Menjelang Menarche&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Daftar Kepustakaan : 19 (2001- 2010)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #066caa; font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.bascommetro.com/2009/12/cara-pemesanan-karya-tulis-ilmiah.html" imageanchor="1" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #2277dd; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-decoration: none;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/Szn4NhJaI3I/AAAAAAAAAOg/r6tUTngaVqY/s1600/icon+pesan.jpg" style="border-bottom-style: none; border-color: initial; border-color: initial; border-left-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-width: initial; border-width: initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-7580632843223080066?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/7580632843223080066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=7580632843223080066&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/7580632843223080066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/7580632843223080066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/10/gambaran-tingkat-kecemasan-siswi-kelas.html' title='Gambaran Tingkat Kecemasan Siswi Kelas VIII Menjelang Menarche di SMP'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/Szn4NhJaI3I/AAAAAAAAAOg/r6tUTngaVqY/s72-c/icon+pesan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-8274735265768376192</id><published>2011-10-05T18:53:00.001-07:00</published><updated>2011-10-05T18:54:00.126-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Judul KTI'/><title type='text'>Gambaran Penatalaksanaan Pemberian Imunisasi BCG Pada Bayi di Posyandu</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Latar Belakang Masalah : Pencapaian pemberian imunisasi Bacillus Calmette Guerin (BCG) di Posyandu Desa Gedung Ram belum mencapai target. Setelah pemberian imunisasi BCG yang timbul Benjolan dikulit &amp;nbsp;dan tidak timbul Benjolan dikulit. &amp;nbsp;Keadaan ini jelas tidak baik untuk dibiarkan karena dampak dari tidak timbulnya benjolan dikulit berarti tidak berfungsinya imunisasi BCG untuk mencegah penyakit Tuberculosis. &amp;nbsp;Pada data pendahuluan dari 21 bayi ada 5 bayi (24 %) yang tidak timbul Benjolan setelah dilakukan penyuntikan. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan Penelitian : Untuk mendapatkan &amp;nbsp;Gambaran tentang pelaksanaan imunisasi BCG, dengan diketahuinya persiapan alat, persiapan vaksin, dan Teknik penyuntikan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Metodelogi Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif dengan pendekatan Cross sectional. Populasi penelitian ini adalah Posyandu Desa Gedung Ram berjumlah 5. &amp;nbsp; Sedangkan Obyek Penelitian adalah Pelaksanaan imunisasi BCG.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasil Penelitian : Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis bahwa persiapan alat penyuntikan, secara umum belum memenuhi standar yaitu 40% (2 posyandu) yang dipersiapkan dan yang tidak dipersipkan 60% (3 posyandu). &amp;nbsp;Persiapan vaksin dilaksanakan dengan kriteria Baik 80% (4 posyandu) dan 20% (1 posyandu) tidak dilakukan dengan kriteria kurang. &amp;nbsp;Teknik penyuntikan dilaksanakan dengan kriteria kurang yaitu 20% (1 posyandu) dan tidak dilakukan 80% (4 posyandu). &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan terhadap petugas Posyandu Desa Gedung Ram wilayah Puskesmas Brabasan tahun 2009, secara umum dikatakan kurang dari standar yang telah ditetapkan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata Kunci&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;: Penatalaksanaan, Imunisasi BCG&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kepustakaan &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;: 12 (2000-2009)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #066caa; font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.bascommetro.com/2009/12/cara-pemesanan-karya-tulis-ilmiah.html" imageanchor="1" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #2277dd; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-decoration: none;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/Szn4NhJaI3I/AAAAAAAAAOg/r6tUTngaVqY/s1600/icon+pesan.jpg" style="border-bottom-style: none; border-color: initial; border-color: initial; border-left-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-width: initial; border-width: initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-8274735265768376192?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/8274735265768376192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=8274735265768376192&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/8274735265768376192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/8274735265768376192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/10/gambaran-penatalaksanaan-pemberian.html' title='Gambaran Penatalaksanaan Pemberian Imunisasi BCG Pada Bayi di Posyandu'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/Szn4NhJaI3I/AAAAAAAAAOg/r6tUTngaVqY/s72-c/icon+pesan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-8224741952659505798</id><published>2011-10-05T18:48:00.001-07:00</published><updated>2011-10-05T18:48:36.389-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Judul KTI'/><title type='text'>Tingkat Pengetahuan Mahasiswa D III Kebidanan Semester IV Tentang Teknik Pengisian Partograf</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendahuluan : Sebagian besar penyebab kematian dapat dicegah dengan penanganan yang adekuat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petugas kesehatan dalam menolong persalinan, seperti penggunaan partograf dalam persalinan yaitu alat bantu untuk membuat keputusan klinik, memantau, mengevaluasi dan menatalaksana persalinan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari hasil pengamatan pada saat pre survey diperoleh 19 dari 30 orang mahasiswa yang ada (63,3%) tidak mengerti teknik pengisian partograf. &amp;nbsp;Sedangkan 11 orang mahasiswa lainnya (36,75%) &amp;nbsp;sudah mengerti teknik pengsian partograf. Dengan demikian jika presentase 63,3% besar kemungkinan mahasiswa D III Kebidanan Universitas Malahayati semester IV tahun 2009 belum mengerti tentang &amp;nbsp;partograf.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa D III Kebidanan Universitas Malahayati semester IV tentang partograf.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jumlah populasi 176 orang dan sampel diambil keseluruhan populasi, jadi jumlah sampel 176 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data yang dilakukan secara manual dengan menggunakan presentasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada mahasiswa DIII Kebidanan universitas malahayati semester IV secara keseluruhan 72,1 % berpengetahuan baik. Berdasarkan pengertian partograf adalah 72,8 %) berpengetahuan baik, untuk tujuan partograf adalah 72,8 % berpengetahuan baik, berdasarkan waktu penggunaan adalah 42,7 %) berpengetahuan baik, dan 90,0 %) berpengetahuan baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada mahasiswa DIII Kebidanan universitas malahayati semester IV secara keseluruhan 72,1 % berpengetahuan baik. Berdasarkan pengertian partograf adalah 72,8 %) berpengetahuan baik, untuk tujuan partograf adalah 72,8 % berpengetahuan baik, berdasarkan waktu penggunaan adalah 42,7 %) berpengetahuan baik, dan 90,0 %) berpengetahuan baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata Kunci &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;: Pengetahuan, mahasiswa, partograf&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kepustakaan : 11 (2002– 2009)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #066caa; font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.bascommetro.com/2009/12/cara-pemesanan-karya-tulis-ilmiah.html" imageanchor="1" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #2277dd; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-decoration: none;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/Szn4NhJaI3I/AAAAAAAAAOg/r6tUTngaVqY/s1600/icon+pesan.jpg" style="border-bottom-style: none; border-color: initial; border-color: initial; border-left-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-width: initial; border-width: initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-8224741952659505798?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/8224741952659505798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=8224741952659505798&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/8224741952659505798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/8224741952659505798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/10/tingkat-pengetahuan-mahasiswa-d-iii.html' title='Tingkat Pengetahuan Mahasiswa D III Kebidanan Semester IV Tentang Teknik Pengisian Partograf'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/Szn4NhJaI3I/AAAAAAAAAOg/r6tUTngaVqY/s72-c/icon+pesan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-515946274697498154</id><published>2011-10-05T18:42:00.001-07:00</published><updated>2011-10-05T18:42:49.689-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Judul KTI'/><title type='text'>Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Asfiksia pada Bayi Baru Lahir di RS</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Latar Belakang : Masa perinatal dan neonatal merupakan masa yang paling kritis bagi kelangsungan hidup seoarang anak. Hal ini dapat dilihat dari masih tingginya angka kematian perinatal. Sebab kematian langsung perinatal di Indonesia adalah asfiksia, infeksi, prematuritas atau BBLR, trauma persalinan dan cacat bawaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan penelitian : Untuk mengetahui faktor – faktor penyebab asfiksia pada bayi baru lahir di Ruang Aster RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek tahun 2007 – 2008.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Metode penelitian : Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif retrospektif. Pengumpulan datanya mengunakan data sekunder, penelitian ini dilakukan pada tanggal 19 – 22 Juli 2009 terhadap 54 bayi yang menglami asfiksia tahun 2007 – 2008 menggunakan lembar checklist.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasil &amp;nbsp; : &amp;nbsp;Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis Penelitian ini menemukan bahwa dari 54 bayi yang mengalami asfiksia didapatkan bahwa fakktor bayi adalah faktor terbanyak penyebab asfiksia pada bayi baru lahir, yaitu sebesar 25 (46,30 %), faktor ibu 19 (35,18%), dan faktor tali pusat 10 (18, 52%).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesimpulan : &amp;nbsp;Bayi yang mengalami asfiksia di Ruang Aster RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek tahun 2007 – 2008 lebih banyak diakibatkan oleh faktor bayi yaitu sebanyak 25 (46, 30%).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata kunci &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;: Faktor – faktor, Asfiksia, Bayi Baru Lahir&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kepustakaan &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;: 15 (2002 – 2009)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #066caa; font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.bascommetro.com/2009/12/cara-pemesanan-karya-tulis-ilmiah.html" imageanchor="1" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #2277dd; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-decoration: none;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/Szn4NhJaI3I/AAAAAAAAAOg/r6tUTngaVqY/s1600/icon+pesan.jpg" style="border-bottom-style: none; border-color: initial; border-color: initial; border-left-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-width: initial; border-width: initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-515946274697498154?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/515946274697498154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=515946274697498154&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/515946274697498154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/515946274697498154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/10/faktor-faktor-yang-menyebabkan-asfiksia.html' title='Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Asfiksia pada Bayi Baru Lahir di RS'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/Szn4NhJaI3I/AAAAAAAAAOg/r6tUTngaVqY/s72-c/icon+pesan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-5190739117474506409</id><published>2011-10-05T18:35:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T18:35:27.887-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Judul KTI'/><title type='text'>Gambaran Pengetahuan Siswa SMA Kelas XI Tentang HIV/AIDS di SMA</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Latar Belakang Masalah : Kalangan remaja dunia, ibarat hidup dalam era HIV/AIDS. Setiap 14 detik, satu remaja terinfeksi virus HIV/AIDS. &amp;nbsp;Umumnya informasi yang dimiliki remaja mengenai kesehatan, pencegahan kehamilan, HIV/AIDS serta infeksi yang ditimbulkan akibat hubungan seks sangat kurang. &amp;nbsp;Dari hasil fenomena yang ada penulis tertarik untuk mengetahui “Gambaran Tingkat Pengetahuan Siswa SMA Kelas XI Mengenai HIV/AIDS di SMA Negeri 1 Kalianda, Lampung Selatan tahun 2009”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan Penelitian : untuk mengetahui gambaran pengetahuan siswa SMA kelas XI tentang HIV/AIDS di SMA Negeri 1 Kalianda, Lampung Selatan tahun 2009.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Metodologi penelitian : Desain Penelitian dilakukan secara deskriptif, dengan pendekatan cross sectional menggunakan data primer. &amp;nbsp;Dilakukan pada tanggal 22 Juli 2009 terhadap 154 orang responden dimana pengumpulan data menggunakan kuisioner kemudian dianalisa dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi pengetahuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasil Penelitian : Bahwa pengetahuan siswa tentang HIV/AIDS secara keseluruhan adalah cukup yaitu sebanyak 79 siswa (51,3%). &amp;nbsp;Pengetahuan siswa mengenai pengertian HIV/AIDS termasuk dalam kategori baik yaitu sebanyak 104 siswa (67,5%), mengenai etiologi HIV/AIDS dalam kategori kurang yaitu sebanyak 53 siswa (34,4%), mengenai penularan HIV/AIDS dalam kategori &amp;nbsp;baik yaitu 80 siswa (52%), mengenai pencegahan HIV/AIDS dalam kategori cukup yaitu 53 siswa (34,4%), mengenai informasi yang didapat siswa mengenai HIV/AIDS dalam kategori tidak baik yaitu 55 siswa (35,7%), dan mengenai sumber informasi yang diperoleh siswa tentang HIV/AIDS dimana sebanyak 60 siswa (39%) memperoleh informasi tentang HIV/AIDS dari televisi, dua orang siswa (1,3%) mengatakan memperoleh informasi dari radio, bahkan terdapat 2 orang siswa belum pernah mendengar tentang HIV/AIDS.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesimpulan : Setelah dilakukan perhitungan secara keseluruhan ternyata pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di SMA Negeri 1 Kalianda yang &amp;nbsp;terbesar adalah kategori cukup (51,3%) dan yang terkecil adalah kategori baik (3,9%). &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata Kunci &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;: &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Pengetahuan, Siswa SMA, HIV/AIDS&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kepustakaan &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;: &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;23 (2000-2009)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #066caa; font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.bascommetro.com/2009/12/cara-pemesanan-karya-tulis-ilmiah.html" imageanchor="1" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #2277dd; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-decoration: none;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/Szn4NhJaI3I/AAAAAAAAAOg/r6tUTngaVqY/s1600/icon+pesan.jpg" style="border-bottom-style: none; border-color: initial; border-color: initial; border-left-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-width: initial; border-width: initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-5190739117474506409?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/5190739117474506409/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=5190739117474506409&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/5190739117474506409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/5190739117474506409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/10/gambaran-pengetahuan-siswa-sma-kelas-xi.html' title='Gambaran Pengetahuan Siswa SMA Kelas XI Tentang HIV/AIDS di SMA'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/Szn4NhJaI3I/AAAAAAAAAOg/r6tUTngaVqY/s72-c/icon+pesan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-4834491078633010121</id><published>2011-10-05T05:42:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T05:42:05.867-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Judul KTI'/><title type='text'>Pengetahuan Ibu Postpartum Tentang Infeksi Tali Pusat Di Wilayah Kerja Puskesmas</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Infeksi merupakan penyebab yang paling ser ing dan penting dalam morbiditas serta &amp;nbsp;mortalitas, &amp;nbsp;selama periode bayi baru lahir sebanyak 2% janin mengalami infeksi &amp;nbsp;in &amp;nbsp;utero, &amp;nbsp;dan &amp;nbsp;lebih &amp;nbsp;dari &amp;nbsp;10% &amp;nbsp;bayi &amp;nbsp;terinfeksi &amp;nbsp;selama &amp;nbsp;persalinan &amp;nbsp;atau selama &amp;nbsp;bulan &amp;nbsp;pertama &amp;nbsp;kehidupan. &amp;nbsp;Penelitian &amp;nbsp;ini &amp;nbsp;bertujuan &amp;nbsp;untuk &amp;nbsp;mengetahui tingkat &amp;nbsp;pengetahuan &amp;nbsp;ibu &amp;nbsp;postpartum &amp;nbsp;tentang &amp;nbsp;infeksi tali pusat, dengan desain penelit ian &amp;nbsp;deskr iptif. &amp;nbsp;Populasi &amp;nbsp;dalam &amp;nbsp;penelitian &amp;nbsp; inidi &amp;nbsp;lakukan &amp;nbsp;kepada &amp;nbsp;ibu postpartum &amp;nbsp;sebanyak &amp;nbsp;32 &amp;nbsp;orang &amp;nbsp;dan &amp;nbsp;seluruhnya &amp;nbsp;dijadikan &amp;nbsp; sebagai &amp;nbsp;sampel. Instrumen penelit ian yaitu kuesioner yang disebarkan langsung pada responden. Analisis &amp;nbsp;data &amp;nbsp;dilakukan &amp;nbsp;secara &amp;nbsp;univariat &amp;nbsp;dengan &amp;nbsp;membahas &amp;nbsp;tabel &amp;nbsp;distr ibusi frekuensi dan persentase data &amp;nbsp;yang &amp;nbsp;terkumpul. &amp;nbsp;Hasil penelit ian &amp;nbsp;menunjukkan bahwa&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;sebagian&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;besar&amp;nbsp;responden&amp;nbsp;berpengetahuan&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt; cukup m(43,8%), berpengetahuan&amp;nbsp;baik&amp;nbsp;(34,4%),&amp;nbsp;dan&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;masih&amp;nbsp;ditemukan&amp;nbsp;1,9%&amp;nbsp;responden berpengetahuan kurang. Diharapkan untuk meningkatkan penyuluhan kesehatan kepada &amp;nbsp;ibu &amp;nbsp;hamil &amp;nbsp;dan &amp;nbsp;bersalin &amp;nbsp;tentang &amp;nbsp;infeksi &amp;nbsp;tali &amp;nbsp;pusat &amp;nbsp;agar &amp;nbsp;ibu &amp;nbsp;dapat memberikan perawatan yang maksimal pada bayinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kata kunci: Pengetahuan Ibu Postpartum, &amp;nbsp;Infeksi Tali Pusat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Daftar Pustaka : 27 (1999 – 2008)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #066caa; font-family: Arial, Helvetica, Georgia, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda tertarik Untuk melakukan penelitian yang sama dengan penelitian di atas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ANDA DAPAT MEMILIKI KESELURUHAN ISI KTI : PESAN SEKARANG JUGA&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.bascommetro.com/2009/12/cara-pemesanan-karya-tulis-ilmiah.html" imageanchor="1" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; color: #2277dd; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-decoration: none;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/Szn4NhJaI3I/AAAAAAAAAOg/r6tUTngaVqY/s1600/icon+pesan.jpg" style="border-bottom-style: none; border-color: initial; border-left-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-width: initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-4834491078633010121?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/4834491078633010121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=4834491078633010121&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/4834491078633010121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/4834491078633010121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/10/pengetahuan-ibu-postpartum-tentang.html' title='Pengetahuan Ibu Postpartum Tentang Infeksi Tali Pusat Di Wilayah Kerja Puskesmas'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/Szn4NhJaI3I/AAAAAAAAAOg/r6tUTngaVqY/s72-c/icon+pesan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-6397745722686188776</id><published>2011-10-05T05:37:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T05:37:36.977-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Kesehatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Info Penyakit'/><title type='text'>Infeksi Tali Pusat</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pengertian Infeksi Tali Pusat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tali pusat &amp;nbsp;merupakan bagian yang penting untuk diperhatikan pada bayi yang baru lahir. &amp;nbsp;Bayi yang baru lahir kurang lebih dua menit akan segera di potong tali pusatnya kira-kira dua sampai tiga sentimeter yang hanya tinggal pada pangkal pusat (umbilicus), dan sisa potongan inilah &amp;nbsp;yang sering terinfeksi Staphylococcus &amp;nbsp;aereus pada ujung&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;tali pusat&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;akan mengeluarkan nanah dan pada sekitar pangkal tali pusat akan &amp;nbsp;memerah &amp;nbsp;dan &amp;nbsp;disertai &amp;nbsp;edema &amp;nbsp;(Musbikin, &amp;nbsp;2005). &amp;nbsp;Pada &amp;nbsp;keadaan infeksi &amp;nbsp;berat, &amp;nbsp;infeksi dapat &amp;nbsp;menjalar &amp;nbsp;hingga &amp;nbsp;ke &amp;nbsp;hati &amp;nbsp;(hepar) &amp;nbsp;melalui ligamentum (falsiforme) &amp;nbsp;dan &amp;nbsp;menyebabkan abses yang berlipat ganda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada &amp;nbsp; keadaan &amp;nbsp; menahun &amp;nbsp; dapat &amp;nbsp; terjadi &amp;nbsp; granuloma &amp;nbsp; pada &amp;nbsp; umbilikus(Prawirohardjo, 2002).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Infeksi &amp;nbsp;tali &amp;nbsp;pusat &amp;nbsp;adalah &amp;nbsp;suatu &amp;nbsp;penyakit &amp;nbsp;toksemik &amp;nbsp;akut &amp;nbsp;yang disebabkan &amp;nbsp;oleh clostridium tetani dengan tanda utama kekakuan otot (spasme) tanpa disertai gangguan kesadaran (Mieke, 2006).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Faktor-faktor Penyebab Infeksi Tali Pusat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faktor-faktor &amp;nbsp;yang &amp;nbsp;menyebabkan &amp;nbsp;terjadinya &amp;nbsp;infeksi &amp;nbsp;tali &amp;nbsp;pusat pada bayi baru lahir adalah sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. &amp;nbsp; Faktor kuman&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Staphylococcus &amp;nbsp;aereus &amp;nbsp;ada &amp;nbsp;dimana-mana &amp;nbsp;dan &amp;nbsp;didapat &amp;nbsp;pada masa &amp;nbsp;awal kehidupan &amp;nbsp;hampir &amp;nbsp;semua &amp;nbsp;bayi, &amp;nbsp;saat &amp;nbsp;lahir &amp;nbsp;atau &amp;nbsp;selama masa perawatan. &amp;nbsp;Biasanya Staphylococcus aereus sering dijumpai pada &amp;nbsp;kulit, &amp;nbsp;saluran &amp;nbsp;pernafasan, &amp;nbsp;dan &amp;nbsp;saluran &amp;nbsp;cerna &amp;nbsp;terkolonisasi. Untuk pencegahan terjadinya &amp;nbsp;infeksi tali pusat sebaiknya tali pusat tetap &amp;nbsp;dijaga kebersihannya, &amp;nbsp;upayakan tali &amp;nbsp;pusat &amp;nbsp;agar tetap kering dan &amp;nbsp;bersih, pada saat &amp;nbsp;memandikan &amp;nbsp;di &amp;nbsp;minggu &amp;nbsp;pertama &amp;nbsp;sebaiknya jangan merendam bayi langsung ke dalam air mandinya karena akan menyebabkan&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;basahnya&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;tali&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;pusat&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;dan&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;memperlambat&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;proses pengeringan tali pusat. Dan masih banyak penyebab lain yang dapat memperbesar &amp;nbsp;peluang &amp;nbsp;terjadinya &amp;nbsp;infeksi &amp;nbsp;pada &amp;nbsp;tali &amp;nbsp;pusat &amp;nbsp; seperti penolong persalinan yang kurang menjaga kebersihan terutama pada alat-alat &amp;nbsp; yang &amp;nbsp; digunakan &amp;nbsp; pada &amp;nbsp; saat &amp;nbsp; menolong &amp;nbsp; persalinan &amp;nbsp; dan&amp;nbsp;khususnya &amp;nbsp;pada &amp;nbsp;saat &amp;nbsp;pemotongan &amp;nbsp;tali &amp;nbsp;pusat. &amp;nbsp;Biasakan &amp;nbsp;mencuci tangan untuk pencegahan terjadinya infeksi (Danuatmadja, 2003).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. &amp;nbsp;Proses persalinan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persalinan &amp;nbsp;yang &amp;nbsp;tidak &amp;nbsp;sehat &amp;nbsp;atau &amp;nbsp;yang &amp;nbsp;dibantu &amp;nbsp;oleh &amp;nbsp;tenaga &amp;nbsp;non medis. Kematian bayi yang diakibatkan oleh tetanus ini terjadi saat pertolongan &amp;nbsp; persalinan &amp;nbsp; oleh &amp;nbsp; dukun &amp;nbsp; pandai,&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;terjadi &amp;nbsp; pada&amp;nbsp;saat memotong tali pusat menggunakan &amp;nbsp;alat yang tidak steril dan tidak diberikan obat antiseptik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Faktor tradisi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk &amp;nbsp;perawatan &amp;nbsp;tali &amp;nbsp;pusat &amp;nbsp;juga &amp;nbsp;tidak &amp;nbsp;lepas &amp;nbsp;dari &amp;nbsp;masih &amp;nbsp;adanya tradisi &amp;nbsp; yang &amp;nbsp; berlaku &amp;nbsp;di &amp;nbsp;sebagian &amp;nbsp;masyarakat &amp;nbsp;misalnya &amp;nbsp;dengan memberikan &amp;nbsp; berbagai &amp;nbsp; ramuan-ramuan &amp;nbsp;atau &amp;nbsp; serbuk-serbuk &amp;nbsp; yang dipercaya&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;bisa&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;membantu&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;mempercepat&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;kering&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;dan&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;lepasnya potongan tali pusat. &amp;nbsp;Ada yang mengatakan tali pusat bayi itu harus diberi abu-abu pandangan seperti inilah yang seharusnya tidak boleh dilakukan &amp;nbsp;karena &amp;nbsp; justru &amp;nbsp;dengan &amp;nbsp;diberikannya &amp;nbsp;berbagai &amp;nbsp;ramuan tersebut &amp;nbsp;kemungkinan &amp;nbsp;terjangkitnya &amp;nbsp;tetanus &amp;nbsp;lebih &amp;nbsp;besar &amp;nbsp;biasanya penyakit &amp;nbsp; tetanus &amp;nbsp; neonatorum &amp;nbsp;ini &amp;nbsp; cepat &amp;nbsp; menyerang &amp;nbsp; bayi, &amp;nbsp; pada keadaan infeksi berat &amp;nbsp;hanya beberapa hari &amp;nbsp;setelah persalinan &amp;nbsp;jika tidak &amp;nbsp;ditangani &amp;nbsp;biasa &amp;nbsp;mengakibatkan &amp;nbsp;meninggal &amp;nbsp; dunia &amp;nbsp; (Mieke,2006).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tanda dan Gejala Infeksi Tali Pusat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanda-tanda yang perlu dicur igai oleh orang tua baru adalah apabila &amp;nbsp;timbul bau &amp;nbsp;menyengat &amp;nbsp;dan &amp;nbsp;terdapat &amp;nbsp;cairan &amp;nbsp;berwarna &amp;nbsp;merah darah &amp;nbsp;atau &amp;nbsp;bisa &amp;nbsp;juga &amp;nbsp;berbentuk &amp;nbsp;nanah &amp;nbsp;di &amp;nbsp;sisa &amp;nbsp;tali &amp;nbsp;pusat &amp;nbsp;bayi. &amp;nbsp;Hal tersebut &amp;nbsp;menandakan &amp;nbsp;sisa &amp;nbsp;tali pusat &amp;nbsp;mengalami &amp;nbsp;infeksi, &amp;nbsp;lekas &amp;nbsp;bawa bayi &amp;nbsp; ke &amp;nbsp; klinik &amp;nbsp; atau &amp;nbsp; rumah &amp;nbsp; sakit, &amp;nbsp; karena &amp;nbsp; apabila&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;infeksi &amp;nbsp; telah merambat &amp;nbsp;ke &amp;nbsp;perut &amp;nbsp;bayi, &amp;nbsp;akan &amp;nbsp;menimbulkan &amp;nbsp;gangguan &amp;nbsp;serius &amp;nbsp;pada bayi (Febrina, 2006)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manifestasi kebanyakan &amp;nbsp;infeksi staphylococcus &amp;nbsp;pada &amp;nbsp;neonatus adalah &amp;nbsp;tidak &amp;nbsp;spesifik, &amp;nbsp;bakteremia &amp;nbsp;tanpa &amp;nbsp;kerusakan &amp;nbsp;jaringan &amp;nbsp;setempat dikaitkan &amp;nbsp;dengan &amp;nbsp;berbagai &amp;nbsp;tanda, &amp;nbsp;berkisar &amp;nbsp;dari &amp;nbsp;yang &amp;nbsp;ringan &amp;nbsp;sampai dengan &amp;nbsp;keadaan &amp;nbsp;yang &amp;nbsp;berat. &amp;nbsp;Distress &amp;nbsp;pernafasan, &amp;nbsp;apnea, &amp;nbsp;bradikardia, abnormalitas saluran cerna, masalah termoregulasi, adanya perfusi yang buruk, &amp;nbsp;dan disfungsi serebral &amp;nbsp;merupakan &amp;nbsp;hal &amp;nbsp;umum. &amp;nbsp;Infeksi spesifik yang disebabkan oleh staphylococcus aereus meliputi pneumonia, efusi pleural, &amp;nbsp;meningitis, &amp;nbsp;endokarditis, &amp;nbsp;omfalitis, &amp;nbsp;abses, &amp;nbsp;dan &amp;nbsp;osteomielitis (Wahab, 2000).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bayi yang terinfeksi tali pusatnya, pada tempat tersebut biasanya akan &amp;nbsp;mengeluarkan nanah dan pada bagian sekitar pangkal tali pusat akan terlihat &amp;nbsp;merah dan &amp;nbsp;dapat &amp;nbsp;disertai dengan &amp;nbsp;edema. &amp;nbsp;Pada keadaan yang berat infeksi dapat &amp;nbsp;menjalar ke hati (hepar) melalui ligamentum falsiforme dan menyebabkan abses &amp;nbsp;yang berlipat ganda. Pada keadaan&amp;nbsp;menahun &amp;nbsp;dapat &amp;nbsp;terjadi &amp;nbsp;granuloma &amp;nbsp;pada &amp;nbsp;umbilikus &amp;nbsp;(Prawirohardjo,2002).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika &amp;nbsp;tali &amp;nbsp;pusat &amp;nbsp;bayi &amp;nbsp;bernanah &amp;nbsp;atau &amp;nbsp;bertambah &amp;nbsp;bau, &amp;nbsp;berwarna merah, panas, bengkak, dan ada area lembut di sekitar dasar tali pusat seukuran uang &amp;nbsp;logam seratus rupiah, ini merupakan tanda infeksi tali pusat (Sean, 2004).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pencegahan dan Penanganan Infeksi Tali Pusat a. &amp;nbsp;Pencegahan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk pencegahan awal tetanus dapat &amp;nbsp;diberikan pada calon pengantin dengan harapan bila setelah menikah dan hamil tubuhnya sudah punya antitoksin tetanus yang akan ditransfer ke janin melalui plasenta. &amp;nbsp;Seorang&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;wanita &amp;nbsp;yang &amp;nbsp;sudah &amp;nbsp;diimunisasi &amp;nbsp;tetanus &amp;nbsp;2 &amp;nbsp;kali dengan &amp;nbsp; interval &amp;nbsp;4-6 &amp;nbsp; minggu &amp;nbsp; diharapkan &amp;nbsp; mempunyai &amp;nbsp; kekebalan terhadap tetanus selama tiga &amp;nbsp;tahun imunisasi TT diberikan juga pada ibu &amp;nbsp;hamil, &amp;nbsp;diberikan &amp;nbsp;2 &amp;nbsp;kali &amp;nbsp;pada &amp;nbsp;trimester &amp;nbsp;kedua &amp;nbsp;dengan &amp;nbsp;interval waktu 4-6 minggu diharapkan dapat memberikan kekebalan selama tiga tahun sehingga jika si ibu hamil kurun waktu tiga tahun itu tidak diberikan &amp;nbsp;imunisasi &amp;nbsp;TT &amp;nbsp;atau satu kali saja &amp;nbsp;imunisasi sudah cukup (Erikania, 2007).&amp;nbsp;Agar tali pusat tidak terinfeksi, perlu dilakukan inspeksi tali pusat, &amp;nbsp; klem &amp;nbsp; dilepas, &amp;nbsp;dan &amp;nbsp;tali &amp;nbsp;pusat &amp;nbsp;diikat &amp;nbsp;dan &amp;nbsp;dipotong &amp;nbsp;dekat umbilikus &amp;nbsp;kurang &amp;nbsp; dari &amp;nbsp;24 &amp;nbsp;jam &amp;nbsp;setelah &amp;nbsp;bayi &amp;nbsp;lahir.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Ujung &amp;nbsp;dari&amp;nbsp;potongan diberikan krim klorheksidin untuk mencegah infeksi pada tali pusat, dan tidak perlu dibalut dengan kasa dan dapat hanya diberi pengikat tali pusat &amp;nbsp;atau &amp;nbsp;penjepit tali pusat yang terbuat dari plastik (Penny, 2008).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;keadaan&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;normal,&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;tali&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;pusat&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;akan&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;lepas&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;dengan sendirinya dalam waktu lima sampai tujuh hari. Tapi dalam beberapa kasus &amp;nbsp;bisa &amp;nbsp;sampai dua &amp;nbsp;minggu &amp;nbsp;bahkan &amp;nbsp;lebih &amp;nbsp;lama. &amp;nbsp;Selama &amp;nbsp;belum pupus, tali pusat &amp;nbsp;harus &amp;nbsp;dirawat &amp;nbsp;dengan baik. Agar tali pusat tidak infeksi, &amp;nbsp;basah, &amp;nbsp;bernanah, &amp;nbsp;dan &amp;nbsp; berbau. &amp;nbsp;Bersihkan &amp;nbsp;tali &amp;nbsp;pusat &amp;nbsp;bayi dengan &amp;nbsp;sabun &amp;nbsp;saat &amp;nbsp;memandikan &amp;nbsp;bayi. &amp;nbsp; Keringkan &amp;nbsp;dengan &amp;nbsp;handuk lembut. Olesi dengan alkohol 70%. Jangan pakai &amp;nbsp;betadine, karena yodium yang dikandung betadine dapat masuk ke peredaran &amp;nbsp;darah bayi &amp;nbsp;dan &amp;nbsp;menyebabkan &amp;nbsp;gangguan &amp;nbsp;pertumbuhan &amp;nbsp;kelenjar &amp;nbsp;gondok. Biarkan terbuka hingga kering, dapat dibungkus dengan kasa steril. Jangan &amp;nbsp;mengolesi tali pusat &amp;nbsp;dengan ramuan atau &amp;nbsp;menaburi bedak, karena &amp;nbsp;dapat &amp;nbsp; menjadi &amp;nbsp;media &amp;nbsp;yang &amp;nbsp;baik &amp;nbsp;bagi &amp;nbsp;tumbuhnya &amp;nbsp;kuman, termasuk kuman tetanus (Wartamedika, 2006).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk penggantian popok, sebaiknya popok yang telah basah segera &amp;nbsp;diganti untuk &amp;nbsp;menghindari iritasi tali pusat, &amp;nbsp;area tali pusat jangan &amp;nbsp;ditutup &amp;nbsp; dengan &amp;nbsp;popok &amp;nbsp;atau &amp;nbsp;celana &amp;nbsp;plastik &amp;nbsp;dan &amp;nbsp;bila &amp;nbsp;bayi menggunakan popok langsung pakai saja (Sean, 2002).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pencegahan pada &amp;nbsp;infeksi tali pusat &amp;nbsp;dapat &amp;nbsp;dilakukan dengan perawatan tali pusat yang baik. Jika di tempat perawatan bayi banyak&amp;nbsp;penyebab &amp;nbsp;infeksi dengan staphylococcus aereus maka perawatan tali pusat dapat dilakukan sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1) &amp;nbsp;Setelah &amp;nbsp;tali &amp;nbsp;pusat &amp;nbsp;dipotong, &amp;nbsp;ujung &amp;nbsp;tali &amp;nbsp;pusat &amp;nbsp;diolesi &amp;nbsp;dengan&amp;nbsp;tincture jodii.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2) &amp;nbsp;Tangkai tali pusat / pangkal tali pusat dan kulit di sekeliling tali pusat &amp;nbsp;dapat &amp;nbsp; diolesi &amp;nbsp;dengan &amp;nbsp;triple-dye &amp;nbsp;(triple &amp;nbsp;dye &amp;nbsp;ini &amp;nbsp;adalah campuran brilliant green &amp;nbsp;2,29 g, prylapine bemisulfate 1,14 g, dan crystal violet 2,29 g yang dilarutkan dalam satu liter air), jika obat-obat&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;ini&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;tidak&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;ada&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;dapat&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;pula&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;digantikan&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;dengan merkurokrom.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3) &amp;nbsp;Atau &amp;nbsp;tali &amp;nbsp;pusat &amp;nbsp;cukup &amp;nbsp;ditutupi &amp;nbsp;dengan &amp;nbsp;kasa &amp;nbsp;steril &amp;nbsp;dan &amp;nbsp;diganti setiap hari (Prawirohardjo, 2002).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. &amp;nbsp;Penanganan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Infeksi pada bayi dapat merupakan penyakit yang berat dan sangat&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;sulit&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;diobati.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Jika&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;tali&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;pusat&amp;nbsp;bayi&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;terinfeksi&amp;nbsp;oleh Staphylococcus &amp;nbsp;aereus, &amp;nbsp;sebagai &amp;nbsp;pengobatan &amp;nbsp;lokal &amp;nbsp;dapat &amp;nbsp;diberikan salep &amp;nbsp;yang &amp;nbsp;mengandung &amp;nbsp;neomisin &amp;nbsp;dan &amp;nbsp;basitrasin. &amp;nbsp;Selain &amp;nbsp;itu &amp;nbsp;juga dapat &amp;nbsp;diberikan salep &amp;nbsp;gentamisin. Jika terdapat &amp;nbsp;granuloma,&amp;nbsp;dapat pula &amp;nbsp;dioleskan &amp;nbsp;dengan &amp;nbsp;larutan &amp;nbsp;nitras &amp;nbsp;argenti &amp;nbsp;3% &amp;nbsp;(Prawirohardjo,2002).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1) &amp;nbsp;Infeksi tali pusat lokal atau terbatas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika tali pusat bengkak, mengeluarkan nanah, atau berbau busuk, dan di &amp;nbsp;sekitar tali pusat kemerahan dan pembengkakan terbatas&amp;nbsp;pada &amp;nbsp;daerah≤ &amp;nbsp;1 &amp;nbsp;cm &amp;nbsp;di &amp;nbsp;sekitar &amp;nbsp;pan gk &amp;nbsp; al &amp;nbsp;tali &amp;nbsp;pusat &amp;nbsp;lokal &amp;nbsp;atau terbatas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cara penanganannya :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a) &amp;nbsp;Biasakan &amp;nbsp;untuk &amp;nbsp;selalu &amp;nbsp;mencuci &amp;nbsp;tangan &amp;nbsp;sebelum &amp;nbsp;memegang atau membersihkan tali pusat, untuk mencegah berpindahnya kuman dari tangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b) &amp;nbsp;Bersihkan&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;tali&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;pusat&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;menggunakan&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;larutan&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;antiseptik (misalnya &amp;nbsp;klorheksidin &amp;nbsp;atau &amp;nbsp;iodium &amp;nbsp;povidon &amp;nbsp;2,5%) &amp;nbsp;dengan kain kassa yang bersih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c) &amp;nbsp;Olesi &amp;nbsp; tali &amp;nbsp; pusat &amp;nbsp; pada &amp;nbsp; daerah &amp;nbsp; sekitarnya &amp;nbsp; dengan &amp;nbsp; larutan antiseptik (misalnya gentian violet 0,5% atau iodium povidon&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2,5%) delapan kali sehari sampai tidak ada nanah lagi pada tali &amp;nbsp;pusat. &amp;nbsp; Anjurkan &amp;nbsp;bayi &amp;nbsp;melakukan &amp;nbsp;ini &amp;nbsp;kapan &amp;nbsp;saja &amp;nbsp;bila memungkinkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d) &amp;nbsp;Jika kemerahan atau bengkak pada tali pusat meluas melebihi area 1 cm, obati seperti infeksi tali pusat berat atau meluas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2) &amp;nbsp;Infeksi tali pusat berat atau meluas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika &amp;nbsp;kulit &amp;nbsp;di &amp;nbsp;sekitar &amp;nbsp;tali &amp;nbsp;pusat &amp;nbsp;merah &amp;nbsp;dan &amp;nbsp;mengeras &amp;nbsp;atau &amp;nbsp;bayi mengalami distensi abdomen, obati sebagai tali &amp;nbsp;pusat berat atau meluas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cara penanganannya :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a) &amp;nbsp;Ambil &amp;nbsp; sampel &amp;nbsp; darah &amp;nbsp; dan &amp;nbsp; kirim &amp;nbsp; ke&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;laboratorium &amp;nbsp; untuk pemeriksaan kultur dan sensivitasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b) &amp;nbsp;Beri kloksasilin per oral selama 5 hari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c) &amp;nbsp;Jika terdapat pustule / lepuh kulit dan selaput lendir. d) &amp;nbsp;Cari tanda-tanda sepsis.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e) &amp;nbsp;Lakukan perawatan umum seperti dijelaskan untuk infeksi tali pusat lokal atau terbatas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-6397745722686188776?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/6397745722686188776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=6397745722686188776&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/6397745722686188776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/6397745722686188776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/10/infeksi-tali-pusat.html' title='Infeksi Tali Pusat'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-4338381565104250263</id><published>2011-10-05T05:30:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T05:30:24.320-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Kesehatan'/><title type='text'>Metode Kanguru dalam Perawatan Bayi Prematur</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teknik &amp;nbsp;kanguru &amp;nbsp;merupakan &amp;nbsp;sebuah &amp;nbsp;metode &amp;nbsp;perawatan &amp;nbsp;yang &amp;nbsp;tersedia &amp;nbsp;secara universal dan baik secara biologi bagi semua bayi baru lahir, akan tetapi biasanya bagi bayi-bayi prematur dengan 3 &amp;nbsp;komponennya yang meliputi kontak kulit dengan kulit, menyusui eksklusif dan dukungan terhadap ibu dan bayi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teknik kanguru adalah kontak langsung dengan kulit ibu dan bayi prematur yang dilakukan sejak &amp;nbsp;dini dan berkelanjutan baik selama masih di rumah sakit maupun di rumah, disertai pemberian ASI &amp;nbsp;eksklusif dan pemantauan terhadap tumbuh kembang bayi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Komponen Metode Kanguru&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada awalnya metode kanguru ini terdiri dari 3 komponen yaitu :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Posisi kanguru&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yaitu bayi prematur yang telah memenuhi kriteria untuk dirawat dengan metode diletakkan dengan posisi vertikal di antara kedua payudara ibu. Bayi hanya mengenakan popok dan penutup kepala, sehingga di harapkan sebanyak mungkin akan terjadi kontak kulit langsung antara ibu dan bayi. Posisi &amp;nbsp;ini dipertahankan baik ibu dalam keadaan berdiri, duduk, ataupun berbaring sehingga di harapkan &amp;nbsp;terjadi kontak langsung yang terus menerus selama 24 jam atau beberapa jam dalam sehari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Nutrisi kanguru&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makanan yang terbaik untuk bayi prematur adalah ASI. Pemberian ASI bisa secara &amp;nbsp; langsung &amp;nbsp; kalau &amp;nbsp;bayi &amp;nbsp;sudah &amp;nbsp;siap. &amp;nbsp;Cara &amp;nbsp;lain &amp;nbsp;untuk &amp;nbsp;ASI &amp;nbsp;yang &amp;nbsp;diperas &amp;nbsp;bisa diberikan dengan gelas, sendok, spuit bilamana bayi belum siap menghisap.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Dukungan kanguru&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan metode ini diharapkan rasa cemas ibu akan berkurang dan tumbuh rasa percaya diri ibu. Untuk itu di perlukan dukungan dari keluarga, masyarakat sekitarnya, dan yang sangat penting dari petugas kesehatan. Dukungan di sini bisa dalam bentuk dukungan emosi, fisik, dan pendidikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d. Pemulangan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama &amp;nbsp;masih &amp;nbsp;dalam &amp;nbsp;perawatan, &amp;nbsp;ibu &amp;nbsp;diperkenalkan &amp;nbsp;dengan &amp;nbsp;metode &amp;nbsp;kanguru dengan harapan dia paham dan mau melakukan perawatan bayi dengan metode ini. Bayi yang &amp;nbsp;di &amp;nbsp;rawat &amp;nbsp;dengan &amp;nbsp;metode &amp;nbsp;kanguru &amp;nbsp;akan &amp;nbsp;pulang &amp;nbsp;lebih &amp;nbsp;awal dan &amp;nbsp;biaya &amp;nbsp;yang &amp;nbsp;di keluarkan lebih rendah serta beban tugas &amp;nbsp;kesehatan menjadi lebih ringan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Manfaat Metode Kanguru&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun manfaat &amp;nbsp;dalam metode kanguru, bagi bayi yaitu : suhu tubuh stabil ( 36,5-37 ˚ C ), detak jantung janin relatif stabil sekitar 140-160/menit, tidur lebih lelap, kenaikan &amp;nbsp;berat &amp;nbsp;badan &amp;nbsp;lebih &amp;nbsp;cepat, &amp;nbsp;jarang &amp;nbsp;timbul &amp;nbsp;infeksi &amp;nbsp;yang &amp;nbsp;serius, &amp;nbsp;dan &amp;nbsp;bayi &amp;nbsp;di perlakukan lebih manusiawi; bagi ibu : &amp;nbsp;berkurangnya stres, merasa lebih percaya diri, mampu merawat bayi kecil, merasa diberdayakan dalam perawatan bayinya, terjalinnya ikatan batin yang kuat antara ibu dan bayi, meningkatkan pemberian ASI; bagi petugas kesehatan : kebutuhan tenaga dan peralatan bisa lebih ditekankan, bayi bisa di pulangkan lebih awal, biaya perawatan lebih murah, beban petugas dalam merawat bayi menjadi lebih ringan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Waktu untuk Memulai Metode Kanguru&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Metode kanguru bisa dimulai apaabila ibu dan bayi sudah merasa cukup sehat. Pada bayi &amp;nbsp;normal metode ini bisa dimulai segera setelah pemotongan tali pusat dan perawatan &amp;nbsp;tali &amp;nbsp;pusat. &amp;nbsp; Untuk &amp;nbsp;bayi &amp;nbsp;prematur &amp;nbsp;yang &amp;nbsp;sering &amp;nbsp;terjadi &amp;nbsp;komplikasi &amp;nbsp;maka sebaiknya &amp;nbsp;ditunda &amp;nbsp;sampai &amp;nbsp;kondisi &amp;nbsp;bayi &amp;nbsp;stabil. &amp;nbsp;Jadi &amp;nbsp;saat &amp;nbsp;yang &amp;nbsp;tepat &amp;nbsp;untuk &amp;nbsp;memulai metode ini sangat individual tergantung umur kehamilan, &amp;nbsp;berat lahir, umur postnatal, beratnya penyakit yang diderita bayi dan kondisi ibu. WHO (2002) membuat pedoman berdasarkan berat badan dan umur kehamilan yaitu : bayi dengan berat 1800 gram atau lebih, &amp;nbsp;dengan &amp;nbsp;umur &amp;nbsp;kehamilan &amp;nbsp;&amp;gt; &amp;nbsp;30-34 &amp;nbsp;minggu, &amp;nbsp;perlu &amp;nbsp;dilakukan &amp;nbsp;perawatan &amp;nbsp;khusus terlebih &amp;nbsp;dahulu setelah kondisi bayi membaik maka bisa dilakukan metode kanguru. Berat &amp;nbsp;badan 1200-1799 &amp;nbsp;gram, dengan umur kehamilan 28-32 &amp;nbsp;minggu &amp;nbsp;harus dirujuk sebelum lahir dan perlu waktu seminggu &amp;nbsp;atau lebih untuk bisa memulai metode ini. Berat &amp;nbsp;badan &amp;nbsp;&amp;lt; &amp;nbsp;1200 &amp;nbsp;gram, &amp;nbsp;umur &amp;nbsp;kehamilan &amp;nbsp;&amp;lt; &amp;nbsp;30 &amp;nbsp; minggu &amp;nbsp;membutuhkan &amp;nbsp;waktu berminggu-minggu untuk memulai metode ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Lamanya Metode Kanguru Dilakukan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan &amp;nbsp;lamanya &amp;nbsp;metode &amp;nbsp;ini &amp;nbsp;dilakukan &amp;nbsp;metode &amp;nbsp;kanguru &amp;nbsp;dibagi &amp;nbsp;menjadi intermiten dan kontinyu. Intermiten maksudnya bayi yang masih memerlukan perawatan konvensional (Inkubator) dikeluarkan dari inkubator untuk beberapa saat dirawat dengan metode kanguru, setelah itu kembali lagi ke inkubator. Usahakan pada awalnya jangan kurang dari 60 menit &amp;nbsp;dengan posisi kanguru, kalau &amp;nbsp;kurang &amp;nbsp;akan menggangu waktu istirahat bayi &amp;nbsp;dan bayi akan stres. Kontinyu berarti dilakukan berangsur-angsur sampai&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;24 jam. Bayi dikeluarkan dari gendongan bila akan mengganti popok, perawatan tali pusat atau perlu &amp;nbsp;pemeriksaan dokter, dan jika ibu akan mandi. Selama lepas dari ibu, bayi dibungkus rapat agar tidak &amp;nbsp;kedinginan atau bisa diserahkan &amp;nbsp; pada suami, nenek, atau &amp;nbsp;saudara &amp;nbsp;yang &amp;nbsp;lain. &amp;nbsp;Metode &amp;nbsp;kanguru &amp;nbsp;ini &amp;nbsp; dilakukan &amp;nbsp;sampai &amp;nbsp;bayi &amp;nbsp;sudah &amp;nbsp;tidak menginginkannya lagi. Ini ditandai dengan bayi menjadi gelisah, rewel, selalu bergerak saat berada dalam posisi kanguru. Biasanya ini terjadi setelah bayi mencapai berat badan&amp;nbsp;2500 gram atau umur kehamilan 40 minggu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persiapan yang Diperlukan untuk Melakukan Metode Kanguru&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Persiapan yang dilakukan untuk melakukan metode kanguru menyangkut 3 hal, yaitu : 1) ibu &amp;nbsp;dan bayi : kondisi dan keberadaan ibu setelah melahirkan merupakan persyaratan utama. Harus ada pengganti ibu yang secara fisik dan mental sehat, mampu dan mau melakukan perawatan metode kanguru. Bayi setelah melewati masa krisis dan dalam keadaan yang stabil sudah bisa dirawat oleh &amp;nbsp;ibunya dengan metode kanguru. Pakaian &amp;nbsp;ibu &amp;nbsp;dan &amp;nbsp;bayi &amp;nbsp;tidak &amp;nbsp;memerlukan &amp;nbsp;pakaian &amp;nbsp;yang &amp;nbsp;khusus, &amp;nbsp; Hanya &amp;nbsp;ibu &amp;nbsp;harus mengenakan &amp;nbsp;baju &amp;nbsp;yang &amp;nbsp;terbuka &amp;nbsp;didepan. &amp;nbsp;Untuk &amp;nbsp;bayinya &amp;nbsp;hanya &amp;nbsp;popok &amp;nbsp;dan &amp;nbsp;penutup kepala. Agar posisi bayi tetap melekat ke dada ibu, diiluar baju ibu bisa diikat dengan kain panjang dan jangan terlalu menekan perut ibu agar bayi bisa bernafas. 2) tempat atau instansi : &amp;nbsp;metode &amp;nbsp;kanguru &amp;nbsp;bisa dilakukan pada tempat &amp;nbsp;pelayanan persalinan di tingkat paling bawah (rumah bersalin, Polindes, Puskesmas dengan perawatan) sampai rumah &amp;nbsp;sakit &amp;nbsp;rujukan. &amp;nbsp;Harus &amp;nbsp;ada &amp;nbsp;kebijakan &amp;nbsp;tertulis &amp;nbsp;di &amp;nbsp;tingkat &amp;nbsp;nasional, &amp;nbsp;daerah, &amp;nbsp;dan institusi yang bersangkutan dari pimpinan yang menyatakan metode &amp;nbsp;kanguru sebagai salah satu metode alternatif bagi perawatan bayi &amp;nbsp; prematur. &amp;nbsp; Perlu dilakukan evaluasi atas pelaksanaan metode ini. 3) dukungan lingkungan : untuk keberhasilan metode ini diperlukan &amp;nbsp;dukungan &amp;nbsp;dari &amp;nbsp;petugas &amp;nbsp;selama &amp;nbsp;masih &amp;nbsp;berada &amp;nbsp;di &amp;nbsp;rumah &amp;nbsp;sakit. &amp;nbsp;Di &amp;nbsp;rumah dukungan pihak keluarga sangat diperlukan termasuk agar ibu diberi kesempatan untuk banyak istirahat, tidur yang cukup, &amp;nbsp;aktivitasnya hanya yang berkaitan dengan bayinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Petunjuk Pelaksanaan Metode Kanguru&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Petunjuk pelaksanaan metode kanguru ini yaitu : 1) setelah mencuci tangan ibu mengenakan &amp;nbsp;baju kanguru atau baju biasa yang terbuka didepan. 2) bayi diletakkan&amp;nbsp;tegak diantara kedua payudara ibu. 3) kepala bayi dipalingkan ke arah kiri atau kanan, sehingga bayi &amp;nbsp;mendengar detak jantung ibunya, &amp;nbsp;leher bayi dalam posisi ekstensi. 4) kenakan kancing baju ibu. 5) agar posisi ibu tidak berubah gunakan kain panjang yang melilit tubuh ibu (usahakan tidak menekan &amp;nbsp;perut bayi). Posisi ini dipertahankan terus baik ibu dalam posisi duduk, berdiri maupun berbaring. Bila &amp;nbsp;ibu berbaring hendaknya tempat tidur di bagian hulu ditopang dengan bantal sehingga posisi kepala &amp;nbsp;bayi lebih tinggi dari badannya. Ini diperlukan agar bayi tidak muntah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-4338381565104250263?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/4338381565104250263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=4338381565104250263&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/4338381565104250263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/4338381565104250263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/10/metode-kanguru-dalam-perawatan-bayi.html' title='Metode Kanguru dalam Perawatan Bayi Prematur'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-2193989136573852375</id><published>2011-10-05T05:13:00.001-07:00</published><updated>2011-10-05T05:13:40.338-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Kesehatan'/><title type='text'>Beberapa definisi seputar kebidanan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kebidanan/ Midwifery&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merupakan ilmu yang terbentuk dari sintesa berbagai disiplin ilmu (multi disiplin) yang berkaitan &amp;nbsp;dengan pelayanan kebidanan, meliputi ilmu kedokteran, ilmu keperawatan, ilmu sosial, ilmu perilaku, ilmu budaya, llmu kesehatan masyarakat dan ilmu manajemen untuk dapat memberi pelayanan kepada ibu dalam masa prakonsepsi, masa hamil, ibu besalin, post partum, bayi baru lahir. Pelayanan tersebut meliputi pendeteksian keadaan abnormal pada ibu&amp;amp; anak, melaksanakan &amp;nbsp;konseling &amp;amp; pendidikan kesehatan terhadap individu, keluarga dan masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pelayanan Kebidanan (Midwifery Services)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adalah seluruh tugas yang menjadi tanggungjawab praktek profesi bidan dalam system pelayanan kesehatan &amp;nbsp;yang bertujuan meningkatkan kesehatan ibu &amp;amp; anak dalam rangka mewujudkan kesehatan keluarga dan masyarakat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Praktek Kebidanan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adalah penerapan ilmu kebidanan dalam memberikan pelayanan/ asuhan kebidanan kepada klien dengan pendekatan manajemen kebidanan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Manajemen kebidanan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adl pendekatan yg digunakan o/ bidan dlm menerapkan metoda pemecahan masalah secara sistematis mulai dari pengkajian, analisa data, diagnosa kebidanan, menentukan masalah dan diagnosa potensial, menetukan tindakan segera, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Asuhan kebidanan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adalah penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadikan tanggungjawab dalam memberikan pelayanan pada klien yang mempunyai kebutuhan/ masalah dalam bidang kesehatan ibu masa hamil, &amp;nbsp;masa persalinan, nifas, bayi baru lahir serta keluarga berencana&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-2193989136573852375?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/2193989136573852375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=2193989136573852375&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/2193989136573852375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/2193989136573852375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/10/beberapa-definisi-seputar-kebidanan.html' title='Beberapa definisi seputar kebidanan'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-6910885962652180419</id><published>2011-10-05T05:11:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T05:11:26.483-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Kesehatan'/><title type='text'>Teknik Pemeriksaan Palpasi Kehamilan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan palpasi dilakukan menurut Leopold , Leopold I sampai IV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan yang sifatnya membantu Leopold adalah:&lt;br /&gt;a.Membantu Leopold II&lt;br /&gt;Pada letak membujur, untuk menentukan dimana punggung janin.&lt;br /&gt;Tekniknya fundus uteri didorong ke bawah, badan akan melengkung sehingga punggung mudah ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan menurut Ahlfeld.&lt;br /&gt;Janin dengan &amp;nbsp;letak membujur didorong ke salah satu sisi sehingga janin mengisi ruang yang lebih terbatas sehingga pemeriksaan punggung lebih mudah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Membantu pemeriksaan Leopold III&lt;br /&gt;Dengan pemeriksaan Kneble&lt;br /&gt;Dengan memahami &amp;nbsp;pemeriksaan Leoplod dengan baik, sehingga dapat menetapkan kedudukan janin.&lt;br /&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Tahap &amp;nbsp;persiapan &amp;nbsp;pemeriksaan Leopold&lt;br /&gt;a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Penderita tidur telentang dengan kepala lebih tinggi&lt;br /&gt;b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Tangan diatas kepala atau disamping badan&lt;br /&gt;c.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Kaki ditekuk&lt;br /&gt;d.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Perut dibuka sebelumnya&lt;br /&gt;e.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Pemeriksa &amp;nbsp;menghadap muka &amp;nbsp;pada Leopold 1-III, Leopold IV pemeriksa menghadap ke kaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Tahap &amp;nbsp;Pemeriksaan Leopold&lt;br /&gt;a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Leopold I&lt;br /&gt;Kedua telapak tangan di fundus uteri, untuk menentukan:&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;TFU : menentukan umur kehamilan&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Bagian yang terletak di fundus.&lt;br /&gt;Letak sungsang: teraba bulat, keras, melenting.&lt;br /&gt;Letak kepala: teraba bokong: besar, lunak, tidak melenting&lt;br /&gt;Letak lintang : fundus uteri tidak diisi bagian- bagian janin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Leopold II&lt;br /&gt;Kedua telapak tangan turun menelusuri tepi uterus untuk menentukan bagian apa yang ada disamping.&lt;br /&gt;Letak membujur: menentukan punggung janin, teraba seperti papan&lt;br /&gt;Pada letak lintang ditetapkan dimana kepala janin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Leopold III&lt;br /&gt;Menentukan bagian apa yang ada disimpisis pubis&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Kepala : teraba bulat, keras, melenting&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Bokong: teraba besar, lunak, tidak melenting&lt;br /&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Letak lintang; simpisis pubis akan kosong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Leopol IV&lt;br /&gt;Pemeriksa menghadap ke kaki penderita, untuk menentukan bagian terendah janin masuk pintu atas panggul.&lt;br /&gt;Convergen: belum masuk PAP&lt;br /&gt;Divergen : sudah masuk PAP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemeriksaan Pembantu Leopold&lt;br /&gt;1.Pemeriksan Budine&lt;br /&gt;Dipergunakan pada letak membujur, untuk lebih menetapkan dimana punggung janin&lt;br /&gt;Teknik: Fundus uteri didorong ke bawah, badan janin akan melengkung sehingga punggung mudah ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Pemeriksaan Ahlfeld&lt;br /&gt;Janin dengan letak membujur didorong ka salah satu sisi sehingga janin mengisi ruangan yeng lebih terbatas. Dengan mendorong janin ke satu arah, maka pemeriksaan punggung janin lebih mudah dilakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Pemeriksaan Kneble&lt;br /&gt;Pemeriksaan ini sama dengan pemeriksaan Leopol III.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-6910885962652180419?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/6910885962652180419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=6910885962652180419&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/6910885962652180419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/6910885962652180419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/10/teknik-pemeriksaan-palpasi-kehamilan.html' title='Teknik Pemeriksaan Palpasi Kehamilan'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-6902019320943570082</id><published>2011-10-05T05:05:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T05:05:41.976-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Kesehatan'/><title type='text'>Perdarahan Setelah Bayi Lahir</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prinsip Dasar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Definisi Perdarahan &amp;nbsp;pasca persalinan adalah perdarahan yang melebihi 500 ml. Kondisi dalam persalinan menyebabkan kesulitan untuk menentukan jumlah perdarahan yang terjadi karena tercampur dengan air ketuban dan serapan pakaian &amp;nbsp;atau kain alas tidur.&amp;nbsp;Oleh sebab itu &amp;nbsp;maka batasan operasional untuk periode paca persalinan adalah setelah bayi lahir. Sedangkan tentang jumlah perdarahan, disebutkan sebagai perdarahan yang lebih dari normal dimana telah menyebabkan perubahan tanda vital (pasien mengeluh lemah, limbung, berkeringat dingin, menggigil, hiperpnea, sistolik &amp;lt; 90 mmhg, nadi &amp;gt;100 x/ menit, kadar Hb &amp;lt; 8 gr %).&amp;nbsp;Perdarahan &amp;nbsp;setelah bayi lahir dapat disebabkan oleh: perdarahan pascapesalinan primer (P3), atonia uteri, retensio plasenta, ruptuur jalan lahir (ruptuur perineum, robekan dinding vagina dan robekan serviks). Pada kesempatan ini dibahas mengenai &amp;nbsp;perdarahan &amp;nbsp;akibat atonia uteri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masalah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Perdarahan setelah bayi lahir dan dalam 24 jam pertama persalinan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Perdarahan setelah 24 jam persalinan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penanganan umum&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Diketahui dengan pasti kondisi pasien sejak awal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pimpin persalinan dengan mengacu &amp;nbsp;pada persalinan yang bersih dan aman (termasuk upaya pencegahan perdarahan pasca persalinan)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lakukan observasi melekat pada 2 jam pertama pasca salin (diruang persalinan) dan lanjutkan pemantauan terjadual hingga 4 jam berikutnya (di ruang rawat gabung)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selalu siapkan keperluan tindakan &amp;nbsp;gawat darurat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Segera lakukan penilaian klinik dan upaya pertolongan apabila dihadapkan &amp;nbsp;dengan masalah dan komplikasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Atasi syok&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pastikan kontraksi berlangsung dengan baik (keluarkan bekuan darah, lakukan pijatan uterus, beri uterotonika 10 IU IM dilanjutkan infuse &amp;nbsp; 20 IU dalam 500 cc RL &amp;nbsp;dengan 40 tetesan permenit)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pastikan plasenta telah lahir dan lengkap, eksplorasi kemungkinan robekan jalan lahir&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila perdarahan terus berlangsung , lakukan uji beku darah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pasang kateter menetap dan pantau masuk- keluar cairan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cari penyebab perdarahan dan lakukan tindakan spesifik.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jenis uterotonika dan cara pemberianya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-insideh: .5pt solid windowtext; mso-border-insidev: .5pt solid windowtext; mso-padding-alt: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 480;"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 104.4pt;" valign="top" width="139"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Jenis dan cara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 117.0pt;" valign="top" width="156"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Oksitosin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Ergometrin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Misoprostol&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 104.4pt;" valign="top" width="139"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Dosis dan cara  pemberian awal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 117.0pt;" valign="top" width="156"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;IV:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt; 40 unit dalam 1 larutan garam fisiologis dan  tetesan cepat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;IM:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt; 10 unit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;IM atau IV (lambat)  0,2 mg&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Oral atau rectal 400  mg&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 104.4pt;" valign="top" width="139"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Dosis lanjutan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 117.0pt;" valign="top" width="156"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;IV: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;20 unit dalam 1 larutan garam fisiologis dengan  40 tetes permenit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Ulangi 0,2 mg IM  setelah 15 menit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Bila masih diperlukan  beri IM/IV setiap 2- 4 jam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;400 mg 2-4 jam  setelah dosis awal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 104.4pt;" valign="top" width="139"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Dosis maksimal  perhari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 117.0pt;" valign="top" width="156"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Tidak lebih 3 larutan  dengan oksitosin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Total 1 gram atau 5  dosis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Total 1200 mg atau 3  dosis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 104.4pt;" valign="top" width="139"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Indikasi kontra atau  hati - hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 117.0pt;" valign="top" width="156"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Pemberian IV secara  cepat atau bolus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Preeklamsi, vitium  cordis, hipertensi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Nyeri kontraksi, Asma&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penilaian Klinik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-insideh: .5pt solid windowtext; mso-border-insidev: .5pt solid windowtext; mso-padding-alt: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 480;"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 185.4pt;" valign="top" width="247"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;GEJALA DAN TANDA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 135.0pt;" valign="top" width="180"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;PENYULIT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 122.4pt;" valign="top" width="163"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;DIAGNOSIS KERJA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 185.4pt;" valign="top" width="247"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Uterus  tidak berkontraksi dan lembek&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Perdarahan  segera setelah anak lahir (Perdarahan Pascapersalinan Primer atau P3)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 135.0pt;" valign="top" width="180"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Syok&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Bekuan  darah pada serviks atau posisi telentang akan menghambat aliran darah keluar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 122.4pt;" valign="top" width="163"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Atonia  uteri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 185.4pt;" valign="top" width="247"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Darah  segar yang mengalir segera setelah bayi lahir (P3)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Uterus  berkontraksi dan keras&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Plasenta  lengkap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 135.0pt;" valign="top" width="180"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Pucat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Lemah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Menggigil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 122.4pt;" valign="top" width="163"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Robekan  jalan lahir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 185.4pt;" valign="top" width="247"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Plasenta  belum lahir setelah 30 menit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Perdarahan  segera (P3)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Uterus  berkontraksi dan keras&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 135.0pt;" valign="top" width="180"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Tali  pusat putus akibat traksi berlebihan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Invesio  Uteri akibat tarikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Perdarahan  lanjutan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 122.4pt;" valign="top" width="163"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Retensio  plasenta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 185.4pt;" valign="top" width="247"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Plasenta  atau sebagian selaput (mengandung pembuluh darah) tidak lengkap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Perdarahan  segera (P3)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 135.0pt;" valign="top" width="180"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Uterus  berkontraksi tetapi tinggi fundus tidak berkurang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 122.4pt;" valign="top" width="163"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Tetinggalnya  sebagian plasenta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 5.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 5.65pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 185.4pt;" valign="top" width="247"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Uterus  tiadak teraba&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Lumen  vagina terisi massa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Tampak  tali pusat (bila plesenta belum lahir)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 135.0pt;" valign="top" width="180"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Neurogenik  syok&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Pucat  dan limbung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 122.4pt;" valign="top" width="163"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Inversio  uteri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 185.4pt;" valign="top" width="247"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Sub-  involusi uterus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Nyeri  tekan perut bawah dan pada uterus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Perdarahan  sekunder&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Lokia  mukopurulen dan berbau (bila diserta infeksi)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 135.0pt;" valign="top" width="180"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Anemia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Demam  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 122.4pt;" valign="top" width="163"&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 19.85pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 19.85pt; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span&gt;§&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; font-size: 10.0pt; mso-bidi-font-family: Tahoma;"&gt;Endometritis  atau sisa fragmen plasenta (terinfeksi atau tidak)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-6902019320943570082?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/6902019320943570082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=6902019320943570082&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/6902019320943570082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/6902019320943570082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/10/perdarahan-setelah-bayi-lahir.html' title='Perdarahan Setelah Bayi Lahir'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-1679010360280896808</id><published>2011-10-05T05:00:00.001-07:00</published><updated>2011-10-05T05:00:57.870-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Kesehatan'/><title type='text'>Peredaran Darah Janin</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peredaran darah janin berbeda dengan sistem peredaran darah orang dewasa karena paru- paru janin belum berkembang sehingga O2 diambil melalui perantara plasenta. Oleh karena &amp;nbsp;peredaran darah janin ditentukan oleh:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Foramen Ovale antara kedua atrium&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Duktus Arteriosus Bothalli antara arteri pulmonalis dengan aorta&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Duktus Venusus Arantii di dalam hepar menuju vena cava inferior.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;Pada umbilikus terdapat &amp;nbsp;satu vena &amp;nbsp;dan dua arteri umbilikus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peredaran darah janin berlangsung sebagai berikut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Darah yang kaya dengan nutrisi dan O2 dialirkan melalui vena umbilikus menuju hati, dimana terdapat duktus venusus Arantii, langsung menuju dan masuk ke &amp;nbsp;vena cava inferior lalu masuk ke atrium kanan &amp;nbsp;jantung janin&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dari atrium kanan janin sebagian besar darah masuk ke atrium kiri melalui foramen ovale&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebagian kecil darah dari atrium kanan masuk ke ventrikel kanan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Darah &amp;nbsp;yang masuk ke atrium kiri &amp;nbsp;akan di pompa ke ventrikel kiri dan dari ventrikel kiri di pompa masuk ke aorta dan selanjutnya dialirkanke seluruh tubuh janin&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cabang aorta di bagian bawah menjadi dua arteri hipogastrika interna, yang mempunyai cabang arteria umbilikalis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Darah dari ventrikel kanan di pompa menuju paru- paru, tetapi karena paru- paru belum berkembang maka darah yang terdapat pada arteri pulmonalis dialirkan menuju aorta melalui duktus arteriosus Bothalli.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Darah yang dialirkan menuju paru- paru akan dialirkan kembali menuju jantung &amp;nbsp;melalui vena pulmonalis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Darah yang menuju plasenta melalui arteri umbilikalis terpecah menjadi kapiler untuk mendapat nutrisi dan O2 untuk pertumbuhan dan perkembangan janin&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sisa mertabolisme janin dan CO2 dilepaskan ke dalam sirkulasi retroplasenter untuk selanjutnya di buang melalui alat pembuangan yang terdapat di tubuh ibu.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faktor penting yang mengubah peredaran darah janin menuju peredaran darah &amp;nbsp;dewasa ditentukan:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Berkembangnya paru- paru janin.&amp;nbsp;Berkembangnya paru menyebabkan tekanan negatif dalam paru sehingga dapat menampung darah, u/ melakukan pertukaran CO2 dan 02 dari udara. Dengan demikian duktus arteriosus Bothalli tidak berfungsi dan akan mengalami obliterasi. &amp;nbsp;Tekanan dalam atrium kiri makin meningkat, sehingga dapat menutup foramen ovale. Tekanan yang tinggi pada atrium kiri disebabkan &amp;nbsp;darah yang mengalir ke atrium kanan, kini langsung menuju paru- paru dan dialirkan ke atrium kiri melalui vena pulmonalis. Dua faktor ini yang menyebabkan tekanan di atrium kiri meningkat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terputusnya hubungan peredaran darah antara ibu dan janin dengan dipotongnya tali pusat.&amp;nbsp;Pemotongan tali pusat di lakukan setelah bayi menangis atau &amp;nbsp;tali pusat berhenti berdenyut, karena dapat menambah darah sekitar 50-75 ml dari plasenta yang sangat berarti bagi pertumbuhan janin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membuat Adult hemoglobin (tipe A) &amp;nbsp;sehingga siap melakukan pertukaran Co2 dan O2 melalui paru- paru.&amp;nbsp;Menjelang persalinan disiapkan membuat adult hemoglobin (A) sehingga setelah lahir langsung dapat menangkap 02 dan melepaskan CO2 melalui pernafasan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-1679010360280896808?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/1679010360280896808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=1679010360280896808&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/1679010360280896808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/1679010360280896808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/10/peredaran-darah-janin.html' title='Peredaran Darah Janin'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-509311409419954450</id><published>2011-10-05T04:58:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T04:58:11.653-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Kesehatan'/><title type='text'>Model Kesehatan Untuk Semua (Health For All)</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Model ini di perkenalkan WHO sejak tahun 1978. Model ini memungkinkan focus ditujukan pada wanita tersebut, keluarga dan komunitasnya. Model ini juga memberi kesempatan untuk &amp;nbsp;komunikasi antara bidan dari berbagai Negara. Pengaruh tersembunyi dari model ini pada kebanyakan kebijakan adalaha nyata dan ini mempunyai konsekuensi yang penting bagi praktek kebidanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Falsafah pokok yang mendasari dari model konsep ini &amp;nbsp;dinyatakan dalam DEKLARASI ALMA ALTA &amp;nbsp;tahun 1978 dan adalah suatu pernyataan yang mendukung definisi WHO tentang sehat. Sehat &amp;nbsp;(WHO) adalah suatu keadaan sejahtera secara fisik, mental dan social yang sempurna dan tidak hanya karena bebas dari penyakit &amp;nbsp;atau kecacatan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sehat adalah hak azasi manusia yang fundamental dan pencapaian ketingkat yang tertinggi dari kesehatan yang dimungkinkan adalah tujuan social yang paling penting diseluruh dunia &amp;nbsp;yang realisasinya menuntut tindakan dari banyak sektor dan ekonomi disamping sektor kesehatan (WHO 1988).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ewles dan Simnett (1992) mengidentifikasi 5 thema dalam gerakan Kesehatan Untuk Semua:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kurangi ketidaksetaraan dalam kesehatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesehatan positif melalui promosi kesehatan dan pencegahan penyakit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Partisipasi masyarakat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kerjasama antara otoritas kesehatan , otoritas local dan lain- lainnya yang mempunyai pengaruh terhadap kesehatan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fokus pada kesehatan primer sebagai basis utama dari system kesehatan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesehatan primer dilukiskan &amp;nbsp;sebagai kendaraan untuk kesehatan, suatu pandangan yang sangat kontras dengan model medical yang berfokus pada ketentuan spesialistik, pelayanan berbasis dirumah sakit (Mac Donald, 1993)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pelayanan Kesehatan Primer (Primary Halth Care) adalah suatu pelayanan kesehatan yang essensial berdasarkan ilmu pengetahuan yang dapat diandalkan &amp;nbsp;dan dapat diterima oleh masyarakat dan secara teknis dapat diterima &amp;nbsp;secara universal untuk individu maupun keluarganya dalam masyarakat &amp;nbsp;melalui partisipasi penuh dan dengan biaya yang dapat dijangkau oleh masyarakat dan negerinya &amp;nbsp;untuk mempertahankan setiap tingkatan dalam perkembangan dalam semangat mandiri dan menentukan nasib sendiri. Itu membentuk &amp;nbsp;suatu bagian integral dari system pelayanan kesehatan. Yang mana fungsi &amp;nbsp;sentral dan focus utama, dan pengembangan menyeluruh &amp;nbsp;secara social dan ekonomi masyarakat itu. Itu adalah kontak lapis pertama dari individu, masyarakat dengan system kesehatan nasional membawa kesehatan sedekat mungkin dimana orang hidup &amp;nbsp;dan bekerja dan membentuk unsur &amp;nbsp;perta dari suatu proses pelayanan kesehatan berkesinambungan (WHO, 1988)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Model Kesehatan Untuk Semua/HFA dan definisi dari Pelayanan Kesehatan Primer meliputi 5 konsep (WHO 1988):&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Keadilan ketentuan pelayanan kesehatan oleh pencakupan universal dari populasi dengan pemberian pelayanan berdasarkan kebutuhan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelayanan harus promotive, preventive, curative dan rehabilitatif dan beragam pelayanan yang terintegrasi (pelayanan dibawah satu atap).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelayanan harus efektif dan dapat diterima secara cultural, terjangkau dan dapat ditangani, jadi &amp;nbsp;pelayanan harus memenuhi &amp;nbsp;kebutuhan dalam cara yang dapat diterima oleh populasi tersebut dan pelayanan harus dimonitor dan ditangani secara &amp;nbsp;efektif.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masyarakat harus dilibatkan dalam pengembangan, ketentuan dan monitor dari pelayanan, jadi pengadaan pelayanan kesehatan adalah tanggungjawab seluruh masyarakat dan kesehatan dilihat sebagai suatu kontribusi terhadap perkembangan masyarakat secara keseluruhan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kolaborasi secara intersektoral yaitu bahwa kesehatan dan pelayanan kesehatan tidak melulu &amp;nbsp;tergantung pada pelayanan kesehatan tetapi juga sipengaruhi oleh factor- factor lain seperti perumahan, polusi lingkungan, persediaaan makanan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disamping &amp;nbsp;ke-5 konsep ini ada 8 area tindakan yang telah teridentifikasi untuk mencapai Kesehatan Untuk Semua melalui pelayanan kesehatan primer. Ke-8 area tindakan itu;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pendidikan mengenai masalah kesehatan umum dan metoda untuk &amp;nbsp;mencegah dan pengendaliannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;promosi persediaaaan makanan dan nutrisi yang sesuai&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peesediaan air yang cukup dan aman dan sanitasi dasar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesehatan ibu dan bayi termasuk Keluarga Berencana&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Imunisai&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pencegahan dan pengawasan penyakit endemic&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengawasan yang sesuai terhdap penyakit umum dan cedera&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengadaan obat essensuial (Morley et al, 1989)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesehatan ibu dan anak teridentifikasi sebagai dalam model Kesehatan Untuk Semua sebagai suatu area kunci dalam tindakan untuk mencapai Kesehatan Untuk Semua, tetapi ini juga dapat dilihat bahwa ke-5 konsep yang di garis bawahi mempunyai pengaruh dalam asuhan terhadap ibu melahirakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tindakan yang dilakukan individu, organisasi maupun pemerintah yang mengambil pendekatan kesehatan Untuk Semua akan sangat berlawanan dengan &amp;nbsp;tindakan yang diambil individu, organisasi dan pemerintah yang menganut pendekatan medical. Begitu pula dalam pelayanan kesehatan ibu bersalin dan bayi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pelaksanan HFA masih banyak hambatan termasuk dinegara maju seperti UK, terutama terintegrasinya multi sector untuk mencapai HFA. Suatu tantangan yang besar untuk mencapai HFA ini dalam pelayanan maternitas adalah menurunkan angka Kematian Ibu &amp;nbsp;yang masih tinggi yaitu 500.000 kematian setiap tahunnya diseluruh dunia. Salah satu cara yang ditempuh dalam meningkatkan pelayanan yang diterima para ibu adalah dengan meningkatkan pengetahuan para dukun Beranak. Dukun beranak adalah orang- orang yang paling banyak bersama wanita selama proses persalinan. Insiatif ini memberikan &amp;nbsp;pelatihan untuk para dukun dan juga &amp;nbsp;termasuk Bidan yang melatih para Dukun.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiga pesanan (Unicef) yang berhubungan dengan kesehatan ibu dan dapat diterapkan pada diseluruh dunia adalah:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kesehatan untuk ibu dan bayi dapat ditingkatkan secara nyata dengan menjarangkan kehamilan paling sedikit berjarak 2 tahun, dengan menghindari kehamilan sebelum 18 tahun dan membatasi total kehamilan 4 kali.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengurangi bahaya bersalin, semua wanita hamil harus pergi ke petugas kesehatan untuk memeriksa antenatal dan semua persalinan harus ditolong oleh orang terlatih.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ASI adalah satu- satunya makanan dan minumaan &amp;nbsp;bayi yang terbaik. Bayi butuh makanan tambahan disamping ASI apabila bayi sudah berumur 4-6 bulan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-509311409419954450?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/509311409419954450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=509311409419954450&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/509311409419954450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/509311409419954450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/10/model-kesehatan-untuk-semua-health-for.html' title='Model Kesehatan Untuk Semua (Health For All)'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-8577553451769036674</id><published>2011-10-05T04:50:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T04:50:57.957-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Kesehatan'/><title type='text'>Mendiagnosa Kehamilan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tanda- tanda tidak pasti(subjective sign and symptoms of pregnancy)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&amp;nbsp;Amenorrae (tidak dapat haid)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wanita hamil umumnya tidak dapat haid lagi, penting diketahui hari pertama haid yang terakhir (HPHT) supaya dapat ditentukan tuanya kehamilan dan perkiraan persalinan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&amp;nbsp;Morning sicknes&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nausea (eneg) terjadi pada bulan- bulan pertama kehamilan, kadang disertai emisis (muntah) sering terjadi pada pagi hari &amp;nbsp;disebut morning sickness. Dalam batas tertentu keadaan ini fisiologik. &amp;nbsp;50 % wanita hamil mengalami nausea dan emisis antara 4-14 minggu setelah pembuahan, hal ini karena meningkatnya level Hcg dan estrogen dalam darah. Bila terlampau sering dapat mengakibatkan gangguan kesehatan disebut hiperemisis gravidarum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&amp;nbsp;Mengidam ( Menginginkan makanan tertentu)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengidam sering terjadi pada bulan- bulan pertama kehamilan akan tetapi akan menghilang dengan makin tuanya kehamilan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.&amp;nbsp;Mamma menjadi tegang dan membesar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak 3-4 minggu kehamilan payudara menjadi tegang dan membesar. Hal ini karena &amp;nbsp;estrogen dan progesteron merangsang duktuli dan alveoli di mammae, Glandulla Montgomeri nampak lebih jelas.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.&amp;nbsp;Sering kencing&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Frekuensi buang air kecil (tanpa tanda- tanda infeksi, nyeri) meningkat terjadi antara kehamilan 8- 14 minggu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal ini &amp;nbsp;terjadi karena:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;meningkatnya volume darah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;meningkatnya aliran darah ke ginjal dan filtrasi glumerulus sehingga meningkatkan produksi urine&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;	&lt;/span&gt;kandung kencing tertekan uterus yang membesar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keluhan ini hilang pada triwulan kedua oleh karena uterus yang membesar keluar dari rongga panggul. Pada triwulan ke tiga keluhan ini &amp;nbsp;timbul &amp;nbsp;kembali karena janin mulai masuk ke ruang panggul dan menekan kandung kencing.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.&amp;nbsp;Quickening&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika wanita hamil merasakan isyarat gerakan janin pertama kali disebut Quickening. Quickening terjadi pada wanita yang sangat menginginkan kehamilan dan merasa quickening sebelumnya. Pada multigravida terjadi sejak kehamilan 16 minggu, primigravida sejak kehamilan 18- 20 minggu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7.&amp;nbsp;Perubahan suhu basal&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesudah ovulasi suhu tetap tingggi antara &amp;nbsp;37,2 -37,8 O C adalah salah satu tanda adanya kehamilan. Gejala ini sering dipakai dalam pemeriksaan kemandulan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tanda kemungkinan /objective (probable) sign of pregnancy&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&amp;nbsp;Hiperpigmentasi kulit&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terjadi pada kehamilan 12 minggu keatas, pada pipi, hidung dan dahi &amp;nbsp;tampak deposit pigmen yang berlebihan disebut cloasme gravidarum. Areola mamma dan leher lebih hitam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Linea alba digaris tengah abdomen &amp;nbsp;menjadi lebih hitam (line grisea). Hiperpigmentasi ini karena &amp;nbsp;pengaruh dari hormon corticosteroid plasenta yang merangsang melanofor dan kulit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&amp;nbsp;Perubahan payudara/ keluar kolosterum&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak kehamilan 8- 12 minggu, peningkatan ukuran dan pigmentasi pada putting, areola dan kelenjar Montgomeri tampak jelas. Sejak usia kehamilan 16 minggu kolosterum dapat dikeluarkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&amp;nbsp;Pembesaran uterus dan perut&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.&amp;nbsp;Perubahan organ pelvic&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a.&amp;nbsp;Tanda Hegar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dimulai pada kehamilan 6- 12 minggu. Istmus uteri mengadakan hipertropi.. Hipertropi istmus membuat istmus menjadi panjang dan lunak. Dengan pemeriksaan dalam &amp;nbsp;2 jari di vagina dan jari &amp;nbsp;dari tangan yang lain menekan dinding depan abdomen, seolah- olah jari bertemu karena istmus lunak dan panjang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b.&amp;nbsp;Tanda Chadwicks/ Jacquemier&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak kehamilan 8 minggu, warna merah kebiru- biruan pada membrane mukosa serviks, vagina dan vulva karena meningkatnya vaskularisasi karena pengaruh estrogen.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c.&amp;nbsp;Tanda Goodlell &amp;nbsp;(melunaknya serviks)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada wanita tidak hamil seperti konsitensi hidung, pada wanita hamil seperti konsistensi bibir.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;d.&amp;nbsp;Tanda Piskacek&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertumbuhan rahim tidak sama ke semua arah, tetapi terjadi pertumbuhan yang cepat di daerah implantasi plasenta, sehingga rahim bentuknya tidak sama. Bentuk rahim tidak sama disebut tanda Piskacek.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;e.&amp;nbsp;Tanda kontraksi Braxton Hicks&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perimbangan hormonal yang mempengaruhi rahim yaitu estrogen dan progesterone sering terjadi perubahan konsentrasi sehingga progesterone mengalami penurunan dan menimbulkan kontraksi rahim. Pada keadaan uterus membesar tetapi tidak ada kehamilan misalnya mioma uteri, tanda Braxton Hicks tidak ditemukan. Sejak kehamilan 20 minggu kontraksi dapat dirasakan dengan palpasi abdominal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;f.&amp;nbsp;HCG positif&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cara khas yang dipakai untuk menentukan adanya Human Chorionic Gonadotropin (HCG) pada kehamilan muda adalah air kencing pertama pagi hari. &amp;nbsp;Urine pertama dicampur serum antibody, jika tidak terjadi aglutinasi berarti reaksi positif hamil, jika terjadi aglutinasi berarti &amp;nbsp;reaksi tidak hamil. Test ini sangat mudah, murah dan dapat dibaca dalam 2 menit. Akurasi 97% setelah 40 hari/ 6 minggu dari hari pertama haid terakhir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;g.&amp;nbsp;Teraba Balotemen&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tanda pasti&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&amp;nbsp;Denyut jantung janin positif&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Denyut jantung janin terdengar pada umur keahmilan 12 minggu dengan menggunakan fetal elektro cardiograf, terdengar pada kehamilan 18- 20 minggu dnegan menggunakan steteskop Laenec.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&amp;nbsp;Teraba bagian janin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada palpasi abdominal, bagian janin dapat dipalpasi sejak kehamilan± 24 minggu, letak dan presentasi dapat diketahui.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&amp;nbsp;Teraba gerakan janin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gerakan janin pada primigravida dapat dirasakan ibu pada kehamilan &amp;nbsp;18 minggu, sedangkan pada multigravida &amp;nbsp;pada minggu ke 16. dengan palpasi gerakan janin dapat dirasakan pemeriksa pada umur kehamilan ± 20-22 minggu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.&amp;nbsp;Dengan Rontgen&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tampak kerangka janin ± 15 minggu kehamilan, cara ini berbahaya karena dampak radiasi, cara ini dapat digunakan jika ada indikasii kematian janin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.&amp;nbsp;Dengan USG&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dapat diketahui kantong janin sejak usia kehamilan 5 minggu, denyut jantung janin usia kehamilan 7 minggu., panjang janin (crown- rump) dan diameter biparetalis, hingga dapat diperkirakan tuanya kehamilan, dan selanjutnya dapat dipakai untuk menilai pertumbuhan janin. Dapat pula dipakai bila ada kecurigaan dalam kehamilan mola, blighted ovum, kematian janin intra uterin, anensefali, kehamilan ganda, hidramnion, plasenta previa , tumor pelvis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.&amp;nbsp;Fetososkopi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Diagnosis banding &amp;nbsp;kehamilan.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembesaran perut wanita tidak selamanya suatu kehamilan sehingga perlu dilakukan diagnosis banding, antara lain;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&amp;nbsp;Hamil palsu/ pseudocyesis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terdapat amenorae, perut membesar, tetapi tanda- tanda kehamilan lain dan reaksi kehamilan negative. Uterus sebesar biasa. Wanita tersebut mengaku dirinya hamil, tetapi sebenarnya tidak hamil. Hal ini biasnya terjadi pada wanita yang ingin sekali hamil.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&amp;nbsp;Tumor kandungan atau mioma uteri&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dapat terjadi amenorae, perut penderita makin besar, uterus membesar, bentuk pembesaran tidak merata, tanda- tanda kehamilan seperti Braxton Hicks dan reaksi kehamilan negative. Perdarahan saat haid banyak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&amp;nbsp;Kista ovarium&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perut membesar, tetapi uterus sebesar biasa, datang bulan terus berlangsung,, test biologis negative.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4.&amp;nbsp;Hematometra&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terlambat datang bulan yang melampaui umur &amp;nbsp;kehamilan, perut terasa sakit tiap bulan, terjadi penumpukan darah dalam rahim, tanda dan pemeriksaan hamil hasil negative, disebabkan hymen in perforata&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5.&amp;nbsp;Kandung kencing penuh&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Uterus besarnya biasa, tanda kehamilan dan reaksi kehamilan negative, dengan melakukan kateterisasi, maka pembesaran perut akan menghilang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6.&amp;nbsp;Menopause&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terdapat amenorae, umur wanita diatas 43 tahun, uterus besarnya biasa, tanda- tanda kehamilan dan reaksi kehamilan negative.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buku sumber,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1.&amp;nbsp;Varney’s &amp;nbsp;Midwivery, 1997&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.&amp;nbsp;Manuaba, 1998, Ilmu Kebidanan, Kandungan dan Keluarga Berencana, EGC, Jakarta&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3.&amp;nbsp;Sarwono Prawirohardjo, 1994, Ilmu kebidanan, Jakarta&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-8577553451769036674?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/8577553451769036674/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=8577553451769036674&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/8577553451769036674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/8577553451769036674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/10/mendiagnosa-kehamilan.html' title='Mendiagnosa Kehamilan'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-5363499194100759041</id><published>2011-10-05T04:46:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T04:46:25.730-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Kesehatan'/><title type='text'>Manajemen Rujukan Bayi Baru Lahir Resiko Tinggi</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apabila setelah dilahirkan bayi mnjasi sakit atau gawat dan membutuhkan fasilitas dan keahlian yang lebih memadai, bayi harus dirujuk. Keputusan untuk merujuk bayi bayi bru lahir sbaiknya dibuat oleh petugas pelayanan kesehatan (perawat/bidan/dokter) atas dasar kesepakatan dengan keluarga. Setiap petugas pelayanan kesehtan harus mengetahui kewenwngan dan tanggungjawab tugas masing- masing sesuai &amp;nbsp;jenjang pelayanan kesehtan tempat tuasnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama rujukan perawatan ASI diusahakan tetap diberikan. Apabila tidak memungkinkan ASI tetap harus hikeluarkan supaya peyudara tetap produktif. Dlam menanganai bayi baru lahir petugas senantiasa diharapkan :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mewaspadai factor resiko&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengenal tanda- tanda resiko tinggi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengetahui indikasi rujukan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faktor yang mmepengaruhi keberhasilan pelaksaaan rujukan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Berfungsinya mekanisme rujukan dari tingkata masyarakat dan puskesmas hingga rumah sakit empat rujukan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Adanya komunikasi 2 arah antara yang merujukan dan tempa rujukan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tersedianya tenaga kesehatan yang mampu, trampil dan siaga selama 24 jam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tersedianya alat kesehatan dan obat- obt sesuai kebutuhan di tempat yang nmerujuk &amp;nbsp;dan ditempat rujukan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terseddianya &amp;nbsp;sarana angkutan/ transportasi selama 24 jam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagi keluarga tidak mampu tersedia dukungan dana untuk transport, perawatan dan pengobatan di rumah sakit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tersedianya dana insentif bagi etugas kesehatan yang siaga 24 jam&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanggung jawab petugas dalam pelaksanaaan rujukan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanggung jawab petugas yang mrujuk:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Persiapan rujukan &amp;nbsp;yang memadai&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penerangan ke[ada orang tua/keluarga mengenai penyakit yang ditemukan atau diduga&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Izin rujukan atau tindaka lain yang dilakukan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemberian identifikasi, data(riwayat kehamilan, riwayat kelahiran, riwayat penyakit) yang ada, yang sudah dilakukan &amp;nbsp;dan yang mungkin deperkukab (haisl laboratorium, contoh darag ibu )&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Stabilisasi keadan vital &amp;nbsp;janin/ bayi baru lahir selama perjalanan ke tempat tujuan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bagi petugas yang menerima rujukan berupa penangan kasus rujukan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembinaan kemampuan dan keterampilan teknis petugas puskesmas oleh dokter spesialis kebidnan dan anak dalam penanganan kasus rujuka neonatus sakit, minimal sekali satiap 3 bulan.Bentuk kegiatan berupa:&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;o &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Telaah (review) kasus rujukan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;o &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Audit Matenak Perinatal&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;o &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Konsultasi dokter spesialis serta kunjungan dokter spesialis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Penerapan prosaedur tetap (protocol) palayanan esensial dan tatalaksana penyakit pada neonatus disetiap jenjang pelayanan kesehatan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Indikasi Rujukan Bayi Baru Lahir&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Indikasi rujkan harus sudah mulai dipikirkan sejak bayi masih dalam kandungan, oleh karena tindakan &amp;nbsp;dan penangana kehamilan &amp;nbsp;resiko tinggi maupun tindakan da penanganan penyulit/ komplikasi persalinan yang kurang memadai akan sangat berpengaruh pada kelangsungan hidup dan kualitas tumbuh kembang anak dimasa yang akan dating apabila anak tersebut terhindar dari &amp;nbsp; &amp;nbsp;kematian masa neonatal&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kondisi/ tanda- tanda berikut ini merupakan indikasi rujukan (disesuaikan &amp;nbsp;dnegan fasilits &amp;nbsp;setempat), yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;· &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Bayi berat lahir rendah ≤ 2000 gram&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;· &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Bayi tidak mau minum ASI&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;· &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Tangan dan kaki bayi teraba dingin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;· &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Bayi mengalami gangguan/ kesulitan bernafa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;· &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Bayi mengalami perdarahan atau tersangka perdarahan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;· &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Beyi mengalami kejang- kejang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;· &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Bayi mengalami gejala ikterus yang meningkat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bayi mengalami gangguan saluran cerna disetai muntah- muntah, diare atau tidak buang air&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/scahor.php?b=72112&amp;onlytitle=1" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4228214422774166398-5363499194100759041?l=www.bascommetro.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.bascommetro.com/feeds/5363499194100759041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4228214422774166398&amp;postID=5363499194100759041&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/5363499194100759041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4228214422774166398/posts/default/5363499194100759041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.bascommetro.com/2011/10/manajemen-rujukan-bayi-baru-lahir.html' title='Manajemen Rujukan Bayi Baru Lahir Resiko Tinggi'/><author><name>Bascom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00807829521892946043</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='19' src='http://3.bp.blogspot.com/_M8Bk_GgX4WA/SQwFveKTC1I/AAAAAAAAAA4/58_o3PaIj1I/S220/brithday.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4228214422774166398.post-2459009147037384080</id><published>2011-10-05T04:39:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T04:42:36.703-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teori Kesehatan'/><title type='text'>Kebutuhan Fisik Ibu Hamil</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;OKSIGEN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;Kehamilan sangat sedikit mempengaruhi sisitemrespirasi dibanding system cardiovaskuler. Tetapi perubahan&amp;nbsp; yang terjadi menyebabkan ketidaknyamanaan dankeadaan yang tidak menyenangkan pada kehamilan dan penyakit sistem repirasibisa menjadi lebih parah karena kehamilan (Cunningham, 1989)&amp;nbsp; . Mukosa sistem repirasi menjadi hiperemikdan edema dengan mucus yang hipersekresi mengarah pada sesak dan epistaksis. Hasilnyabanyak wanita yang mengeluh pilek kronis. Pemakaiaan sprey nasaldekongstan&amp;nbsp; yang lama harusdihindari&amp;nbsp; napas yang belebihan dapatmenyebabkan ketidaknyamanan, dispnea dan pusing. Ketika kebutuhan untukbernafas menjadi lebih, ibu hamil mengeluh ”nafas pendek”. Perhatian yang lebihharus diberikan untuk menghindari dispnea dan tanda/ gejala penyakit jantungdan paru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;NUTRISI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Pertambahan berat badan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Untuk menentukan pertambahan beratbadan yang optimal selama masa kehamilan adalah penting untuk mengetahui BMIwanita&amp;nbsp; pra hamil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Indeks masa tubuh (BMI= BodyMass Index)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Pertambahan&amp;nbsp; berat badan diperkirakan dari indeks masatubuh (sebelum hamil)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Indeks masa tubuh =&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;u&gt;BB( KG&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;TB(m) X TB (m)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Contoh = Dewi berat badan 38 kg,TB 148 cm &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; IMT=&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;u&gt;38&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; =&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1,48x 1,48&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; =&amp;nbsp;&amp;nbsp; 17,3&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Penilaian &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-bottom-style: none; border-collapse: collapse; border-color: initial; border-left-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-width: initial; text-align: justify;"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 213.2pt;" valign="top" width="284"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Status gizi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 179.2pt;" valign="top" width="239"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;IMT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 213.2pt;" valign="top" width="284"&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Kurus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l1 level2 lfo2; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Kurus tingkat berat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l1 level2 lfo2; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Kurus tingkat ringan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Normal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Gemuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l1 level2 lfo2; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Kelebihan BB tk. ringan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l1 level2 lfo2; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Gemuk tk. berat &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 179.2pt;" valign="top" width="239"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;lt; 17,0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;17,0-18,4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;18,5- 25,0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;25,1- 27&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;gt;27&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Persyaratan menggunakan&amp;nbsp; IMT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="margin-top: 0cm;" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l9 level1 lfo3; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Usia &amp;gt; 18 tahun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l9 level1 lfo3; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Tidak cacat ( contoh. bongkok)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l9 level1 lfo3; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Bukan untuk ibu hami&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Tabel . Rekomendasi rentang pertambahan berat badantotal pada&amp;nbsp; wanita hamil dilihat dari BMIpra kehamilan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-bottom-style: none; border-collapse: collapse; border-color: initial; border-left-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-width: initial; text-align: justify;"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 213.2pt;" valign="top" width="284"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Kategori BMI/ IMT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 179.2pt;" valign="top" width="239"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Pertambahan berat badan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 213.2pt;" valign="top" width="284"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Rendah &amp;lt; 19,8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Normal 19,8- 26&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Tinggi &amp;gt; 26,0 sampai 29,0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 179.2pt;" valign="top" width="239"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;12,5 - 19 kg&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;11,5 - 16 kg&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;7,0&amp;nbsp;&amp;nbsp; -  11&amp;nbsp;&amp;nbsp; kg&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: Arial;"&gt;Sumber,Varney,atasizin &lt;i&gt;Nutrition During Pregnancy&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;pertambahan BB = 6,5 - 16 kg&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;pertambahan BB pada kehamilan kembar 16- 20 kg&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;pertambahan BB pada trimester&amp;nbsp; 2     dan 3 sebesar 0.75 kg/ minggu tidak lebih 1 kg / minggu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Asupan kalori ibu hamil → mengalikan BB optimal wanita tidak hamil     (kg) x 35 kkal + 300 kalori&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;Jadi tambahan kalori wanita hamil adalah 300 kalori&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;Pada kehamilan kembar penambahan kalori 500 kkal dan 25 gram protein     untuk masing masing janin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Kelebihan dan kekurangan nutrisi &amp;nbsp;tidak baik untuk ibu hamil&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Kekurangan nutrisi&amp;nbsp; dapat menyebabkan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="ES-GT" style="font-family: Arial;"&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; anemia &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; -abortus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="ES-GT" style="font-family: Arial;"&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; pertus prematurus&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; -inersia uteri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: Arial;"&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; haemorragia post partum &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - sepsis puerpuralis, dll&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial;"&gt;Kelebihan beratbadan dapat menyebabkan: Preeklamsia, Bayi terlalu besar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;Nutrisi dipergunakan&amp;nbsp; untuk ;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; mso-list: l3 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;-&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;pertumbuhan janin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; mso-list: l3 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;-&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;Pertumbuhan plasenta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; mso-list: l3 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;-&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;Pertambahan volume darah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; mso-list: l3 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;-&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;Mamma yang membesar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; mso-list: l3 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;-&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;Metabolisme basal meningkat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;Nutrisi ibu hamil mengandung zat gizi :karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;Nutrisi yang diperlukan pada kehamilan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial;"&gt;Populasi beresiko tinggi menyangkut nutrisi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;Wanita yang :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; mso-list: l3 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;-&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;mengkonsumsi: tembakau, alkohol, kafein atau kopi,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; mso-list: l3 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;-&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;mengkonsumsi marijuana, kokain atau bahan terlaranglainnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; mso-list: l3 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;-&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;intoleransiterhadap laktosa laktosa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; mso-list: l3 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;-&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;gestasi multipel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; mso-list: l3 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;-&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;vegetarian ketat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 18.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;Kalori :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial;"&gt;Berdasarkan angka kecukupan gizi yang dianjurkanoleh Widya Karya Nasional Pangan Dan Gizi th 1983, tambahan kalori untuk wanitahamil 300 kalori perhari. Kecukupan yang dianjurkan, sebanyak 40 kalori/kg/hari dalam distribusi yang seimbang, yaitu protein 15 %, lemak 30% dankarbohidrat 55%.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;Protein&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;: Tambahan untuk wanitahamil sebesar 9 gram&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;Vitamindan mineral&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt; : vitamin A, B, C, mineral besi, kalsium,&amp;nbsp;yodium.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;Air &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;Air diperlukan tetapi sering dilupakan saat pengkajian.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Airberfungsi&amp;nbsp; membantu sistem pencernaanmakanan dan proses transportasi. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;Selama kehamilan terjadi perubahan nutrisi dan cairan padamembran sel. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Air menjaga keseimbangan sel, darah, getah bening dan cairan vital tubuhlainnya. Air juga menjaga keseimbagan suhu tubuh, karena itu dianjurkanminum&amp;nbsp; 1500- 2000 ml/ hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;Tigamineral penting&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial;"&gt;Zat besi, kalsium, yodium&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 36.0pt; mso-list: l2 level1 lfo9; tab-stops: list 18.0pt; text-align: justify; text-indent: -36.0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;1.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Zat besi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Untuk pembentukan sel darah merah&amp;nbsp;     → mencegah anemia&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial;"&gt;Makanan yang banyak mengandung zat besi:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;Daging, terutama hati dan jeroan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;Ikan, ayam, telur, kacang tanah, kacang- kacangan, sayuran berdaun     hijau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;zat besi non hem terdapat pada sebagian besar diet besi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Teh , kopi, susu, akan mengurangi asorbsi zat besi non hem.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Zat besi paling baik dikonsumsi&amp;nbsp;     diantara waktu makan bersama jus jeruk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Untuk meningkatkan persedian zat besi selama kehamilan ibu harus minum     tablet tambah darah/ zat besi yaitu 320 mg FeSo&lt;sub&gt;4 &lt;/sub&gt;(60 mg elemen     iron) dengan 500 mcg folic acid&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial; font-size: 8pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Suplemen folic acid&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Kebutuhan 0,4 – 0,8 mg / hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Mencegah anemia megalobastik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Dikonsumsi bersama zat besi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Mencegah spina bifida (resiko defek tabung neural ) jika dikonsumsi     sebelum konsepsi dan selama 6 minggu pertama kehamilan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;2.&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Kalsium&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;Penting untuk pertumbuhan gigi dan tulang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;Janin membutuhkan kalsium untuk membentuk tulang- tulang baru,     terutama pada bulan- bulan pertama kehamilan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;Makanan yang mengandung banyak kalsium : susu,yogurt, wijen, kerang, keju, tulang, daging, sayuran berwarna hijau, sayuranberwarna kuning.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;Sinar matahari membantu tubuh menggunakan kalsiumdengan baik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;3. Yodium.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp; Yodiumberguna :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="NL" style="font-family: Arial;"&gt;Mencegah penyakit gondok&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Pada anak untuk mencegah keterbelakangan mental /kreatinisme)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial;"&gt;Cara mudah untuk mendapatkan yodium&amp;nbsp; dengan menggunakan garam beryodium.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Makan- makanan yang banyak mengandung yodium:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Kerang segar atau kering&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Ikan laut segar atau kering&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Ikan air tawar segar atau kering&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Suplemen vitamin C&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Diminum sebanyak 250 mg/ hari bersama dengan makanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Dapat meningkatkan asorbsi besi non hem&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Mungkin meningkatkan asorbsi suplemen besi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Mungkin sebagai profilaktik untuk perdarahan pasca partum.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Kebutuhangizi ibu hamil perhari &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial;"&gt;Kebutuhan gizi ibu hamil perhari yaitu kebutuhanwanita dewasa&amp;nbsp; + kehamilan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-bottom-style: none; border-collapse: collapse; border-color: initial; border-left-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-width: initial; text-align: justify;"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 142.15pt;" valign="top" width="190"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Zat gizi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 142.15pt;" valign="top" width="190"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Wanita dewasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;(20-45 th)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 117.1pt;" valign="top" width="156"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Wanita hamil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 142.15pt;" valign="top" width="190"&gt;&lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Energi (kkal)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Protein (gram)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Vit A (RE)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;As. Folat(mcg)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Vit C&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Kalsium&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Fe&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Yodium&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 142.15pt;" valign="top" width="190"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;2200&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;48&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;500&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;150&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;60&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;500&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;26&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;150&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 117.1pt;" valign="top" width="156"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;300&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;12&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;200&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;150&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;10&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;400&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;20&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;25&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;RE= Retinolequivalen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial;"&gt;Anjuran makan sehari bagi ibu hamil&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Nasi/ padanannya&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3x     200 gram&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Ikan/ padanannya&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2,5     x 50 gram&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Tempe/ padanannya&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4 x     50 gram&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Sayur &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3     x 100 gram&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Buah&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2     x 100 gram&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Susu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1     x 200 ml&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Gula &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 5     sdm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Minyak 4 sdm&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4     sdm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial;"&gt;Anjuran jumlah makanan ibu hamil / hari&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-bottom-style: none; border-collapse: collapse; border-color: initial; border-left-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-width: initial; text-align: justify;"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td rowspan="2" style="border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 85.25pt;" valign="top" width="114"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Bahan makanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td rowspan="2" style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 85.3pt;" valign="top" width="114"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Tidak hamil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td colspan="3" style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 255.9pt;" valign="top" width="341"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Hamil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 85.3pt;" valign="top" width="114"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Trimester I&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 85.3pt;" valign="top" width="114"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Trimester II&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 85.3pt;" valign="top" width="114"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Trimester III&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 85.25pt;" valign="top" width="114"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Nasi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Ikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Tempe&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Sayur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Buah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Susu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Gula&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Air&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 85.3pt;" valign="top" width="114"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;3,5 piring&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;1,5 potong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;3 potong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;1,5 mangkuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;2 potong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;5 sdm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;4 gelas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 85.3pt;" valign="top" width="114"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;3,5 piring&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;3,5 potong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;3 potong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;1,5 mangkuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;2 potong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;1 gelas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;5 sdm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;6 gelas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 85.3pt;" valign="top" width="114"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;4 piring&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;4 potong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;4 potong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;3 mangkuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;2 potong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;1 gelas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;5 sdm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;6 gelas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 85.3pt;" valign="top" width="114"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;3 piring&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;3 potong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;5 potong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;3 mangkuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;2 potong&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;1 gelas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;5 sdm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;6 gelas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Personal hygiene dan pakaian&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Manjaga kebersihan tubuh dapat membantu mencegah infeksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Ibu harus mandi dengan air bersih tiap hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Baju hendaknya longgar dan mudah dipakai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Sepatu atau alas kaki dengan tumit tinggi sebaiknya jangan dipakai,     oleh karena titik berat wanita hamil berubah hingga mudah tergelincir atau     jatuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Gunakan BH yang lebih besar dan menunjang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Mamma hendaknya dipelihara untuk persiapan menyusui&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Pakaian dalam sering ganti untuk kebersihan dan mengurangi lembab&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Perawatangigi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Pada trimester I kehamilan mengalami eneg dan muntah (morning     siccness), keadaan ini menyebabkan perawatan gigi&amp;nbsp; tidak diperhatikan dengan baik, sehingga     timbul karies, ginggivitis, dll&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Tindakan menambal gigi dan pencabutan gigi jarang merupakan     kontraindikasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Bila kerusakan gigi tidak diperhatikan dengan baik dapat mengakibatkan     komplikasi seperti : nefritis, sepsis puerpuralis, septikemia. Oleh karena     infeksi di rongga mulut (misal pulpitis) dapat menjadi sarang infeksi yang     menyebar kemana- mana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Tiap wanita hamil harus memeriksakan giginya secara teratur sewaktu     hamil (minimal 1 kali selama kehamilan)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;4.Eliminasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Ibu&amp;nbsp; hamil sering mengalami     obstipasi dan sering buang air kecil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Latihan yang adekuat bersama diet yang seimbang membantu eliminasi     teratur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Makanan cereal , daging, jus buah dan buah segar, buah kering membantu     menjaga kebiasaan eliminasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;5.Hubungan seksual&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Hamil bukan merupakan halangan untuk melakukan hubungan seksual&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Bila&amp;nbsp; dari anamnesis ada riwayat     abortus, tunda hubungan seksual hingga kehamilan 16 minggu (karena     plesenta telah lengkap terbentuk, kemungkinan abortus menjadi kecil&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial;"&gt;Hubungan seksual disarankan untuk dihentikan bila:&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 72.0pt; mso-list: l3 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -36.0pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;-&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Terdapat tanda infeksi dengan pengeluaran cairan disertairasa nyeri atau panas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 72.0pt; mso-list: l3 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -36.0pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;-&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Terjadi perdarahan saat berhubungan seksual&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 72.0pt; mso-list: l3 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -36.0pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;-&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Terdapat pengeluaran cairan (air ketuban) yang mendadak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 72.0pt; mso-list: l3 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -36.0pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;-&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Hentikan hubungan seksual pada mereka yang sering &amp;nbsp;mengalami keguguran, persalinan sebelumwaktunya, mengalami kematian dalam kandungan, sekitar 2 minggu sebelumpersalinan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Selama kehamilan hubungan antara wanita &amp;amp;pasangan sering berubah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Wanita&amp;nbsp; dapat mengalami     keintiman yang meningkat atau ambivalensi tentang hubungan seksual&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Perubahan paling umum dalam hal minat seks pada trimester I dan III     yang disebabkan mual dan&amp;nbsp; ketidak     nyamanan dalam ukuran tubuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Kerisauan seksual umum dari wanita hamil adalahl kurangnya keinginan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Libido dikontrol oleh sejumlah neurohormonal diotak, tetapi     diperantarai oleh androgen pada pria dan wanita. Androgen dihasilkan oleh     kelenjar adrenal dan ovarium pada wanita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Sebagian besar libido yang berkurang/ hilang merupakan adaptasi yang     logis terhadap:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 72.0pt; mso-list: l3 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -36.0pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;-&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Hubungan yang tidak sehat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 72.0pt; mso-list: l3 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -36.0pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;-&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Kemarahan yang tidak terpecahkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 72.0pt; mso-list: l3 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -36.0pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;-&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Stress&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 72.0pt; mso-list: l3 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -36.0pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;-&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Penyalahgunaan alkohol&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 72.0pt; mso-list: l3 level1 lfo5; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify; text-indent: -36.0pt;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;-&lt;span style="font: normal normal normal 7pt/normal 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Kecemasan yang berlebihan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial;"&gt;Pendekatan utama harus berkaitan dengan faktorpenyebab, bukan memvonis hal tersebut sebagai diagnosis masalah seksual&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Fase respon seksual pada wanita&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-bottom-style: none; border-collapse: collapse; border-color: initial; border-left-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-width: initial; text-align: justify; width: 584px;"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 104.4pt;" valign="top" width="139"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Fase  siklus respon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 191.7pt;" valign="top" width="256"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Perubahan  fisik/ psikologis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 142.15pt;" valign="top" width="190"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Gejala  bila terkena&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 104.4pt;" valign="top" width="139"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Kerelaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 191.7pt;" valign="top" width="256"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;Keterbukaan atau penerimaan terhadap rangsanga  seks&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 142.15pt;" valign="top" width="190"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;Wanita dapat secara aktif&amp;nbsp; menghindari kemungkinan rangsangan seksual&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 104.4pt;" valign="top" width="139"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Keinginan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 191.7pt;" valign="top" width="256"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Kesadaran aktif bahwa rangsangan seksual yang  diinginkan, yang dipengaruhi oleh sejumlah stimulus (diperantarai oleh otak)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 142.15pt;" valign="top" width="190"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Kurangnya keinginan bila stimulus yang sesuai  tersedia; tidak tertarik pada rangsangan erotik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 104.4pt;" valign="top" width="139"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Bangkitnya rangsangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 191.7pt;" valign="top" width="256"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Peningkatan&amp;nbsp;  vaskular dari jaringan- jaringan kelamin yang menimbulkan lubrikasi  vagina, pembengkakan jaringan, memerahnya kulit di dada, meningkatnya tekanan  otot (diperantarai oleh saraf parasimpatetik)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 142.15pt;" valign="top" width="190"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Kurangnya lubriksi, gagal untuk menjadi  terangsang, meskipun hubungan seksual diinginkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 104.4pt;" valign="top" width="139"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Orgasme &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 191.7pt;" valign="top" width="256"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Kontraksi otot pobococygeal selama 0,8 detik yang  menimbulkan pelepasan seksual yang sangat menyenangkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 142.15pt;" valign="top" width="190"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Gagal untuk mencapai orgasme dengan&amp;nbsp; jenis rangsangan yang diberikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;Istirahat dan tidur&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Istirahat dan tidur perlu diperhatikan, karena istirahat dan tidur     yang teratur dapat meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani untuk     kepentingan pertumbuhan dan perkembangan janin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Wanita hamil perlu beristirahat siang 1- 2 jam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Bantu keluarga untuk mengerti mengapa panting bagi ibu untuk istirahat     dan tidur dengan baik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Ibu hamil direkomendasikan untuk istirahat dengan mengangkat kakinya     pada pagi dan sore&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Tidur telentang dalam waktu yang lama menjadikan wanita mengalami     supine hypotensive syndroma (pada ibu hamil trimester III)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Imunisasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Tiap wanita hamil yang akan berpergian keluar negeri dan di dalam     negeri dibolehkan mengambil veksinasi ulangan terhadap cacar, kolera dan     tifus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Untuk melindungi janin terhadap&amp;nbsp;     tetanus neonatorum diberikan imunisasi tetanus toxoid (TT) pada ibu     hamil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Jadwal imunisasi TT&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-bottom-style: none; border-collapse: collapse; border-color: initial; border-left-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-width: initial; text-align: justify;"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 59.4pt;" valign="top" width="79"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Antigen &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 144.0pt;" valign="top" width="192"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Interval  (selang waktu minimun)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 135.0pt;" valign="top" width="180"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Lama  perlindungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 88.05pt;" valign="top" width="117"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;%  perlindungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 59.4pt;" valign="top" width="79"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;TT I&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 144.0pt;" valign="top" width="192"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Pada kunjungan ANC Pertama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 135.0pt;" valign="top" width="180"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 88.05pt;" valign="top" width="117"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 59.4pt;" valign="top" width="79"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;TT 2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 144.0pt;" valign="top" width="192"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: Arial;"&gt;4 mg pertama setelah TT I&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 135.0pt;" valign="top" width="180"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: Arial;"&gt;3 tahun*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 88.05pt;" valign="top" width="117"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: Arial;"&gt;80&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 59.4pt;" valign="top" width="79"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;TT 3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 144.0pt;" valign="top" width="192"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: Arial;"&gt;6 bulan setelah TT 2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 135.0pt;" valign="top" width="180"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: Arial;"&gt;5 tahun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 88.05pt;" valign="top" width="117"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: Arial;"&gt;95&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 59.4pt;" valign="top" width="79"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;TT 4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 144.0pt;" valign="top" width="192"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: Arial;"&gt;1 tahun &amp;nbsp;setelah TT 3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 135.0pt;" valign="top" width="180"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;10 tahun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 88.05pt;" valign="top" width="117"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: Arial;"&gt;99&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td style="border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 59.4pt;" valign="top" width="79"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;TT5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 144.0pt;" valign="top" width="192"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: Arial;"&gt;1 tahun setelah TT 4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 135.0pt;" valign="top" width="180"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;25 tahun/  seumur hidup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;  &lt;td style="border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 88.05pt;" valign="top" width="117"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: Arial;"&gt;99&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 9.0pt; text-align: justify; text-indent: -9.0pt;"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: Arial;"&gt;* Artinyaapabila dalam waktu 3 tahun wanita usia subur tersebut melahirkan, maka bayiyang dilahirkan akan terlindung dari tetanus neonatorum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: Arial;"&gt;&amp;nbsp;Pekerjaan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Kehamilan bukan halangan untuk bekerja/ berkarya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Wanita&amp;nbsp; karir yang sedang hamil     berhak untuk mendapatkan cuti hamil dan bersalin selam 3 bulan ( dapat     diambil 1 bulan sebelum persalinan dan 2 bulan setelah persalinan)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Travelling&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Ibu hamil boleh berpergian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Jangan terlalu lama dan melelahkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Duduk lama : statis vena (vena stagnasi) menyebabkan tromboplebitis     dan kaki bengkak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Bepergian dengan pesawat udara boleh, tidak ada bahaya hipoksia dan tekanan     oksigen yang cukup dalam pesawat udara&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Exercise / senam hamil&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial;"&gt;Pengaruh dari peningkatan estrogen dan elastindalam kehamilan menyebabkan kelemahan jaringan ikat dan ketidak seimbanganpersendian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;Akibat dari perubahan fisik selama kehamilanadalah;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;Peregangan otot- otot&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;Perlunakan ligamen- ligamen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="mso-list: l6 level1 lfo4; tab-stops: list 36.0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial;"&gt;Pelonggaran persendian- persendian&lt
